Close Menu
  • Home
  • Perjalanan
  • Wisata
  • Sport
  • Bisnis
  • Cyling
  • Humaniora
  • Royke Lumowa Gowes Jakarta Paris
  • Login Artikel
  • Daftar Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Impor Mobil India (2): Koperasi Pun Jadi “Tabolabale”

Maret 3, 2026

Impor Mobil India (1): Tercekik Manuver Agrinas

Februari 28, 2026

Impor 105.000 Mobil Pikap, Agrinas Kangkangi Presiden Prabowo

Februari 25, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
LOGIN
Blalak.comBlalak.com
  • Home
  • Perjalanan
  • Wisata
  • Sport
  • Bisnis
  • Cyling
  • Humaniora
  • Royke Lumowa Gowes Jakarta Paris
  • Login Artikel
  • Daftar Artikel
Blalak.comBlalak.com
Home » Impor 105.000 Mobil Pikap, Agrinas Kangkangi Presiden Prabowo
Bisnis

Impor 105.000 Mobil Pikap, Agrinas Kangkangi Presiden Prabowo

JANNES EUDES WAWABy JANNES EUDES WAWAFebruari 25, 20261 Komentar5 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Pinterest LinkedIn
Mobil produksi India. Arsip
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
Oleh JANNES EUDES WAWA

Pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara segera mengimpor 105.000 unit kendaraan niaga dari India. Impor senilai Rp 24,66 triliun itu untuk mendukung operasional Koperasi Merah Putih. Bahkan, 1.200 unit sudah tiba di Indonesia. Kebijakan ini bertolak belakang dengan visi dan misi Presiden Prabowo Subianto yang ingin menumbuhkan kemandirian ekonomi nasional melalui penguatan industri dalam negeri dan penciptaan lapangan kerja.

Ke-105.000 kendaraan itu meliputi 35.000 mobil pikap (4×4) dan 35.000 unit truk roda enam dari Tata Motors. Sisanya, 35.000 unit mobil pikap (4×4) produksi Mahindra & Mahindra Ltd. Pihak Agrinas beralasan dengan mengimpor akan menghemat biaya sekitar Rp 43 triliun.

“Belanja untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih kita lakukan efisiensi secara maksimal. Kalau kita gunakan e-katalog, kami sudah hitung, cost-nya Rp 121 triliun. Tetapi dengan direct buying ke pabrik-pabrik langsung, kita bisa efisienkan Rp 43 triliun. Ini hanya untuk sarana dan prasarana,” kata Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota, (Kompas 23/2/2026).

Mobil produksi India. Arsip

Argumentasi Agrinas dari sisi efisiensi mungkin saja logis. Akan tetapi, pandangannya hanya tertuju pada satu apek. Padahal, urusan pengadaan kendaraan ini perlu mengkaji dalam segala aspek, termasuk pemberdayaan industri dalam negeri.

Kita tentu masih ingat pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet paripurna setahun pemerintahannya di Istana Negara Jakarta pada Senin, 20 Oktober 2025. Saat itu, Presiden menyatakan akan mewajibkan para menteri menggunakan mobil Maung Pindad, kendaraan buatan dalam negeri. Indonesia perlu bangga karena bisa memproduksi kendaraan tersebut. Prabowo pun sudah memakai mobil Maung sejak dilantik menjadi presiden pada 20 Oktober 2024.

BACA JUGA:  Impor Mobil India (1): Tercekik Manuver Agrinas

“Kita sudah menghasilkan jip buatan Indonesia. Jadi sekarang pejabat-pejabat kita, perwira-perwira kita tidak bangga pakai jip buatan negara lain, kita pakai jip buatan Indonesia sendiri. Komandan-komandan pasukan kita, kalau naik kendaraan mimpin pasukan bangga, dia pakai jip buatan Indonesia. Presidenmu pakai jip buatan Indonesia,” kata Prabowo (detik.com 21/10/2025).

Sindiran untuk Maung?

Sikap Presiden Prabowo Subianto ini menunjukkan semangat untuk memajukan produk nasional, memberdayakan industri dalam negeri. Mobil Maung hanyalah salah satu produk kebanggaan nasional.

Memang hingga sejauh ini Pindad belum memproduksi kendaraan operasional dalam skala besar sesuai kebutuhan Koperasi Merah Putih. Namun bukan berarti Agrinas leluasa mengimpor mobil tersebut. Sikap ngotot mendatangkan 105.000 unit mobil dari India, malah 1.200 unit sudah tiba di Indonesia membuat banyak pihak menduga sebagai upaya menyindir produsen mobil Maung.

Industri otomotif di Indonesia sudah cukup lama berkembang sangat pesat. Bahkan memproduksi mobil ternama merek Toyota, Suzuki, Honda, atau lainnya, dan mengekspor ke sejumlah negara. Hadirnya industri otomotif itu terbukti ikut menumbuhkan perekonomian nasional yang signifikan.

Artinya, industri otomatif nasional sesungguhnya mampu memenuhi kebutuhan Koperasi Merah Putih. Soal perbedaan harga bukanlah masalah serius. Semua pihak terkait masih mmpu mencari solusi tergantung spesifikasi yang dibutuhkan.

Prinsipnya adalah pengadaan kendaraan operasional untuk Koperai Merah Putih seharusnya mengutamakan produksi dalam negeri. Hal ini sejalan dengan semangat dan komitmen Presiden Prabowo Subianto yang selalu mendorong hilirisasi dan penguatan industrialisasi untuk membuka lapangan pekerjaan guna mewujudkan keadilan ekonomi.

Keinginan tersebut harus menjadi komitmen bersama tanpa kecuali. Itu sebabnya akan terasa janggal apabila Agrinas menafikannya.

Perlu menjadi perhatian bahwa mengimpor kendaraan operasional dalam bentuk utuh sebetulnya bukan murah atau efisien. Murah pun masih relatif. Tergantung spesifikasi yang dibutuhkan.

BACA JUGA:  Dongkrak Raja Ampat, Pelita Air Terbang Langsung Jakarta-Sorong

Belum lagi kendaraan pikap itu belum memiliki pabrik di Indonesia. Hal ini sama saja dengan menyimpan bom waktu bagi Koperasi Merah Putih untuk beberapa bulan ke depan, sebab tidak memiliki ketersediaan suku cadang yang berlimpah.

Suatu ketika, mobil-mobil pikap itu mengalami kerusakan, maka tidak mungkin dapat melakukan perbaikan dalam waktu singkat, sebab perlu menunggu suku cadang dari India. Harganya pun kemungkinan mahal. Biaya perawatan bakal tidak sedikit. Inilah kerugian yang tidak pernah terbayangkan pihak Agrinas.

Beri Nilai Tambah

Sikap Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) berkeberatan dengan rencana impor itu. Nilai impor mencapai Rp 24,66 triliun bukan angka kecil. Dana sebesar itu apabila bergulir untuk menggerakan industri otomotif dalam negeri tentu memberikan dampak yang signifikan.

Subsektor yang berkaitan langsung dengan produksi kendaraan tersebut antara lain industri ban, kaca, aki, baterai basah, logam, kulit, plastik, kabel, lampu, elektronik dan lainnya. Industri komponen kendaraan ini otomatis bergerak. Perputaran uang pasti sangat besar.

Itu sebabnya, mereka beranggapan penguatan produksi kendaraan pikap dalam negeri memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi Indonesia. Jika kebutuhan kendaraan pikap terpenuhi melalui produksi dalam negeri, maka masyarakat Indonesia yang mendapatkan nilai nilai tambah ekonomi sekaligus penyerapan tenaga kerja.

Perlu menyadari bersama bahwa misi utama dari kehadiran Koperasi Merah Putih yakni menumbuhkan dan menggerakan ekonomi lokal. Artinya setiap aktivitas lembaga perekenomian ini bermuara kepada memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Mengimpor kendaraan operasional bagi Koperasi Merah Putih bertolak belakang dengan misinya. Mengingkari tujuan mulia dari koperasi. Mengimpor sama saja dengan memberi peluang industri di luar negeri yang memperoleh nilai tambah ekonomi. Namun, apabila kebutuhan itu terpenuhi industri dalam negeri, maka manfaat ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan industri nasional bagi Indonesia. Efek dominonya sangat besar.

BACA JUGA:  Musim Durian Telah Tiba, Jangan Lewatkan!

Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Indonesia menilai impor itu mengancam industri otomotif dalam negeri dan tidak menggerakkan ekonomi nasional. Industri otomotif nasional sanggup menyediakan mobil pikap yang dibutuhkan Koperasi Merah Putih. Itu sebabnya, Kadin melalui Wakil Ketua Umum bidang Industri Saleh Husin meminta Presiden Prabowo Subianto membatalkan rencana tersebut.

Semoga Presiden Prabowo Subianto tidak menutup mata dan kuping atas segala kritik dan saran masyarakat. Agrinas sudah melangkah terlalu jauh, bahkan mengangkangi kebijakan Presiden dengan mengutamakan impor. Itu sebabnya Presiden perlu secepatnya memutuskan pembatalan agar masalah ini tidak berkembang bagai arus liar yang sulit terkendalikan.

Jangan Lewatkan!

Pilpres 2029, Prabowo-Gibran Bakal Pisah Jalan

 

 

JANNES EUDES WAWA
Author: JANNES EUDES WAWA

Share. Facebook WhatsApp Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BACA JUGA

Impor Mobil India (2): Koperasi Pun Jadi “Tabolabale”

Maret 3, 2026

Impor Mobil India (1): Tercekik Manuver Agrinas

Februari 28, 2026

Impor Garam di Negeri Maritim

Februari 18, 2026

Ambisi China, Swasembada Durian

Januari 20, 2026

Durian Indonesia Hanya Jago Kandang

Januari 17, 2026

Musim Durian Telah Tiba, Jangan Lewatkan!

Januari 11, 2026

1 Komentar

  1. Pingback: Impor Mobil India, Tercekik Agresivitas Agrinas - blalak.com

Leave A Reply Cancel Reply

TERKINI

Impor Mobil India (2): Koperasi Pun Jadi “Tabolabale”

Maret 3, 2026

Impor Mobil India (1): Tercekik Manuver Agrinas

Februari 28, 2026

Impor 105.000 Mobil Pikap, Agrinas Kangkangi Presiden Prabowo

Februari 25, 2026

Pilpres 2029, Prabowo-Gibran Bakal Pisah Jalan

Februari 20, 2026

Anak SD Bunuh Diri di NTT, Duka Itu Menampar Sangat Keras

Februari 18, 2026

Impor Garam di Negeri Maritim

Februari 18, 2026
Blalak.com
© 2026 Blalak.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.