Connect with us

Perjalanan

Catatan Royke Lumowa: Saya Tuntaskan Bersepeda Jakarta-Paris

ROYKE LUMOWA

Published

on

Share ini
Oleh: ROYKE LUMOWA

Perjalanan bersepeda yang saya lakukan dari Jakarta hingga Paris akhirnya memasuki garis finish di ibukota Perancis tersebut pada Senin, 29 Juli 2024 pukul 11.00 waktu Paris. Hingga di titik itu, berarti total jarak touring mencapai 20.873,62 kilometer selama 387 hari dengan melewati 44 negara. Total ketinggian (elevation gain) mencapai 150.583 meter.

Ini bukan lagi mimpi, melainkan kenyataan. Kenyataan ini membuat hati saya begitu bahagia. Saya ingin ekspresikan pencapaian ini dengan melompat kegirangan dan menangis seraya berterima kasih kepada Tuhan atas perlindungan dan penyertaanNYA saat memasuki garis finis.

Akan tetapi, saya mencoba menahan diri. Apalagi, di garis finis yakni di Club France, Grande Halle de la Villette telah menunggu Presiden Komite Olimpiade (NOC) Perancis David Lappartient. Ini sungguh sebuah kehormatan yang luar biasa.

Di tengah kesibukannya mengurusi penyelenggaraan olimpiade musim panas di Paris, Presiden Union Cycliste Internationale (UCI) ini masih mau meluangkan waktu menerima kedatangan saya di garis finis. Saya memberi hormat yang tinggi padanya.

Selamat datang di Paris

Begitu tiba di finis, saya melihat Presiden NOC Perancis David Lappartient antusias menyambut. Dia menebarkan senyum, dan spontan langsung berdiri di depan panggung seraya menyatakan, “Dengan bangga, kami menyambut Anda di Paris pada hari ini. Selamat datang di Paris. Selamat datang di Olimpiade Paris”. Club France adalah markas kontingan Perancis selama mengikuti Olimpiade Paris.

Presiden Komite Olimpiade (NOC) Perancis David Lappartient menyambut Royke Lumowa di garis finish di Club France, Grande Halle de la Villette, Paris. Royke masuk finis pada Senin 29 Juli 2024 pukul 11.00 waktu Paris atau pukul 17.00 WIB. Foto: Arsip Royke Lumowa

Lappartient menyatakan salut dan hormat atas keberhasilan saya yang telah mendedikasi waktu dan tenaga untuk melakukan perjalanan bersepeda yang jauh dari Jakarta hingga Paris selama 387 hari melewati 44 negara. Apalagi, dalam misi mulia ini telah mengusung gerakan penyelamatan lingkungan dan mengampanyekan Olimpiade Paris 2024.

“Bersepeda yang begitu jauh dan lama ini sungguh sebuah pencapaian yang luar biasa. Tidak banyak orang mau melakukannya. Gerakan ini sangat menarik sebagai salah satu cara mendukung pemeliharaan bumi dari kerusakan dan kehancuran,” kata Lappartient yang juga Presiden Union Cycliste Internationale (UCI).

Kehaditan Presiden NOC Perancis ini tidak terlepas dari peran Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari. Dia memberikan perhatian yang serius atas perjalanan bersepeda yang begini jauh dan lama. Sebagai mantan Ketua Umum PB ISSI, dia bangga atas gerakan saya melakukan kampanye penyelamatan lingkungan dengan gowes keliling dunia.

Sejak sebelum memulai petulangan ini, Pak Okto sudah memberikan dukungan dan perhatian. Bahkan, selama dalam perjalanan pun, beliau selalu mengontak saya menanyakan posisi sudah dimana dan lain sebagainya.

Royke Lumowa tiba di garis finish di Club France, Grande Halle de la Villette, Paris. Royke masuk finis pada Senin 29 Juli 2024 pukul 11.00 waktu Paris atau pukul 17.00 WIB. Foto: Arsip Royke Lumowa

Bahkan, dalam sebuah kesempatan, Pak Okto sempat menyampaikan rencana ingin mengundang Presiden NOC Perancis untuk menerima saya saat masuk finis di Paris. Saya sangat senang dengan ide itu dan langsung menyetujui. Ternyata, rencana tersebut menjadi kenyataan.

Timbah pengalaman

Saya sungguh berterima kasih kepada Pak Okto. Dia telah menempatkan perjalanan saya ini pada posisi terhormat. Saya tidak menduga bakal mendapatkan penerimaan yang begitu bagus dan seru. Apalagi ada pula tarian reog Ponorogo dan pementasan atraksi pencat silat.

Pak Okto juga menilai saya sebagai orang gila. “Ini aksi gila. Bersepeda dari Jakarta hingga Paris itu bukan hal gampang. Kita perlu banyak belajar dari Pak Royke tentang hal ini,” tegasnya.

Saya juga terharu dengan kehadiran Presiden Direktur Indika Energi Pak Arsjad Rasjid. Beliau adalah orang yang sangat mendukung perjalanan ini. Dia mengizinkan saya berangkat. Dia juga memutuskan Indika Energi dan kelompok usahanya menjadi sponsor utama dalam perjalanan bersepeda ini. Pak Arsjad pula yang mendorong saya agar bertemu dengan Paus Fransiskus di Vatikan.

Di antara para tokoh itu, hadir pula Duta Besar Indonesia untuk Perancis Mohamad Oemar, Wakil Presiden NOC Perancis Joseph Pierre Luc Tardif, dan masyarakat Indonesia dan para pecinta sepeda lainnya. Banyak yang merasa bangga karena ada orang Indonesia ikut mengampanyekan Olimpiade Paris dengan cara yang unik, yakni bersepeda dari Jakarta. Ini fenomenal. Saya berterima kasih atas apresiasi mereka.

Mampu lewati rintangan

Saya memulai petualangan yang ini pada Sabtu, 8 Juli 2023 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Saya tidak menyangka mampu menyelesaikan perjalanan yang mengusung tema: Cycling Anywhere to Save the Earth. Bersepeda Kemana Saja untuk Selamatkan Bumi!

Royke Lumowa berada di antara David Lapperant dan Raja Sapta Oktohari. Foto: Arsip Royke Lumowa

Apalagi sebelum saya melakukannya, nyaris tidak terdengar ada orang Indonesia pernah mengayuh sepeda dari Indonesia hingga Paris dengan mengelilingi negara sebagian besar Eropa timur dan semua Eropa barat. Sebaliknya, orang Eropa yang gowes dari wilayah benua tersebut ke Indonesia cukup sering.

Maka, begitu menuntaskan perjalanan ini, saya merasa sungguh bahagia. Saya telah mampu melewati tantangan dan rintangan, mengalahkan segala kekhawatiran yang kadang berkecamuk dalam hati, dan berhasil membuktikan bahwa segala rencana dan niat baik pasti terwujud selama kita tekun, memiliki keberanian dan tekad yang kuat untuk menjalaninya.

Selama perjalanan, begitu banyak tantangan dan kesulitan datang silih berganti seakan menggoda saya untuk putus asa dan cepat pulang. Mulai dari gangguan suhu ekstrim, elevasi ekstrim, badai angin kencang, pencurian uang, bahkan pencurian sepeda, kesulitan memperpanjang visa Uni Eropa dan lainnya.

Untuk saja saya tidak menderita sakit. Semua persoalan tersebut akan menjadi gangguan pikiran apabila tanpa pertolongan Tuhan. Mungkin saya akan putus asa dan tidak melanjutkan perjalanan. Sungguh suatu mujizat Tuhan

Kejadian-kejadian spektakuler itu dapat saya rangkum menjadi tujuh bagian besar. Saat menyusuri puluhan negara yang terbentang dari Asia Tenggara, Asia Selatan, Eropa Timur, Eropa Utara hingga Eropa Barat tidak segampang kita membalik telapak tangan. Super berat.

Medan terberat

Medan terberat di Tibet, China. Elevasinya mencapai 5.250 meter di atas permukaan laut (mdpl) melewati tiga gunung. Ketinggian seperti itu tentu menguras tenaga luar biasa. Apalagi kandungan oksigen pada ketinggian tersebut sangat tipis.

Royke Lumowa menyapa warga yang berada di garis finish. Foto: Arsip Royke Lumowa

Tanjakan berat itu saya hadapi sejak dari dari Provinsi Yunnan. Medan berat lainnya adalah tanjakan (passo) Mortirolo, Italia utara, dan tanjakan lainnya di Pegunungan Alpen.

Saya juga menghadapi suhu panas yang menyengat di Yunnan dekat Tibet mencapai 45 derajat celcius. Velg roda belakang sepeda sampai meletus kepanasan. Suhu panas ini, menurut warga, baru terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Anomali ini sebagai salah satu bukti dari dampak perubahan iklim.

Masih ada lagi badai gurun di Pakistan selatan selama 45 menit, angin kencang di Yunani dan Jerman utara. Sepeda sempat melayang layang akibat tertiup angin. Badai salju dan dingin ekstrim di Latvia dan sekitarnya hingga menyentuh angka minus 26 derajat celcius.

Sementara itu, terkait perlintasan batas negara, setidaknya ada 5 border yang menguras tenaga untuk berpikir dan membutuhkan kesabaran. Pertama, di border Sadao, Thailand. Mobil tidak boleh masuk via border ini, kalau tanpa mobil boleh, entah mengapa. Akhirnya mobil berputar sejauh 300 kilometer ke border lainnya (Border Sungai Kolok).

Saya pun lanjut bersepeda dan bertemu mobil pengiring setelah beberapa hari karena jaraknya hampir 1.000 kilometer. Saya menyewa kendaraan setempat dan sopir untuk mendampingi sementara.

Kedua, di border Raxaul, India. Selepas dari Nepal saya akan melewati border ini untuk masuk ke India dan seterusnya. Parahnya ternyata visa India saya adalah visa elektronik. Visa ini diizinkan masuk India hanya melalui bandara atau pelabuhan.

Kami tidak boleh masuk melalui border darat. Saya perlu beberapa hari bertahan di Kathmandu, Nepal untuk urus masalah ini. Perwakilan KBRI Dakha yang berada di Kathmandu membantu melakukan negosiasi dengan Kedutaan India di Kathmandu namun tidak berhasil.

Jalur rawan

Akhirnya saya putuskan masuk India dengan pesawat terbang ke New Delhi lalu kembali ke border Raxaul via darat dengan naik mobil rental berjarak jarak 750 kilometer. Di border itu, saya menjemput mobil pengiring yang dikemudikankurir orang Nepal, bernama Suman. Dari sana, saya melanjutkan bersepeda menuju ke rute selanjutnya, salah satunya ke New Delhi.

Ketiga, di border Rimdan, Pakistan yang berbatasan dengan Iran. Persoalan di sini sama dengan masalah di border Sadao, Thailand yaitu mobil dari luar Pakistan dan Iran tidak boleh melintas di border ini.

Mobil kami harus melalui border Taftan jauh di utara dengan jarak 2.000 kilometer. Kami pun kembali lagi ke timur lalu utara dan akhirnya ke barat menuju border Taftan dengan melintasi wilayah Provinsi Bolikistan yang terkenal rawan.

Sungguh jauh dan berbahaya serangan teroris. Di wilayah provinsi ini sering terjadi serangan teroris. Itu sebabnya setiap 10 kilometer ada pos penjagaan polisi. Kami kemana-mana dalam kawalan polisi secara estafet.

Keempat border Mirjaveh, Iran. Di border ini saya harus menunggu dua hari semalam karena komputer imigrasi setempat mengalami gangguan. Saya bermalam di tenda di dalam kawasan border.

Kelima di border Kapikoy, Turki, petugas bea dan cukai memeriksa semua barang bawaan. Muatan mobil dibongkar dan periksa satu per satu hingga yang barang terkecil. Hal tersebut tidak pernah terjadi di border sebelumnya yang saya lewati. Pemeriksaan memakan waktu 9 jam. Sungguh melelahkan.

Sesuai aturan bahwa perpanjangan visa schengen harus dilakukan di negara asal masing-masing. Setelah melalui bantuan beberapa KBRI setempat yang saya lewati sejak dari Turki hingga Belanda ternyata tetap harus kembali ke Jakarta untuk mengurus perpanjangan visa tersebut. Maka inilah pengurusan surat-surat terjauh yang saya alami selama hidup yaitu dari Amsterdam ke Jakarta pergi-pulang (pp).

Kriminalitas

Gangguan kejahatan yang saya alami sebanyak 3 kali terjadi aksi pencurian, yaitu pencurian terhadap 2 unit sepeda saya di Kota Roma, Italia. Pencurian uang tunai di kamar hotel di Kota Chalus, Iran.  Pencurian barang-barang di dalam mobil saat parkir dengan memecahkan kaca jendela di Teheran. Lalu 1 kali mobil ditabrak orang mabuk saat parkir di depan hotel di Kota Tekirdag, Turki.

Kesehatan menjadi hal utama dalam utuhnya petualangan ini. Bukan hanya kesehatan saya pribadi semata tapi juga kesehatan keluarga di rumah, keluarga dekat, sahabat di tanah air dan lainnya. Juga termasuk crew atau teman seperjuangan dalam penjelajahan ini.

Sumber: Harian Kompas, kompas.id

Mujizat Tuhan, saya tidak pernah sakit maupun gejala sakit. Sayangnya crew yang satu per satu harus kembali ke Indonesia karena alasan kesehatan ataupun rindu rumah. Istri saya sempat harus diambil tindakan operasi namun Puji Tuhan, hal itu tidak terlaksana karena ternyata hasil diagnosa terakhir  belum membutuhkan tindakan operasi.

Patut disadari bahwa untuk melakoni medan berat penuh tantangan ini harus memiliki tiga syarat utama yaitu: Kekuatan fisik dan mental; keberanian untuk mengambil keputusan dengan segala resiko, dan sedikit gila (out of the box). Bila ketiga hal tersebut digunakan untuk menghadapi tantangan dan hambatan yang selalu menguras tenaga dan pikiran, maka akan berubah menjadi menyenangkan dan bahagia.

editor: JANNES EUDES WAWA

 

 

Share ini

Bisnis

Ambisi China, Swasembada Durian

JANNES EUDES WAWA

Published

on

Share ini
Oleh JANNES EUDES WAWA

China yang selama ini menjadi importir durian terbanyak di dunia ternyata ingin mandiri. Mereka sadar betul permintaan buah beraroma khas tersebut di pasar domestik terus meningkat dengan volume tanpa batas sehingga jangan sampai sepenuhnya bergantung pada negara lain. Ambisi Negeri Tirai Bambu ini adalah swasembada durian.

Itu sebabnya, setelah menghabiskan miliran dollar AS selama bertahun-tahun sebagai importir, sejak tahun 2018, China mulai membudidayakan durian. Budidaya tersebut terpusat di Provinsi Hainan. Daerah ini berada di wilayah paling selatan memiliki iklim tropis yang cocok untuk tanaman yang memiliki kulit berduri tersebut.

Usaha ini tidak dilakukan secara sporadis oleh segelintir petani, melainkan melalui kerjasama melibatkan semua pihak dengan dukungan penuh pemerintah China. Mereka bersama-sama merencanakan dan menyiapkan blue print swasembada durian dengan matang dan detail.

Kalangan perguruan tinggi bertugas melakukan riset yang mendalam dan detail guna menghadirkan bibit durian berkualitas terbaik dan mendapatkan lahan yang cocok. Mereka juga tidak sungkan mengundang para ahli durian dari Thailand, Vietnam dan Malaysia untuk berbagai pengalaman.

Durian khas Indonesia. Arsip Jelajah

Saat yang sama Pemerintah China menyiapkan irigasi atau waduk dan meluncurkan program subsidi untuk membantu petani dan pelaku agrobisnis. Bantuan tersebut meliputi antara lain distribusi bibit, pelatihan teknis pengolahan lahan dan perawatan tanaman serta modal usaha.

Langkah itu dilakukan serius, sebab durian termasuk tanaman tropis yang sensitf dan banyak pihak belum meyakini lingkungan alam China cocok dan mampu mendukung rencana dan ambisi tersebut. Belum lagi, waktu berbuah pertama baru terjadi setelah tiga hingga lima tahun merupakan sebuah tantangan  berat dan risiko ekonomi yang serius bagi petani perintis.

“Menanam durian di China  bukanlah hal mudah. Diperlukan upaya, eksperimen dan ketekunan selama bertahun-tahun,” kata Lang Haibo, perwakilan petani di Sanya, Provinsi Hainam. Dia mengaku, selain kebijakan pendukung, pemerintah China mendorong adanya inovasi teknologi dan pengembangan industri durian yang terintegrasi. (Antara 22/7/2025).

Perluas Area Budidaya

Melansir Produce Report terungkap Provinsi Hainan telah berkembang menjadi pusat produksi durian utama di China. Kurang lebih 2.000 hektar perkebunan durian yang tersebar di wilayah Sanya, Baoting, dan Ledong. Area budidaya terus meluas ke utara, dengan kualitas dan hasil panen yang menunjukkan peningkatan signifikan. Tahun 2026 ini ditargetkan dapat mencapai 100.000 hektar.

Khusus di Sanya, area perkebunan durian telah mencapai 600 hektar, di mana 40 persen  di antaranya sudah berbuah sejak tahun 2024. Produksi dari wilayah ini ditargetkan mencapai lebih dari 200 ton.

Situasi serupa terjadi di Baoting dengan 600 hektar dan 14 persen di antaranya juga mulai berbuah pada tahun 2024. Di Ledong, area budidaya mencapai 800 hektar melibatkan 18 perusahaan dan petani independen. Bahkan, sebuah “kota durian” sedang dirancang di area seluas 300 hektar. Mereka juga terus meningkatkan jumlah lahan perkebunan durian.

Bahkan, di Mingshan, Sanya, petani melakukan pola tumpang sari dengan menanam juga nanas, sirih dan pisang. Sambil menunggu panen durian mulai tahun kelima, petani dapat memperoleh sumber pendapatan dari komoditas yang ada.

Verietas Unggul

Presiden Asosiasi Durian Hainan sekaligus Manajer Umum Perusahaan Pertanian Hainan Youqi, Du Baizhong mengungkapkan, perusahaannya mengelola perkebunan durian sekitar 530 hektar di Sanya, 230 hektar di Ledong dan 120 hektar di Baoting. Produksi pertama pada 2023 dan 2024 sekitar 200 ton per tahun. Namun tahun 2025 produksi bisa mencapai minimal 2.000 ton. Saat itu sebagian besar pohon durian sudah berproduksi.

Pemerintah China serius berinvestasi dalam pengembangan varietas durian. Profesor Meng Lei dari Universitas Hainan menyatakan lembaga penelitian, perguruan tinggi, dan perusahaan di Hainan sedang aktif mengembangkan varietas baru. Mereka juga selalu aktif mengundang ahli durian dari Thailand, Malaysia dan Vietnam untuk berdiskusi.

Para ahli juga melakukan riset terhadap tanah yang ada di wilayah Hainan yang cocok  untuk budidaya durian. Hal ini sangat penting, sebab pada tahun 1950an petani di provinsi itu pernah melakukan budidaya durian, tetapi gagal. Kali ini mereka tak menginginkan kasus tersebut terulang kembali. Dari riset terkait kondisi tanah membuat keberhasilan budidaya durian tergolong tinggi. Kelangsungan hidup tanaman mencapai 98 persen.

Durian asli Bali. Arsip Jannes

China juga menginginkan peningkatan kualitas dan produktivitas buah. Termasuk di antaranya penemuan varietas tahan dingin sehingga dapat dibudidayakan di wilayah dengan garis lintang lebih tinggi. Akademi Ilmu Pengetahuan Pertanian Tropis Tiongkok telah menguji coba varietas ini di provinsi Guangxi dan Sichuan.

Sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas, beberapa petani di Hainan telah mengimpor bibit durian dari Malaysia, terutama varietas premium seperti Musang King dan durian duri hitam (black thorn). Mereka berambisi menemukan bibit durian yang mampu berproduksi sepanjang tahun.

Teknologi Budidaya

Demi kelancaran suplai air, pemerintah membangun irigasi atau waduk, memasang sistem irigasi otomatis yang dapat membantu menyalurkan air dan pupuk secara tepat. Petani juga menggabungkan penyiangan manual dan mekanis serta menggunakan pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan tanah.

Selama fase pertumbuhan awal, setiap pohon hanya boleh mempertahankan 2-5 buah. Tujuannya untuk memusatkan nutrisi, membantu pohon beradaptasi lebih baik dan meningkatkan kualitas buah di kemudian hari.

Bahkan, petani dan perusahaan Perkebunan durian di Hainan juga memanfaatkan sumber daya ikan laut untuk memproduksi pupuk berbasis ikan. Pupuk ini tidak hanya membantu buah durian berkembang lebih sempurna, tetapi juga berkontribusi pada rasa yang lebih kaya.

China juga mengembangkan model dan teknik pertanian yang sesuai untuk pengelolaan pupuk, irigasi, pengendalian hama dan penyakit, serta pertumbuhan. Termasuk mengembangkan teknologi perlakuan pembentukan bunga dan buah serta peningkatan produktivitas dan menstabilkan hasil panen di bawah kondisi tanah yang ada.

Termasuk penerapan teknologi irigasi, sistem hujan buatan dan peralatan air serta pemupukan yang teritegrasi, perangkat deteksi hama, analisa spora dan platform mahadata yang menyediakan informasi pemantauan perkembangan dan kondisi tanaman durian secara cepat (real time). “Sekarang dapat memantau kondisi kesehatan dan kebutuhan nutrisi setiap pohon durian secara nyata dan cepat,” ungkap Lang.

Inovasi Pascapanen

Inovasi juga merambah pada proses pascapanen. Hainan Youqi Agricultural Co, Ltd. telah mengembangkan lini produksi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk menyortir durian. Teknologi ini dapat secara otomatis mengidentifikasi kualitas buah dan memisahkan durian yang cacat, sehingga meningkatkan pengendalian mutu dan efisiensi penyortiran.

Perusahaan tersebut juga sedang menggalakkan produk-produk bernilai tambah, antara lain permen durian dan kue bulan durian. Hal itu untuk mendorong pertumbuhan industri sekunder durian.

Durian Indonesia Hanya Jago Kandang

Mengingat pada tahap awal, produksi durian masih sangat kecil sehingga harga durian asli China masih lebih tinggi dibanding durian impor. Namun demikian, yang dapat mereka tawarkan sebagai keunggulan adalah kesegeraran dan cita rasa yang lebih unggul berkat pertanian pintar lokal dan rantai pasokan yang lebih pendek.

China merupakan negara pengimpor sekaligus konsumen durian terbesar di dunia. Menurut data Administrasi Umum Kepabeanan (General Administration of Customs/GAC) China, total volume impor melonjak dari 298.800 ton pada 2015 menjadi sekitar 1,36 juta ton pada 2024. Nilai impor mencapai Rp 125 triliun.

Setiap tahun, permintaan impor durian selalu meningkat rata-rata tujuh persen. Hal ini menyadarkan petani dan perusahaan-perusahaan di China untuk mandiri sekaligus menekan impor durian. Jumlah penduduk China sebanyak 1,425 miliar jiwa adalah potensi pasar yang amat besar.

Gebrakan mandiri durian di China ini menjadi ancaman nyata bagi negara-negara produsen durian, seperti Thailand, Vietnam, Malaysia dan Indonesia. Apalagi, keempat negara tersebut selama ini menjadikan China sebagai tujuan utama ekspor durian.

Indonesia Perlu Antisipasi

Manuver China ini sebetulnya hal normal. Dengan pasar domestik yang sangat besar dan tidak terbatas itu sepantasnya jangan mengandalkan sepenuhnya pada negara lain. Ada risiko permainan harga sepenuhnya berada di tangan importir dan eksportir. Konsumen berpeluang menjadi korban.

Musim Durian Telah Tiba, Jangan Lewatkan!

Meski demikian, perlu menjadi perhatian kita bahwa China mampu memproduksi barang dengan harga murah. Hal juga berlaku pada komoditas buah-buahan. Jeruk, anggur dan apel dari China menguasai pasar Indonesia, sebab menawarkan harga murah dan kualitas bagus. Bukan tidak mungkin kelak kasus serupa juga terjadi pada durian. Durian China menyerbu pasar Indonesia.

Itu sebabnya, gerakan China ini seharusnya menjadi peringatan dini bagi pemerintah dan petani di Indonesia agar segera membenahi kembali usaha budidaya, distribusi dan pemasaran durian secara total dari hulu hingga hilir. Tujuannya untuk mendapatkan durian yang memiliki daging terbaik dengan harga yang ideal. Apalagi, belakangan ini harga durian cukup mahal, dan seringkali tidak masuk akal.

Indonesia yang memiliki penduduk kurang lebih 285 juta jiwa ini, dimana sekitar 80 persen di antaranya adalah penyuka durian menjadi pasar yang besar. Potensi ini juga bakal menjadi target China di masa depan. Jika harga durian China lebih murah dengan daging yang lebih berkualitas bukan tidak mungkin konsumen Indonesia bakal lebih memilih durian impor. (Habis)

 

Share ini
Continue Reading

Bisnis

Durian Indonesia Hanya Jago Kandang

JANNES EUDES WAWA

Published

on

Share ini
Oleh  JANNES EUDES WAWA

Indonesia boleh saja berbangga sebagai negara penghasil buah durian terbanyak di dunia. Bahkan memiliki keanekaragaman genetik sekitar 21 dari 27 spesies durian di dunia. Akan tetapi, durian Indonesia ternyata hanya jago kandang. Hampir 94 persen terdistribusi di pasar lokal. Sama sekali  tidak berdaya di pasar global.

Di pasar dunia justru Thailand dan Vietnam yang menjadi rajanya. Kedua negara ini menguasai 94,1 persen dari seluruh perdagangan durian. Indonesia hanya kebagian 0,043 persen. Sungguh ironis dan memprihatinkan. China tetap tercatat sebagai importir durian terbesar.

Berdasarkan data Trade Map dalam Durian Global Market Report oleh Plantation Internasional, volume ekspor durian di pasar global pada tahun 2024 sebanyak 1.372.863 ton. Dari jumlah itu, Thailand menjadi negara terdepan dalam memenuhi permintaan durian di pasar global dimana kontribusinya mencapai 857.400 ton atau 62,4 persen dengan nilai transaksi sekitar 4,39 miliar dollar AS setara Rp 71,42 triliun (kurs Rp 16.269 per dollar AS).

Jumlah ini meningkat siginifikan dibanding tahun 2018. Berdasarkan data dari pihak yang sama tercatat tahun 2022, misalnya, nilai ekspor durian Thailand mencapai 3,199 miliar dollar AS, dan tahun 2018 senilai 1,235 miliar dollar AS.

Berikutnya Vietnam. Negara ini melakukan gebrakan siginifikan sehingga tahun 2024 mampu mengekspor durian mencapai 435.700 ton atau 31,7 persen dengan nilai transaksi 3,3 miliar dollar AS setara Rp 53,6 triliun.

Durian Duri Hitam.

Sisanya diisi Hongkong yang pada tahun 2024 mengekspor 40.300 ton, Malaysia 22.400 ton, Filipina 16.000 ton, Indonesia hanya 591 ton, Bangladesh 227 ton, Kamboja 117 ton, Republik Dominika 82 ton dan Sri Lanka 46 ton.

Thailand Cerdas

Mengapa Thailand dapat menguasai pasar ekspor buah durian? Terobosan apa saja yang telah terjadi di negeri dalam beberapa tahun terakhir?

Thailand telah lama melihat potensi buah durian di pasar global. Pada tahun 2012, misalnya, negara itu sudah memiliki lahan tananam durian seluas 96.000 hektar, dan tahun 2019 melonjak tajam menjadi 152.000 hektar.

Bahkan, otoritas pertanian setempat menargetkan volume produksi buah durian di Thailand pada tahun 2022 mencapai 1,4 juta ton. Artinya terjadi peningkatan signifikan dari tahun 2019 sebanyak 656.777 ton.

Thailand sungguh cerdas. Negeri Gajah Putih itu bukan semata-mata membangun perkebunan durian skala besar dengan pengelolaan yang profesional, tetapi dengan serius mengembangkan riset yang mendalam, terpadu dan berkesinambungan guna menyediakan bibit berkualitas.

Mereka sadar betul bahwa hanya dengan bibit yang baik akan menghasilkan buah durian yang terbaik seperti keinginan konsumen. Thailand juga menyiapkan lahan khusus yang luas dan terawat. Tanaman mendapatkan perawatan, pemupukan yang rutin dengan pengairan yang teratur.

Permintaan yang tinggi di pasar luar negeri membuat sejumlah petani karet, singkong dan lainnya beralih menanam durian.  Dari sekian banyak jenis durian di Thailand, hanya tiga jenis menjadi unggulan. Ketiga jenis itu adalah Kanyao, Chanee dan Monthong. Sejauh ini durian Monthong yang paling terkenal.

Durian montong menjadi golden pillow, sebab memiliki rasa yang enak dan manis, tidak begitu beraroma, daging buah yang tebal dan pulen. Ukuran biji yang kecil dan pipih, serta kesegarannya bisa bertahan cukup lama. Beratnya berkisar 3 – 5 kilogram per buah. Ada pula yang mencapai 10 kilogram per buah.

Lebih dari 90 persen buah durian Thailand diekspor. Tujuan utama adalah China, lalu Hongkong, Korea Selatan, Amerika Serikat dan Jepang. Bahkan, Thailand juga menjajaki pasar di Timur Tengah.

Vietnam Bangkit

Di luar Thailand, ada Vietnam yang juga terus gencar mengembangkan tanaman durian. Target utama adalah merebut pasar China dalam volume yang sebanyak-banyaknya. jumlah penduduk China mencapai 1,425 miliar jiwa merupakan potensi pasar yang sangat besar. Bahkan, bermodalkan jaraknya yang dekat dengan China, Vietnam  menawarkan pengiriman melalui jalan darat sehingga dapat menekan biaya yang lebih rendah.

Ekspor melalui jalan darat dari Vietnam ke China hanya menempuh jarak sejauh 1.306 kilometer. Lama perjalanan maksimal tiga hari tentu menghemat biaya transportrasi. Hal ini membuat harga eceran durian di China pun lebih murah.

Harga durian Vietnam di China rata-rata 4 dollar AS per kilogram. Harga ini lebih rendah dibanding durian dari negara Asia Tenggara lainnya sekitar 6 dollar AS per kilogram. Tidak mengherankan permintaan durian dari Vietnam pun cukup tinggi. Pada semester I tahun 2023, Vietnam meraih devisa dari mengekspor buah durian ke China yakni  876 juta dollar AS atau setara Rp 13 triliun. Tahun 2024, Vietnam mendapatkan devisa sebesar 3,3 miliar dollar AS setara Rp 53,6 triliun.

Vietnam juga mengembangkan riset terpadu untuk menghasilkan durian yang dapat diproduksi sepanjang tahun. Sejauh ini Vietnam telah memiliki perkebunan durian seluas kurang lebih 150.000 hektar di kawasan Delta Mekong dan dataran tinggi.

Vietnam juga menandatangani protokol ekspor dengan China tahun 2022 dimana salah satu syarat yakni seluruh rantai pasok mulai dari penanaman hingga pengiriman harus dapat dilacak. Di dalam negeri juga pemerintah Vietnam menggalakkan peningkatan kualitas, inovasi teknologi pascapanen dan sistem logistik yang canggih. Hasilnya, ekspor durian Vietnam melonjak 7,8 kali lipat.

Refleksi untuk Indonesia

Timbul pertanyaan mengapa durian Indonesia masih kalah bersaing di pasar global?

Apakah mungkin Indonesia dapat menguasai pasar ekspor durian di pasar global? Jika mampu, apa yang perlu segera dilakukan pemerintah dan dunia usaha di Indonesia?

Secara umum, tanaman durian mampu tumbuh dan berkembang pada lahan dengan ketinggian 100-800 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan suhu udara berkisar 22-30 derajat celcius dan tidak toleran dengan suhu dingin. Curah hujan berkisar 1.500-3.000 mm per tahun dengan bulan basah dan kering yang jelas dan membutuhkan sinar matahari penuh sepanjang tahun.

Menikmati durian di Tele, kawasan Danau Toba. Arsip Jelajah Bike

Sejauh ini Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan merupakan wilayah yang cocok untuk budidaya tanaman durian. Meski demikian, sejumlah daerah seperti di Lombok, Flores, Sumbawa, Papua, Maluku, dan Kepulauan Riau ternyata selama ini menghasilan buah durian yang berkualitas baik.

Selama ini hampir 80 persen pohon durian di Indonesia tumbuh secara alami, dan nyaris tak pernah mendapatkan perawatan yang baik dan kontinyu. Akibatnya, produktivitas dan kualitas buah selalu rendah sehingga hanya memenuhi permintaan pasar domestik atau lokal. Buah yang ada sulit menembus pasar global, sebab mengalami sejumlah kendala baik teknis maupun nonteknis.

Empat Persoalan

Di luar itu, ada pula sejumlah masalah serius yang membelit usaha budidaya durian di Indonesia. Pertama, belum adanya riset tanaman durian yang terpadu. Akibatnya, belum tampak durian unggulan Indonesia dengan kualitas prima. Kalau pun ada, riset itu hanya menjadi konsumsi kalangan terbatas.

Kedua, selama ini budidaya durian cenderung secara tradisional, sebab umumnya hanya melibatkan petani dengan areal yang terbatas. Akibatnya, perhatian pada perawatan dan pemupukan tanaman sangat terbatas. Itu sebabnya, petani perlu dibekali pengetahuan tentang pemilihan bibit unggul, perawatan dan pemasaran. Kecerdasan petani menjadi salah satu kunci utama keberhasilan usaha durian. Negara harus terlibat langsung dalam upaya pencerdasan petani.

Ketiga, usaha budidaya tanaman durian belum banyak melibatkan perusahaan swasta untuk mengembangkan perkebunan skala besar yang mampu produksi sepanjang tahun dengan kualitas terbaik. Belakangan setelah melihat pasar yang tidak terbatas, pihak swasta mulai bergairah mengembangkan budidaya durian.

Kehadiran pihak swasta dapat mendorong adanya buah durian yang berkualitas, unggul dan sesuai standar global serta fokus ekspor. Karena pasar ekspor menuntut adanya kualitas, kuantitas dan kontiunitas. Dengan iklim tropis yang dimiliki Indonesia membentang dari Aceh hingga Papua memicu durian dapat berproduksi sepanjang dengan waktu produksi di setiap sentra yang berbeda-beda.

Durian di Balige, tepi Danau Toba. Arsip Jelajah Bike

Keempat, pemerintah perlu melakukan promosi buah durian unggulan Indonesia ke pasar global. Selama ini setidaknya ada tujuh durian Indonesia yang populer yakni durian montong, durian petruk, durian bawor, durian musang king, durian tembaga, durian bokor, durian duri hitam dan durian merah.

Ayo Bangkit

Sudah waktunya semua pihak mengerahkan segala kekuatan untuk mengembangkan tanaman durian secara lebih baik. Para petani perlu mendapatkan informasi yang akurat baik tentang perawatan tanaman dan prospek buah durian yang memiliki pasar tanpa batas.

Melalui informasi budidaya yang benar, petani pasti semakin bergairah. Mereka akan bekerja penuh semangat guna menghasilkan buah durian berkualitas tinggi dengan volume produksi yang besar. Apalagi dengan dukungan pasar yang luas dan harga yang tinggi, maka durian dapat menjadi salah satu andalan Indonesia meraup devisa.

Pasar domestik memang semakin menjanjikan. Akan tetapi, penjualan di pasar global juga perlu ditingkatkan. Di luar negeri pasar durian seolah tanpa batas. Penandatanganan protokol ekspor durian beku antara Indonesia dan China pada 25 Mei 2025 menjadi langkah yang bagus. Bahkan, sudah delapan perusahaan yang lolos verifikasi untuk mengekspor daging durian beku ke China. Sebuah peluang sudah terbuka lebar.

Ayoo bangkit durian Indonesia!! (Bersambung)

Baca juga:

Musim Durian Telah Tiba, Jangan Lewatkan!

Share ini
Continue Reading

Bisnis

Musim Durian Telah Tiba, Jangan Lewatkan!

JANNES EUDES WAWA

Published

on

Share ini
oleh JANNES EUDES WAWA

Sejak awal Desember 2025, penjualan buah durian semakin marak di Jakarta, Depok, Bekasi, Bogor, Tangerang dan sekitarnya. Harga pun bervariasi. Paling murah Rp 25.000 per kilogram. Maraknya penjualan buah beraroma khas menyengat ini menandakan musimnya telah tiba.

Setiap kali terjadi pergantian tahun, buah durian pun menyerbu kota. Tidak sedikit pula lapak bermunculan untuk memasarkan buah yang memiliki daging lembut seperti krim, berwarna kuning hingga putih, manis dan bertekstur unik tersebut.

Di setiap lapak, buah berkulit keras dan berduri ini tidak pernah sepi pembali. “Penggemar durian di Jakarta dan sekitarnya banyak banget sehingga gampang menjualnya. Tidak lebih dari dua hari sudah habis terjual,” kata Purwadi, penjual durian di Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (8/1/2026).

Dia mengaku saat ini durian dari Bengkulu, Jambi dan Palembang semakin banyak yang masuk di Jakarta. Sedangkan dari Sumatera Utara tahun ini sedikit berkurang akibat musibah banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat pada akhir November 2025.

Durian Jawa Timur dan Jawa Tengah juga mulai masuk Jakarta dan sekitarnya, tetapi jumlahnya masih terbatas. Minggu kedua Januari 2026 bakal makin banyak durian dari Jawa, Kalimantan dan Sulawesi menyerbu Jakarta.

Di antara begitu banyak durian, ada sejumlah jenis yang harganya lumayan mahal. Misalnya, durian montong Rp 100.000-Rp 120.000 per kilogram. Durian bawor Rp 200.000 per kilogram. Durian Masmuar Rp 300.000 per kilogram, durian musang king Rp 400.000 per kilogram. Termahal adalah durian duri hitam (black thorn) dan tembaga sekitar Rp 600.000 per kilogram.

Buah durian kian marak pertanda musimnya telah tiba. Arsiap Jannes

Kelebihan durian duri hitam yakni dagingnya berwarna kuning keemasan menyala dan tebal, cita rasa yang lezat, manis, legit, harum, sedikit pahit dan berbiji banyak. Testur buahnya sangat creamy. Komposisinya pas dan gampang meleleh di mulut.

“Meski mahal, tetapi lebih cepat laku terjual. Di Jakarta dan sekitarnya ada banyak penikmat durian. Mereka tidak peduli harga mahal, yang penting bagus dan sesuai selera,” ungkap Purwadi.

 Menunggu Festival

Selain warga, menurut Purwadi, sejumlah pelaku usaha yang memproduksi aneka produk berbahan baku durian, seperti es krim dan roti juga memburu daging durian. Mereka membeli untuk persediaan selama setahun. Itu sebabnya durian selalu habis terjual.

Aroma buah durian yang kuat itu selalu memicu respon yang ekstrim: cinta mati atau pembenci berat. Para pembenci menilai buah tersebut berbau busuk yang memincu untuk muntah sehingga patut dhindari dan dijauhkan. Sebaliknya pencinta durian mengklaim buah ini memiliki kelezatan tiada tara sehingga layak untuk berburu.

Biasanya pada Januari dan Februari sejumlah pihak selalu menggelar festival durian di beberapa daerah. Dalam kegiatan tersebut para petani, pedagang atau pemerintah daerah selalu menampilkan durian terbaik guna mempromosikan kepada publik. Para pemenang pun umumnya langsung mendapatkan pasar baik dalam jangka pendek maupun panjang.

“Saya selalu memburu festival durian untuk mencari jenis terbaik. Ada para petani atau kelompok tani yang selama ini tekun melakukan pencangkokan atau kawin silang dan mendapatkan buah yang bagus. Biasanya mereka promosikan itu dalam festival agar dapat dikenal publik. Saya mengincar durian-durian yang baru muncul itu untuk menjalin kontak dengan petani,” ungkap Udin, pegadang durian asal Bogor.

Puncak Musim

Buah durian memiliki penggemar fanatik yang tidak sedikit. Khusus di Indonesia, Yayasan Durian Nusantara pernah melakukan survei sederhana pada beberapa waktu lalu. Hasilnya, sekitar 80 persen atau 228 juta jiwa masyarakat Indonesia adalah penyuka buah durian. Dari jumlah itu, kurang lebih 36 persen atau 82 juta di antaranya penggemar sejati. Mereka maniak dan berani membeli buah durian meski harganya mahal.

Menariknya lagi konsumsi durian masyarakat Indonesia juga terus meningkat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) edisi Januari 2024 menyebutkan konsumsi daging buah durian pada tahun 2023 mencapai 2,372 kilogram per kapita per tahun. Jumlah tersebut melonjak cukup tinggi dibanding tahun 2020 rata-rata 1,031 kilogram per kapita per tahun.

Musim durian di Indonesia umumnya berlangsung selama Oktober hingga Maret dengan puncak panen pada Desember dan Januari. Namun puncak panen raya cenderung berbeda waktu untuk setiap wilayah. Pulau Sumatera, misalnya terjadi lebih awal. Menyusul Pulau Jawa, Kalimantan dan Sulawesi.

Keempat pulau ini menjadi sentra produksi durian. Populasi terbanyak di Jawa dan Sumatera. Pemicu adanya perbedaan waktu panen raya antara lain curah hujan, stabilitas sinar matahari dan jenis durian. Namun demikian, pohon durian tumbuh baik di hampir semua wilayah di Indonesia, tetapi dalam volume produksi yang terbatas.

Produksi Durian Indonesia tahun 2024 mencapai 1,96 juta ton. Jumlah ini meningkat cukup tinggi dibanding tahun 2023 sebanyak 1,85 juta ton. Produksi terbanyak di Provinsi Jawa Timur yang menyumbang 26,36 persen dari total produksi nasional. Untuk tahun 2025 volume produksi diperkirakan melebihi 2 juta ton.

Volume produksi pun menunjukkan kenaikan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) edisi Januari 2023 menyebutkan, produksi buah durian pada tahun 2022 sebanyak 1,71 juta ton. Jumlah ini meningkat 26,64 persen dari tahun 2021 sebanyak 1,35 juta ton.

Produsen Terbanyak

Volume yang besar ini membuat Indonesia menjadi produksi terbanyak di Asia Tenggara, bahkan dunia. Indonesia termasuk kaya akan keanekaragaman genetik, yakni memiliki 21 dari 27 spesies durian di dunia dan hingga tahun 2024 mendaftarkan sekitar 114 varietas unggul baru. Hal ini mengukuhkan posisi Indonesia sebagai “raja durian” kawasan Asia, tidak hanya dari segi kuantitas tetapi juga potensi varietas unggul.

Meski demikian, kebutuhan pasar buah durian di dalam negeri juga meningkat pesat sehingga masih mengimpor lagi. Pada tahun 2024 volume impor sebanyak 459,3 ton atau senilai 3,6 juta dollar AS setara Rp 58,9 miliar. Impor dari Malaysia dan Thailand.  Puncak impor terjadi pada Desember 2024 sebanyak 29,8 ton atau 246.700 dollar AS.

Durian duri hitam, salah satu durian termahal di Indonesia. Arsip

“Orang Indonesia umumnya maniak durian. Kadang mereka tak peduli dengan harga sedikit mahal. Kalau sudah kepingin, mereka pasti beli. Apalagi duriannya bagus,” lanjut Iwan yang mengaju berjualan durian tidak pernah rugi, sebab selalu laku terjual. Tetapi kuncinya buah durian harus benar-benar bagus. Rusak sedikit saja pasti takkan terbeli.

Itu sebabnya, para penjual selalu mengingatkan pegadang durian agar selektif dalam memasarkan buah durian. Bahkan, saat mengambil dari pengumpul di daerah harus sudah menyortir dengan ketat. Hal ini wajib dilakukan guna menghindari kerugian.

Pasar China Tak Terbatas

Penggemar buah durian tidak hanya masyarakat Indonesia, tetapi hampir merata di kawasan Asia Tenggara, terutama Malaysia, Singapura dan Thailand. Bahkan, dalam 10 tahun terakhir merambah ke China, Korea, Jepang, Amerika Utara, Eropa dan Australia. Uniknya, tanaman durian sejauh ini hanya cocok bertumbuh dan berkembang dengan baik di wilayah tropis, terutama Asia Tenggara.

Saat ini, mayoritas masyarakat di China tergolong penggemar berat. Buah durian telah menjadi makanan favorit di kalangan kelas menengah di China. Menjadi hadiah untuk orang istimewa pada acara keluarga atau pertunangan. Bahkan menjadi simbol status sosial dari pemberi hadiah. Para pelaku usaha juga melakukan beragam inovasi produk seperti hot pot durian, roti isi durian dan buffet bertema durian.

Di sisi lain, masyarakat China juga memandang daging durian sebagai sumber energi dan vitalitas sehingga menjadi pilihan favorit bagi mereka yang ingin meningkatkan kualitas kesehatan secara umum. Apalagi ada konsep qi atau kekuatan hidup, dimana budaya China sangat menghargai itu. Mereka selalu mempercayai makanan tertentu dapat membantu menyeimbangkan dan memperkuat energi tersebut.

Hal itu ikut memicu permintaan daging durian di China meningkat pesat. Negeri Tirai Bambu itu telah menjadi importir durian terbanyak di dunia. Tahun 2024, China mengimpor buah durian sekitar 1,37 juta ton dengan nilai transaksi mencapai 7,03  miliar dollar AS setara Rp 115,29 triliun (kurs 1 dollar AS = Rp 16.470). Jumlah ini meningkat 9,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Adanya pasar di luar negeri yang terbuka lebar tentu menjadi peluang besar bagi Indonesia. Akan tetapi, sejauh ini jangankan untuk ekspor, untuk pasar domestik pun buah durian yang diproduksi selalu tidak tercukupi. Permintaan selalu melampaui produksi.

Ada Peningkatan

Tahun 2024 misalnya, Indonesia mengekspor buah durian sekitar 591 ton dengan nilai transaksi kurang lebih 1,8 juta dollar AS atau Rp 29,4 miliar. Negara tujuan yakni China,

Malaysia, Singapura, Hongkong dan Jerman. Ekspor ke China berupa buah durian beku dengan veritas unggulan seperti durian bawor dan namlung.

Tahun 2023, total ekspor buah durian dari Indonesia sebanyak 230 ton. Jumlah ini meningkat cukup tinggi dibanding tahun 2020 sebanyak 105 ton dan tahun 2019 hanya 98 ton. Negara tujuan ekspor Malaysia, Singapura, Belanda dan Timur Tengah. Jadi, porsi ekspor masih terbatas, berkisar enam hingga tujuh persen dari total produksi.

Harga buah durian di China sebesar 10 dollar AS setara Rp 154.000 per kilogram. Di pasar Asia Tenggara rata-rata 6 dollar AS atau Rp 92.000 per kilogram. Harga ini masih jauh lebih mahal dua hingga tiga kali lipat dari yang berlaku di Indonesia. (Bersambung)

 

 

Share ini
Continue Reading
Advertisement

Kategori

Video

 

Advertisement

Trending

Copyright © 2017 Zox News Theme. Theme by MVP Themes, powered by WordPress.