
Oleh: STEFANUS WOLO ITU
Piala Eropa 2021 memang telah berakhir. Timnas Italia keluar sebagai juara. Tetapi yang mengejutkan warga dunia dalam ajang sepak bola paling bergengsi di Benua Eropa kali ini adalah Timnas Swiss menyingkirkan juara dunia Perancis pada babak 16 besar. Kesuksesan Swiss itu terus menjadi buah bibir yang tidak berkesudahan.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Nasional Bucharest, Rumania, Selasa (29/6/2021) malam itu La Nati, julukan untuk timnas Swiss sesungguhnya bukan unggulan. Pertarungan ini ibarat David dan Goliat dalam kisah kitab suci Perjanjian Lama.
Tetapi yang mengejutkan terjadi pada menit ke-15, Haris Seferovic membawa La Nati unggul 1-0. Keunggulan ini sirna pada babak kedua, sebab Les Bleus-julukan timnas Perancis mampu menciptakan tiga gol melalui aksi Karim Benzema pada menit ke-57 dan 59, serta Paul Pogba di menit ke-75.
Namun dewi fortuna sepertinya masih berpihak kepada La Nati. Pada menit ke-81, Seferovic kembali membobol gawang Perancis, disusul Mario Gavranovis pada menit ke-90 sehingga membuat posisi menjadi imbang 3-3.
Pertandingan pun berlanjut ke babak perpanjangan waktu. Namun, tak ada lagi gol yang tercipta sehingga memaksa dilakukan adu pinalti. Hasilnya, La Nati pun menyingkirkan Les Blues dengan kedudukan 5-4. Sukses ini membuat timnas Swiss menjadi salah satu episentrum pembincangan pencinta bola di Eropa dan dunia.
Swiss meski tidak mencapai puncak kejuaraan. Tapi mereka mencapai “final”. Final bagi mereka adalah menghancurkan raksasa sepak bola. Kali ini raksasa Les Bleus menjadi korban kepedisan sang “Koro Kedhi atau lombok kecil tapi pedis” La Nati.
Para pemain bersukacita. Warga Swiss bersorak sorai. Para simpatisan berdecak kagum. Si Daud kecil mengalahkan Sang Goliath. Pemain dan suporter Perancis sedih, kecewa, malu dan mungkin marah.
Seorang Suporter Les Bleus menggelar petisi online. Mereka meminta agar pertandingan Les Bleus lawan La Nati diulangi. Mereka memprotes posisi berdiri Yan Sommer saat eksekusi pinalti terakhir Kilian Mbape.
“Sommer berdiri di belakang garis tiang gawang dan tidak mengikuti ketentuan sebagai penjaga gawang saat adu pinalti”, kata penginisiatif petisi itu. Petisi ini berhasil meraih 252 ribu tanda tangan. Bahkan bisa mencapai 500 ribu tanda tangan. Apakah pertandingan itu akan diulangi? Saya kira mustahil!
Ulet, kompak dan tangguh
La Nati juga tampil asyik saat melawan “raksasa Spanyol”. Mereka tampil tanpa Sang Kapten, Jendral Lapangan Tengah, Granit Xhaka karena akumulasi kartu. Pada menit ke-77 mereka kehilangan Remo Freuler. Freuler diganjar kartu merah karena menjegal Gerard Moreno. Lengkaplah penderitaan La Nati!
Para pemain, suporter dan simpatisan La Nati kecewa. Mereka marah dan protes. Tapi wasit tetap pada keputusannya. Beberapa menit sesudahnya beredar foto sang wasit Michael Oliver di jagat maya. Di bawah foto wasit berkebangsaan Inggris berusia 36 tahun itu tertulis “Inilah Pemain ke 12 Spanyol”. Pasukan Vladimir Petkovic ini akhirnya kalah dalam drama adu pinalti.
Pertandingan ini amat menarik. Para pemain Swiss tampil sangat ulet dan kompak. Daya juang mereka luar biasa. Pemain Swiss rasanya tanpa beban. Tapi toh tetap punya ambisi dan harapan. Kalau bisa menjadi pemenang.
Pertandingan ini juga menegangkan. Keuletan dan daya juang pemain Swiss membuat pelatih, pemain dan suporter Spanyol pun ketar ketir. Mereka sempat ragu untuk lanjut ke babak berikut. “La Nati adalah Koro Kedhi!”
Sang arsitek La Furia Roja, Luis Enrique memberi apresiasi atas ketangguhan La Nati. “Kami menghabiskan banyak tenaga untuk mengalahkan mereka. Mereka adalah tim terlatih. Dan pengusiran Remo Freuler dari lapangan pertandingan telah mengubah total jalannya pertandingan,” kata mantan pelatih Barcelona itu.
Bravo La Nati. Kamu telah memberi warna tersendiri dalam konstelasi sepak bola Eropa kali ini. Kamu telah menjadi tim kebanggaan masyarakat Swiss. Nama kamu merdu disebut. Semerdu lagu kebangsaanmu Schweizerpsalm atau Mazmur Swiss karya Alberich Zwyssig.
Kamu tetap berkibar bersama kibaran bendera nasional Swiss. Bendera palang putih dengan latar belakang merah. Bendera ini tidak mewakili ideologi sebuah agama. Bendera ini adalah lambang karakter orang Swiss yang cinta damai dan penuh persaudaraan.
Sepak bola tidak sekedar adu fisik dan taktik. Sepak bola adalah juga adu kematangan batin dan pikiran. Lebih dari itu sepak bola adalah sebuah pertandingan kualitas persahabatan dan persaudaraan universal.
Punya 1.500 danau
Swiss adalah negara konfederasi. Nama resminya adalah Konfederasi Swiss. Nama ini merupakan terjemahan lurus dari bahasa-bahasa resmi yang digunakan di Swiss.
Kawasan Swiss-Perancis menyebutnya Confederation Suisse. Kawasan Swiss-Italia menyebutnya Confederazione Svizzera. Kawasan berbahasa Retor-Romanis menyebutnya Confederaziun Svizra. Dan Kawasan Swiss-Jerman tempat delapan Misionaris asal Flores, Nusa Tenggara Timur berkarya menyebutnya Schweizerische Eidgenossenschaft.
Nama ini sebenarnya berakar dari bahasa Latin: Confoederatio Helvetica atau disingkat CH. Singkatan CH ini digunakan dalam pelbagai dokumen resmi. Nama ini sebenarnya mengacu pada suku Celtic kuno atau Helvetians yang pernah mendiami kawasan pegunungan Alpen Swiss sekitar 2.000 tahun yang lalu.
Swiss termasuk negara kecil. Luasnya hanya 41.285 km persegi. Kira-kira 1/3 luas pulau Jawa. Jumlah penduduknya 8.279.700 juta jiwa dengan kepadatan penduduknya 195 orang per kilometer.
Swiss letaknya di Eropa Tengah-Barat. Batas-batas wilayahnya sebagai berikut. Utara dan utara timur laut berbatasan dengan Jerman. Saya bekerja di pinggir sungai Rhein, berbatasan dengan Jerman. Timur berbatasan dengan Austria dan Kerajaan Lichstenstein. Tenggara dan selatan berbatasan dengan Italia. Sedangkan barat, barat daya dan barat laut berbatasan dengan Perancis.
Sebagai negara federal, Swiss terdiri dari 26 Kanton. Kanton adalah nama untuk negara federal di Swiss. Saya misalnya tinggal di Kanton Aargau(AG). Kanton-kanton ini memiliki otonomi luas. Mereka menentukan aturan daerah secara ketat. Pemerintahan pusat di Bern mengurus masalah internasional, kehakiman, pertahanan dan keuangan negara.
Swiss menggunakan 4 bahasa resmi yaitu Jerman, Perancis, Italia dan Retoromanis. Bahasa Inggris bukan bahasa resmi. Tetapi bahasa Inggris bisa digunakan dalam urusan kuliah, pekerjaan di perusahaan-perusahan multinasional dan kerjasama internasional.
Adapun jumlah dan peta wilayah penggunaan bahasa resmi. 17 Kanton berbicara bahasa Swiss-Jerman. 4 Kanton berbahasa Swiss-Perancis. 1 Kanton berbahasa Italia. 3 Kanton bilingual: Jerman dan Perancis. Dan 1 Kanton trilingual: Jerman, Italia dan Retoromanis.
Swiss adalah sebuah negara multikultural, multilingual dan multietnis. Negara multi budaya, bahasa dan etnis. “Warna multi” ini misalnya tercermin dalam pasukan La Nati.
Saya coba melacak asal usul mereka. Yann Sommer, Steven Zuber, Remo Freuler, Silvan Widmer, Fabian Schär, Alexander Frei misalnya adalah nama-nama asli orang Swiss. Xherdan Shaqiri campuran Albania-Kosovo. Granit Xhaka berasal dari Kosovo. Mario Gavranovic berasal dari Kroatia. Amir Mehmedi dari Makedonia. Ricardo Rodriques dari Spanyol, Manuel Akanji dan sejumlah nama berasal dari kawasan Afrika.
Saya juga sempat berpikir bahwa salah seorang pemain Denis Zakaria berasal dari Flores NTT Indonesia. Khususnya dari kawasan Flores Tengah. Pemain muda potensial yang bermain di Borussia Mönchengladbach ini memiliki nama lengkap Denis Lemi Zakaria Lako Lado. Dia lahir di Jenewa dari ayah Zakaria Lako Lado dan ibu Rina Zakaria. Sebuah nama yang mirip dengan nama orang Bajawa, Nagekeo dan Ende Lio.
Swiss adalah negara tanpa laut, tetapi memiliki sekitar 1.500 danau. Danau-danau itu menjadi tempat pariwisata nan eksotik. Kapal-kapal lux dan mewah menghiasi danau-danau ini. Swiss berada di kawasan Alpen Eropa Tengah-Barat. Ada puncak-puncak terkenal dengan hamparan salju abadi. Sebut saja Monte Rosa, Matterhorn, Jungfrau, Pilatus, Titlis.
Swiss multikultural, multilingual, multietnis, tapi tetap satu. Jarang sekali kita mendengar ungkapan atau perlakuan diskriminasi rasial.Semboyan terkenal bangsa Swiss adalah Unus Pro Omnibus, Omnes Pro Uno. Artinya, Satu untuk Semua, Semua untuk Satu. Bila Anda ingin berteman dengan orang Swiss dan menyerap budaya Swiss, anda harus menghargai 3 karakteristik: Kejujuran, Ketepatan Waktu dan Kesopanan.
La Nati selalu di hati. Negara Swis menjadi negeri impian.
Stefanus Wolo Itu
Misionaris Fidei Donum KAE
di Keuskupan Basel Swiss
