Close Menu
  • Home
  • Perjalanan
  • Wisata
  • Sport
  • Bisnis
  • Cyling
  • Humaniora
  • Royke Lumowa Gowes Jakarta Paris
  • Login Artikel
  • Daftar Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Impor Mobil India (2): Koperasi Pun Jadi “Tabolabale”

Maret 3, 2026

Impor Mobil India (1): Tercekik Manuver Agrinas

Februari 28, 2026

Impor 105.000 Mobil Pikap, Agrinas Kangkangi Presiden Prabowo

Februari 25, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
LOGIN
Blalak.comBlalak.com
  • Home
  • Perjalanan
  • Wisata
  • Sport
  • Bisnis
  • Cyling
  • Humaniora
  • Royke Lumowa Gowes Jakarta Paris
  • Login Artikel
  • Daftar Artikel
Blalak.comBlalak.com
Home » Musim Durian Telah Tiba, Jangan Lewatkan!
Bisnis

Musim Durian Telah Tiba, Jangan Lewatkan!

JANNES EUDES WAWABy JANNES EUDES WAWAJanuari 11, 20261 Komentar7 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Pinterest LinkedIn
Durian duri hitam, salah satu durian termahal di Indonesia. Arsip
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
oleh JANNES EUDES WAWA

Sejak awal Desember 2025, penjualan buah durian semakin marak di Jakarta, Depok, Bekasi, Bogor, Tangerang dan sekitarnya. Harga pun bervariasi. Paling murah Rp 25.000 per kilogram. Maraknya penjualan buah beraroma khas menyengat ini menandakan musimnya telah tiba.

Setiap kali terjadi pergantian tahun, buah durian pun menyerbu kota. Tidak sedikit pula lapak bermunculan untuk memasarkan buah yang memiliki daging lembut seperti krim, berwarna kuning hingga putih, manis dan bertekstur unik tersebut.

Di setiap lapak, buah berkulit keras dan berduri ini tidak pernah sepi pembali. “Penggemar durian di Jakarta dan sekitarnya banyak banget sehingga gampang menjualnya. Tidak lebih dari dua hari sudah habis terjual,” kata Purwadi, penjual durian di Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (8/1/2026).

Dia mengaku saat ini durian dari Bengkulu, Jambi dan Palembang semakin banyak yang masuk di Jakarta. Sedangkan dari Sumatera Utara tahun ini sedikit berkurang akibat musibah banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat pada akhir November 2025.

Durian Jawa Timur dan Jawa Tengah juga mulai masuk Jakarta dan sekitarnya, tetapi jumlahnya masih terbatas. Minggu kedua Januari 2026 bakal makin banyak durian dari Jawa, Kalimantan dan Sulawesi menyerbu Jakarta.

Di antara begitu banyak durian, ada sejumlah jenis yang harganya lumayan mahal. Misalnya, durian montong Rp 100.000-Rp 120.000 per kilogram. Durian bawor Rp 200.000 per kilogram. Durian Masmuar Rp 300.000 per kilogram, durian musang king Rp 400.000 per kilogram. Termahal adalah durian duri hitam (black thorn) dan tembaga sekitar Rp 600.000 per kilogram.

Buah durian kian marak pertanda musimnya telah tiba. Arsiap Jannes

Kelebihan durian duri hitam yakni dagingnya berwarna kuning keemasan menyala dan tebal, cita rasa yang lezat, manis, legit, harum, sedikit pahit dan berbiji banyak. Testur buahnya sangat creamy. Komposisinya pas dan gampang meleleh di mulut.

“Meski mahal, tetapi lebih cepat laku terjual. Di Jakarta dan sekitarnya ada banyak penikmat durian. Mereka tidak peduli harga mahal, yang penting bagus dan sesuai selera,” ungkap Purwadi.

 Menunggu Festival

Selain warga, menurut Purwadi, sejumlah pelaku usaha yang memproduksi aneka produk berbahan baku durian, seperti es krim dan roti juga memburu daging durian. Mereka membeli untuk persediaan selama setahun. Itu sebabnya durian selalu habis terjual.

BACA JUGA:  Catatan Royke Lumowa (14): Pekan Paling Bahagia di Tibet

Aroma buah durian yang kuat itu selalu memicu respon yang ekstrim: cinta mati atau pembenci berat. Para pembenci menilai buah tersebut berbau busuk yang memincu untuk muntah sehingga patut dhindari dan dijauhkan. Sebaliknya pencinta durian mengklaim buah ini memiliki kelezatan tiada tara sehingga layak untuk berburu.

Biasanya pada Januari dan Februari sejumlah pihak selalu menggelar festival durian di beberapa daerah. Dalam kegiatan tersebut para petani, pedagang atau pemerintah daerah selalu menampilkan durian terbaik guna mempromosikan kepada publik. Para pemenang pun umumnya langsung mendapatkan pasar baik dalam jangka pendek maupun panjang.

“Saya selalu memburu festival durian untuk mencari jenis terbaik. Ada para petani atau kelompok tani yang selama ini tekun melakukan pencangkokan atau kawin silang dan mendapatkan buah yang bagus. Biasanya mereka promosikan itu dalam festival agar dapat dikenal publik. Saya mengincar durian-durian yang baru muncul itu untuk menjalin kontak dengan petani,” ungkap Udin, pegadang durian asal Bogor.

Puncak Musim

Buah durian memiliki penggemar fanatik yang tidak sedikit. Khusus di Indonesia, Yayasan Durian Nusantara pernah melakukan survei sederhana pada beberapa waktu lalu. Hasilnya, sekitar 80 persen atau 228 juta jiwa masyarakat Indonesia adalah penyuka buah durian. Dari jumlah itu, kurang lebih 36 persen atau 82 juta di antaranya penggemar sejati. Mereka maniak dan berani membeli buah durian meski harganya mahal.

Menariknya lagi konsumsi durian masyarakat Indonesia juga terus meningkat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) edisi Januari 2024 menyebutkan konsumsi daging buah durian pada tahun 2023 mencapai 2,372 kilogram per kapita per tahun. Jumlah tersebut melonjak cukup tinggi dibanding tahun 2020 rata-rata 1,031 kilogram per kapita per tahun.

Musim durian di Indonesia umumnya berlangsung selama Oktober hingga Maret dengan puncak panen pada Desember dan Januari. Namun puncak panen raya cenderung berbeda waktu untuk setiap wilayah. Pulau Sumatera, misalnya terjadi lebih awal. Menyusul Pulau Jawa, Kalimantan dan Sulawesi.

Keempat pulau ini menjadi sentra produksi durian. Populasi terbanyak di Jawa dan Sumatera. Pemicu adanya perbedaan waktu panen raya antara lain curah hujan, stabilitas sinar matahari dan jenis durian. Namun demikian, pohon durian tumbuh baik di hampir semua wilayah di Indonesia, tetapi dalam volume produksi yang terbatas.

BACA JUGA:  Jelajah Toba Samosir (2), Berbahagia Bersama Om Octo

Produksi Durian Indonesia tahun 2024 mencapai 1,96 juta ton. Jumlah ini meningkat cukup tinggi dibanding tahun 2023 sebanyak 1,85 juta ton. Produksi terbanyak di Provinsi Jawa Timur yang menyumbang 26,36 persen dari total produksi nasional. Untuk tahun 2025 volume produksi diperkirakan melebihi 2 juta ton.

Volume produksi pun menunjukkan kenaikan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) edisi Januari 2023 menyebutkan, produksi buah durian pada tahun 2022 sebanyak 1,71 juta ton. Jumlah ini meningkat 26,64 persen dari tahun 2021 sebanyak 1,35 juta ton.

Produsen Terbanyak

Volume yang besar ini membuat Indonesia menjadi produksi terbanyak di Asia Tenggara, bahkan dunia. Indonesia termasuk kaya akan keanekaragaman genetik, yakni memiliki 21 dari 27 spesies durian di dunia dan hingga tahun 2024 mendaftarkan sekitar 114 varietas unggul baru. Hal ini mengukuhkan posisi Indonesia sebagai “raja durian” kawasan Asia, tidak hanya dari segi kuantitas tetapi juga potensi varietas unggul.

Meski demikian, kebutuhan pasar buah durian di dalam negeri juga meningkat pesat sehingga masih mengimpor lagi. Pada tahun 2024 volume impor sebanyak 459,3 ton atau senilai 3,6 juta dollar AS setara Rp 58,9 miliar. Impor dari Malaysia dan Thailand.  Puncak impor terjadi pada Desember 2024 sebanyak 29,8 ton atau 246.700 dollar AS.

Durian duri hitam, salah satu durian termahal di Indonesia. Arsip

“Orang Indonesia umumnya maniak durian. Kadang mereka tak peduli dengan harga sedikit mahal. Kalau sudah kepingin, mereka pasti beli. Apalagi duriannya bagus,” lanjut Iwan yang mengaju berjualan durian tidak pernah rugi, sebab selalu laku terjual. Tetapi kuncinya buah durian harus benar-benar bagus. Rusak sedikit saja pasti takkan terbeli.

Itu sebabnya, para penjual selalu mengingatkan pegadang durian agar selektif dalam memasarkan buah durian. Bahkan, saat mengambil dari pengumpul di daerah harus sudah menyortir dengan ketat. Hal ini wajib dilakukan guna menghindari kerugian.

Pasar China Tak Terbatas

Penggemar buah durian tidak hanya masyarakat Indonesia, tetapi hampir merata di kawasan Asia Tenggara, terutama Malaysia, Singapura dan Thailand. Bahkan, dalam 10 tahun terakhir merambah ke China, Korea, Jepang, Amerika Utara, Eropa dan Australia. Uniknya, tanaman durian sejauh ini hanya cocok bertumbuh dan berkembang dengan baik di wilayah tropis, terutama Asia Tenggara.

BACA JUGA:  Mengenang Paus Silvester dan Benediktus XVI

Saat ini, mayoritas masyarakat di China tergolong penggemar berat. Buah durian telah menjadi makanan favorit di kalangan kelas menengah di China. Menjadi hadiah untuk orang istimewa pada acara keluarga atau pertunangan. Bahkan menjadi simbol status sosial dari pemberi hadiah. Para pelaku usaha juga melakukan beragam inovasi produk seperti hot pot durian, roti isi durian dan buffet bertema durian.

Di sisi lain, masyarakat China juga memandang daging durian sebagai sumber energi dan vitalitas sehingga menjadi pilihan favorit bagi mereka yang ingin meningkatkan kualitas kesehatan secara umum. Apalagi ada konsep qi atau kekuatan hidup, dimana budaya China sangat menghargai itu. Mereka selalu mempercayai makanan tertentu dapat membantu menyeimbangkan dan memperkuat energi tersebut.

Hal itu ikut memicu permintaan daging durian di China meningkat pesat. Negeri Tirai Bambu itu telah menjadi importir durian terbanyak di dunia. Tahun 2024, China mengimpor buah durian sekitar 1,37 juta ton dengan nilai transaksi mencapai 7,03  miliar dollar AS setara Rp 115,29 triliun (kurs 1 dollar AS = Rp 16.470). Jumlah ini meningkat 9,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Adanya pasar di luar negeri yang terbuka lebar tentu menjadi peluang besar bagi Indonesia. Akan tetapi, sejauh ini jangankan untuk ekspor, untuk pasar domestik pun buah durian yang diproduksi selalu tidak tercukupi. Permintaan selalu melampaui produksi.

Ada Peningkatan

Tahun 2024 misalnya, Indonesia mengekspor buah durian sekitar 591 ton dengan nilai transaksi kurang lebih 1,8 juta dollar AS atau Rp 29,4 miliar. Negara tujuan yakni China,

Malaysia, Singapura, Hongkong dan Jerman. Ekspor ke China berupa buah durian beku dengan veritas unggulan seperti durian bawor dan namlung.

Tahun 2023, total ekspor buah durian dari Indonesia sebanyak 230 ton. Jumlah ini meningkat cukup tinggi dibanding tahun 2020 sebanyak 105 ton dan tahun 2019 hanya 98 ton. Negara tujuan ekspor Malaysia, Singapura, Belanda dan Timur Tengah. Jadi, porsi ekspor masih terbatas, berkisar enam hingga tujuh persen dari total produksi.

Harga buah durian di China sebesar 10 dollar AS setara Rp 154.000 per kilogram. Di pasar Asia Tenggara rata-rata 6 dollar AS atau Rp 92.000 per kilogram. Harga ini masih jauh lebih mahal dua hingga tiga kali lipat dari yang berlaku di Indonesia. (Bersambung)

 

 

JANNES EUDES WAWA
Author: JANNES EUDES WAWA

Share. Facebook WhatsApp Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BACA JUGA

Impor Mobil India (2): Koperasi Pun Jadi “Tabolabale”

Maret 3, 2026

Impor Mobil India (1): Tercekik Manuver Agrinas

Februari 28, 2026

Impor 105.000 Mobil Pikap, Agrinas Kangkangi Presiden Prabowo

Februari 25, 2026

Impor Garam di Negeri Maritim

Februari 18, 2026

Ambisi China, Swasembada Durian

Januari 20, 2026

Durian Indonesia Hanya Jago Kandang

Januari 17, 2026

1 Komentar

  1. Pingback: Durian Indonesia Hanya Jago Kandang - blalak.com

Leave A Reply Cancel Reply

TERKINI

Impor Mobil India (2): Koperasi Pun Jadi “Tabolabale”

Maret 3, 2026

Impor Mobil India (1): Tercekik Manuver Agrinas

Februari 28, 2026

Impor 105.000 Mobil Pikap, Agrinas Kangkangi Presiden Prabowo

Februari 25, 2026

Pilpres 2029, Prabowo-Gibran Bakal Pisah Jalan

Februari 20, 2026

Anak SD Bunuh Diri di NTT, Duka Itu Menampar Sangat Keras

Februari 18, 2026

Impor Garam di Negeri Maritim

Februari 18, 2026
Blalak.com
© 2026 Blalak.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.