Close Menu
  • Home
  • Perjalanan
  • Wisata
  • Sport
  • Bisnis
  • Cyling
  • Humaniora
  • Royke Lumowa Gowes Jakarta Paris
  • Login Artikel
  • Daftar Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Impor Mobil India (2): Koperasi Pun Jadi “Tabolabale”

Maret 3, 2026

Impor Mobil India (1): Tercekik Manuver Agrinas

Februari 28, 2026

Impor 105.000 Mobil Pikap, Agrinas Kangkangi Presiden Prabowo

Februari 25, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
LOGIN
Blalak.comBlalak.com
  • Home
  • Perjalanan
  • Wisata
  • Sport
  • Bisnis
  • Cyling
  • Humaniora
  • Royke Lumowa Gowes Jakarta Paris
  • Login Artikel
  • Daftar Artikel
Blalak.comBlalak.com
Home » Netralitas Pemilu Butuh Pengawasan Masyarakat Sipil
Politik

Netralitas Pemilu Butuh Pengawasan Masyarakat Sipil

RedaksiBy RedaksiNovember 27, 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Pinterest LinkedIn
Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo,
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

JAKARTA, BLALAK-— Masyarakat perlu lebih giat mengawasi kerja lembaga penyelenggara Pemilu, yakni Bawaslu, KPU, TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara dan perangkat negara lainnya. Hal ini penting agar pihak-pihak tersebut tidak mengistimewakan pasangan calon presiden dan wakil presiden, serta partai politik tertentu dalam Pemilu 2024.

“Maka yang harus mendorong Bawaslu memainkan peranan untuk menjalankan tugas, mengawasi agar tidak terjadi penyimpangan dan tidak terjadi memberi keistimewaan kepada calon tertentu atau membiarkan pelanggaran itu terjadi” kata Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo, Senin (27/11/2023) di Jakarta.

Pemilu yang jujur dan adil (jurdil) hanya dapat terjadi kalau semua pihak bersama-sama mengawasi jalannya penyelenggaraan yang transparan agar bertindak netral dan tidak berpihak.

“Maka Bawaslu harus berperan secara aktif, kalau bawaslu tidak aktif, maka masyarakat harus mengingatkan, menegur, mengkritik, bahkan bisa masyarakat bisa memberikan mosi tidak percaya kepada bawaslu karena Bawaslu tidak menjalankan tugasnya,” imbuh Romo Benny.

Pengawasan berlapis

Pengawasan berlapis, baik oleh Bawaslu selaku penyelenggara maupun masyarakat sipil. Tindakan ini demi  keadaban bangsa dan terciptanya sebuah pemerintahan yang memiliki kepercayaan yang tinggi di mata publik.

“Kalau pemilu tahun ini dipenuhi dengan kecurangan, ketidakbahagian publik, dan pemilu itu penuh dengan cacat, maka jalannya pemerintahan akan… ya iyaa… Makanya jangan kita mempermainkan pemilu dengan menggunakan cara-cara yang penuh manipulatif,” jelas Romo Benny.

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo,

Jika semua pihak berkomitmen untuk menjaga jalannya pemilu yang Luber-Jurdil, netralitas bukan sekedar jargon, maka Pemilu dapat menjadi pesta demokrasi yang membawa kebahagiaan dan kesejahteraan.

BACA JUGA:  Pulau Terselatan Getarkan Jiwa

Romo Benny, yang juga rohaniawan Katolik ini menambahkan, elemen masyarakat disini termasuk tokoh agama. “Peranan tokoh agama memberikan kesejukan, pendidikan politik, dan paling penting bagaimana tokoh agama memberikan kesejukan dan tidak memprovokasi, tetapi memberikan kecerahan, agar pemilu yang adil dan damai, dan kita bersama-sama mengawalnya,“ ungkap Romo Benny.

Butuh kejujuran

Sementara itu, Ketua PBNU KH Ahmad Fahrurrozi (Gus Fahrur) berharap para penyelenggara pemilu mengedepankan kejujuran dalam menjalankan tugas. “Kita sangat berharap dan mengimbau bahwasanya kejujuran itu modal utama. Kunci keselamatan itu kejujuran. Makanya kita berharap semuanya mengutamakan kejujuran, hati nurani, agar terpilih pemimpin yang kredibel,” terangnya.

Menurutnya, ketika proses pemilihan pemimpin melanggar aturan dan tidak sesuai asas luber jurdil, maka akan menghasilkan pemimpin yang kurang terlegitimasi.

“Kalau prosesnya ada yang tidak benar itu kan kurang legitimate di masyarakat. Oleh karena itu kita berharap penyelenggara pemilu, KPU, Bawaslu, semua yang terlibat mari bersama-sama menjalankan amanah,” tandasnya.

Ia juga meminta masyarakat untuk terlibat aktif dalam proses pemilihan umum. Jika masyarakat abai terhadap pemilu, maka justru mereka yang merugi karena mendapatkan pemimpin dan pemerintahan yang kurang kredibel dan kurang legitimasi.

“Jadi, semua harus terlibat langsung. Justru kalau kita aktif ikut mengawasi, mengawal proses ini, ya kita akan rugi selama lima tahun,” tegasnya.

Ia juga meminta agar publik tidak pesimistis di tengah isu kecurangan dan ketidaknetralan Pemilu 2024. “Justru kita harus, ini kewajiban, untuk ikut dalam mengawasi. Jangan pesimistis, kita masih yakin masih banyak orang yang punya hati nurani,” tegasnya.(*)

editor: RED

 

Redaksi
Author: Redaksi

Share. Facebook WhatsApp Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BACA JUGA

Pilpres 2029, Prabowo-Gibran Bakal Pisah Jalan

Februari 20, 2026

Kritik Megawati Menjadi Peringatan Dini bagi Masyarakat

November 29, 2023

Pro Desa Jadi Identitas Politik Pasangan Ganjar-Mahfud

November 29, 2023

Mahfud Janji Tingkatkan Kesejahteraan Guru Ngaji

November 28, 2023

Jangan Ragukan Komitmen Ganjar Bangun Desa

November 28, 2023

Konsultan Politik Jangan Sembunyi di Balik Lembaga Survei

November 27, 2023
Leave A Reply Cancel Reply

TERKINI

Impor Mobil India (2): Koperasi Pun Jadi “Tabolabale”

Maret 3, 2026

Impor Mobil India (1): Tercekik Manuver Agrinas

Februari 28, 2026

Impor 105.000 Mobil Pikap, Agrinas Kangkangi Presiden Prabowo

Februari 25, 2026

Pilpres 2029, Prabowo-Gibran Bakal Pisah Jalan

Februari 20, 2026

Anak SD Bunuh Diri di NTT, Duka Itu Menampar Sangat Keras

Februari 18, 2026

Impor Garam di Negeri Maritim

Februari 18, 2026
Blalak.com
© 2026 Blalak.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.