Penulis: JANNES EUDES WAWA

Oleh  JANNES EUDES WAWA Indonesia boleh saja berbangga sebagai negara penghasil buah durian terbanyak di dunia. Bahkan memiliki keanekaragaman genetik sekitar 21 dari 27 spesies durian di dunia. Akan tetapi, durian Indonesia ternyata hanya jago kandang. Hampir 94 persen terdistribusi di pasar lokal. Sama sekali  tidak berdaya di pasar global. Di pasar dunia justru Thailand dan Vietnam yang menjadi rajanya. Kedua negara ini menguasai 94,1 persen dari seluruh perdagangan durian. Indonesia hanya kebagian 0,043 persen. Sungguh ironis dan memprihatinkan. China tetap tercatat sebagai importir durian terbesar. Berdasarkan data Trade Map dalam Durian Global Market Report oleh Plantation Internasional, volume ekspor…

Read More

oleh JANNES EUDES WAWA Sejak awal Desember 2025, penjualan buah durian semakin marak di Jakarta, Depok, Bekasi, Bogor, Tangerang dan sekitarnya. Harga pun bervariasi. Paling murah Rp 25.000 per kilogram. Maraknya penjualan buah beraroma khas menyengat ini menandakan musimnya telah tiba. Setiap kali terjadi pergantian tahun, buah durian pun menyerbu kota. Tidak sedikit pula lapak bermunculan untuk memasarkan buah yang memiliki daging lembut seperti krim, berwarna kuning hingga putih, manis dan bertekstur unik tersebut. Di setiap lapak, buah berkulit keras dan berduri ini tidak pernah sepi pembali. “Penggemar durian di Jakarta dan sekitarnya banyak banget sehingga gampang menjualnya. Tidak lebih…

Read More

Oleh JANNES EUDES WAWA Sekitar pukul 19.15, kami kembali berkumpul di Imah Gede untuk makan malam. Hari itu ada tiga kelompok tamu mengunjungi Kesepuhan Gelaralam, yakni tim Jejak Petualang Trans7, tim mahasiswa, dan rombongan Jelajah Citpagelar. Pengaturan makan dalam tiga bergelombang. Kami mendapatkan kesempatan terakhir. Menunya istimewa. Ada nasi merah dan nasi putih. Kedua jenis nasi berasal dari padi hasil panen tahun 2017. Untuk menjadi beras, warga menumbuk padi menggunakan alu dan lesung pada beberapa hari sebelumnya. Proses menanak nasi menggunakan kayu. Demikian pula dengan memasak sayur dan menggoreng ayam serta menu lain yang tersajikan malam itu. Saya menyempatkan diri…

Read More

Oleh JANNES EUDES WAWA Sabtu (6/12/2025) sekitar pukul 13.30, kami bergerak ke Gelaralam menggunakan 5 unit mobil double cabin, serta satu unit mobil Suzuki Jimmy dan stau unit Totoya Land Cruser milik om Joko Kus Sulistyo. Semua mobil memiliki dua gardan. Kami harus menggunakan mobil tipe sepertil ini karena akan melewati jalan makadam dan menanjak sejauh lebih dari 40 kilometer hingga mencapai kesepuhan tersebut. Setelah keluar dari jalan utama di Pelabuan Ratu, kami langsung menghadapi jalan yang sempit dengan lebar hanya sekitar dua meter. Tiga kilometer awal masih melewati jalan beraspal.  Selepas itu mulai menanjak dan berbatu. Jalan hanya berupa…

Read More

Oleh JANNES EUDES WAWA Puluhan tahun terakhir nyaris tidak ada lagi kampung yang memiliki stok pangan berlimpah. Malah selalu terjadi krisis pangan. Namun di Kesepuhan Gelaralam fakta menunjukkan sebaliknya. Warga kampung adat di lereng Gunung Halimun, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ini justru memiliki ketersediaan pangan yang berlimpah, mampu memenuhi kebutuhan hingga puluhan tahun ke depan. Hal ini terjadi karena masyarakat adat di Kesepuhan Gelaralam (dulu Ciptagelar) memiliki tradisi pertanian yang kuat warisan leluhur. Tradisi itu antara lain mewajibkan memiliki lumbung pangan adat atau leuit sebagai bagian dari sistem ketahanan pangan. Kehadiran leuit untuk memastikan pasokan beras dapat bertahan selama puluhan…

Read More

 Oleh: JANNES EUDES WAWA Pasukan Amerika Serikat dan sekutunya pada Kamis, 9 Agustus 1945 pukul 11.02 waktu Jepang atau 09.02 WIB menjatuhkan bom  atom di Kota Nagasaki, Jepang. Bom yang sangat dahsyat itu menghancurkan kota ini. Ribuan orang mati terpanggang dan menderita luka berat. Memiluhkan! Nasib Nagasaki memang sungguh malang, sebab kota ini sesungguhnya tidak pernah ada dalam daftar target pemboman. Sabtu, 9 Agustus 2025, dunia memperingati 80 tahun jatuhnya bom atom di Nagasaki. Pertengahan Maret 2004, Kyushu-Yamaguchi Economic Federation, organisasi yang beranggotakan 900 perusahaan di Kyushu-Yamaguchi, Jepang  mengundang empat media cetak ternama dari Asia untuk mengunjungi pulau itu. Dari…

Read More

Oleh JANNES EUDES WAWA Tidak seorang pun di Indonesia yang meragukan tentang keindahan panorama alam di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Keunggulan wilayah ini tidak semata-mata biawak raksasa Komodo, danau tiga warna Kelimutu atau Pulau Padar yang menawan. Masih banyak obyek lain baik alam maupun keunikan tradisi masyarakat yang selalu menjadi daya tarik yang besar bagi wisatawan nusantara dan mancanegara. Namun menjual potensi alam perlu dengan kerja kreatif  dan inovatif. Selama 15 tahun terakhir, pariwisata di Nusa Tenggara Timur berkembang pesat. Jumlah kunjungan wisatawan pada tahun 2010, misalnya, hanya 148.673 orang, tetapi pada, tahun 2024 mencapai 1,5 juta orang atau meningkat…

Read More

Oleh: JANNES EUDES WAWA Minggu 18 Mei 2025 sekitar pukul 05.30 WIB, keadaan Kledung Pas sudah terang benderang. Dari Hotel Dieng Kledung Pas tampak jelas Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing yang di depan dan belakang. Pantulan cahaya yang muncul dari balik gunung menjelang matahari terbit memancarkan panorama yang indah dan mengagumkan. Pagi itu, semua peserta Jelajah Sembilan Candi keluar dari kamar masing-masing. Mata mereka langsung tertuju ke arah kedua gunung tersebut. Melihat panorama indah yang tampak di puncak gunung, mereka pun mengabadikan momentum itu dengan kamera telepon genggam masing-masing. Keindahan yang terpancar dari puncak dan punggung gunung telah menghipnotis para…

Read More

Oleh: JANNES EUDES WAWA Jawa Tengah memiliki 18 kompleks candi atau terbanyak di Indonesia. Candi-candi itu tidak semata-mata menggambarkan peradaban manusia di masa lalu yang bertahan hingga kini. Bahkan, telah menjelma menjadi tempat wisata yang teramat populer. Menjelajahi candi dengan mengayuh sepeda adalah sebuah pilihan menarik, menyenangkan, seru dan menantang. Memadukan wisata, olahraga dan mengayah pengetahuan. Sabtu dan Minggu, yakni 17-18 Mei 2025 lalu, Jelajah Bike melakukan touring sepeda mengunjungi candi dengan nama Jelajah Sembilan Candi (J9C). Kami memulai perjalanan dari Hotel Santika Simpang Lima Semarang, Sabtu sekitar pukul 07.00 WIB melewati Lawang Sewu,  Klenteng Agung Sam Po Khong kemudian…

Read More

Oleh: JANNES EUDES WAWA Nama Jatiluhur sudah lama melegenda. Pemicu utama yakni adanya waduk terbesar di Indonesia yang memiliki kapasitas tampungan air sekitar 2,4 miliar meter kubik dengan genangan seluas 82 kilometer persegi. Di sana juga ada pembangkit listrik tenaga air yang memiliki kapasitas terpasang sebesar 187,5 megawatt (MW). Popularitas Jatiluhur itu selalu memunculkan rasa penasaran setiap orang untuk mengunjungi dan menjelajahi wilayah ini. Rasa penasaran tersebut akhirnya terbayar melalui event Susur Jatiluhur pada Sabtu, 22 Februari 2025. Jelajah Bike selaku penyelenggara menawarkan rute dengan jarak sejauh 34 kilometer atau hanya sebagian kecil dari keseluruhan waduk, namun melewati beberapa titik…

Read More