Close Menu
  • Home
  • Perjalanan
  • Wisata
  • Sport
  • Bisnis
  • Cyling
  • Humaniora
  • Royke Lumowa Gowes Jakarta Paris

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Impor Mobil India (2): Koperasi Pun Jadi “Tabolabale”

Maret 3, 2026

Impor Mobil India (1): Tercekik Manuver Agrinas

Februari 28, 2026

Impor 105.000 Mobil Pikap, Agrinas Kangkangi Presiden Prabowo

Februari 25, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
LOGIN
Blalak.comBlalak.com
  • Home
  • Perjalanan
  • Wisata
  • Sport
  • Bisnis
  • Cyling
  • Humaniora
  • Royke Lumowa Gowes Jakarta Paris
Blalak.comBlalak.com
Home » Ayo Kayuh Sepeda Keliling Bali !
Sport

Ayo Kayuh Sepeda Keliling Bali !

JANNES EUDES WAWABy JANNES EUDES WAWAJuni 6, 2023Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Pinterest LinkedIn
Panorama di Pantai Pemutaran, Kabupaten Buleleng, Bali. Foto Jannes Eudes Wawa
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Oleh: JANNES EUDES WAWA 

Siapa di antara kita yang tidak mengenal Bali? Pulau Dewata ini begitu populer di seantero dunia. Wisatawan dari seluruh penjuru dunia, termasuk para pesohor berdayun-duyun datang berlibur. Datangnya bukan sekali, melainkan berkali-kali. Tetapi tidak pernah terlontar rasa bosan. Daya pikat Bali memang sungguh luar biasa.

Hampir semua wilayah di Bali memiliki keunikan dan daya tarik. Ada yang berupa kekayaan alam. Ada pula yang  tradisi masyarakat setempat. Mereka menata dan mengemas semua kekayaan itu dengan unsur seni hasil kreativitas dan imajinasi warga setempat sehingga mampu menyedot perhatian wisatawan.

Panorama di Pantai Pemutaran, Kabupaten Buleleng, Bali. Foto Jannes Eudes Wawa

Kita tentu dapat memaklumi, sebab usaha pariwisata telah menjadi urat nadi kehidupaan masyarakat Bali. Mereka mengerjakan dan mengelola segala hal demi menyatu dengan pariwisata. Bermuara pada menjaring wisatawan. Kebiasaan ini telah berkembang sejak ratusan tahun silam, dan terus terpelihara hingga saat ini. Pariwisata telah menjadi darah daging warga di Bali.

Sebagai daerah tujuan wisata dunia, Bali juga memiliki tempat istimewa di kalangan pesepeda. Bersepeda di Bali sungguh menyenangkan dan selalu istimewa. Selain jalan yang beraspal mulus, masyarakat Bali juga memadukan panorama alam  dengan tradisi  sehingga membuat gairah mengayuh sepeda meninggi. Gowes seakan belum sempurna jika belum mengayuh sepeda di Bali.

Para pesepeda dari berbagai daerah selalu datang di Bali untuk bersepeda. Rute favorit antara lain dari Sanur ke Ubud dan Kintamani, atau Nusa Dua ke Kintamani. Ada pula yang memilih ke arah selatan yakni Pantai Melasti dan Uluwatu. Ada lagi yang gowes ke Jatiluwih dan Bedugul. Bahkan, ada yang mengayuh dari pura ke pura.

BACA JUGA:  Jelajah Ciptagelar (1): Jalan Panjang Menuju Gelaralam
Usaha pertanian di Bali tidak sebatas memproduksi bahan pangan. Tetapi juga jadi daya tarik wisata. Di tengah sawah selalu ada restoran, cafe ataupun villa yang selalu dikunjungi wisatawan. Foto: Jannes Eudes Wawa

Di Bali juga menawarkan paket touring sepeda dengan peserta yang terbatas selama beberapa hari. Sepeda disiapkan pengelola. Paket ini umumnya diminati wisatawan asing. Pengelola menawarkan rute menarik yang selalu terkait panorama alam dan tradisi masyarakat.

“Turis asing yang paling banyak minati touring sepeda di Bali. Mereka selalu luangkan waktu dua hingga tiga hari untuk gowes ke sejumlah tempat wisata sambil melewati sawah dan hutan. Waktu gowes hanya pagi hingga sekitar pukul 14.00. Setelah itu istirahat,” jelas Gede Cakranegara, pengelola perjalanan sepeda wisata di Bali.

Di antara rute-rute menarik itu yang paling menantang adalah mengelilingi Pulau Bali. Perjalanan umumnya melewati tepi pantai. Terbanyak berupa jalan datar, sekali-kali diselingi perbukitan berupa tanjakan dan turunan. Panorama didominasi keindahan pantai. Pantai-pantai di Bali selalu indah menawan.

Sejauh ini, menurut Gede, belum banyak pihak yang menggelar touring atau lomba balap sepeda mengelilingi Bali. Padahal, sensasinya luar biasa. “Gowes ke Ubud, Bedugul, Kintamani atau Uluwatu sudah biasa. Tetapi bersepeda mengelilingi Pulau Bali itu memiliki sensasi yang berbeda. Membutuhkan nyali dan ketahanan mental,” ujarnya.

Sisi Lain Bali

Itu sebabnya Jelajah Bike pun tertantang untuk memilih rute yang lebih menantang pada penyelenggaraan Jelajah Bali Bike tahun 2023. Setelah melalui berbagai pertimbangan lalu dipilih rute mengelilingi Pulau Bali.

Setidaknya ada 3 alasan memilih rute ini. Pertama, mengajak para pesepeda untuk mengenal Bali lebih utuh. Selama ini, para pesepeda umumnya gowes di wilayah selatan, tengah dan timur, lalu sekali-kali melewati jalur barat. Sedangkan jalur utara nyaris tidak pernah terlewati.

BACA JUGA:  Catatan Royke Lumowa (34): Mengunjungi Rumah Pemimpin Yugoslavia

Kedua, Bali sesungguhnya mulai berkembang dari  dari utara, terutama di Kota Singaraja. Di masa lalu, Singaraja merupakan ibukota Provinsi Sunda Kecil yang terdiri atas Bali dan Nusa Tenggara. Provinsi Sunda Kecil kemudian memekarkan diri menjadi tiga provinsi yakni Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur pada Desember 1958. Sejak saat itu, ibukota Provinsi Bali tidak lagi di Singaraja, melainkan Denpasar hingga sekarang.

Ketiga, Bali memang identik dengan Hindu. Tetapi Pulau Bali berkembang penganut agama lain, terutama Islam. Kawasan Bali barat dan sebagian wilayah utara cukup banyak dihuni umat Muslim. Mereka umumnya berasal dari Jawa Timur, dan sudah puluhan tahun hidup di Bali. Di kawasan ini berdiri cukup banyak masjid. Mereka hidup rukun dengan masyarakat asli Bali.

Jelajah Bali Bike 2023 akan dilakukan pada 23-25 Juni 2023. Peserta akan memulai perjalanan hari pertama dari Nusa Dua, lalu bergerak ke Kuta, Tanah Lot, Pantai Soka terus bergerak menyusuri pantai hingga di Gilimanuk. Dari sana, lalu menyusuri wilayah utara dan berakhir di Pemutaran di Kabupaten Buleleng.

Pemutaran juga masih berada di pesisir pantai. Daerah ini juga termasuk salah satu destinasi yang diminati wisatawan asing yang ingin menyepi. Hal itu tampak dari model penginapan yang ada umumnya berbentuk villa dan resort.

Penginapan di kawasan Pemutaran umumnya berbentuk villa atau resort. Hal ini karena wisatawan yang datang umumnya ingin menikmati ketenangan. Foto: Jannes Eudes Wawa

“Sebelum wabah Covid-19, wisatawan dari Eropa dan Amerika yang ingin ketenangan cenderung meminati wilayah Pemutaran. Mereka biasanya menyelam di sekitar Banyuwangi dan pulau-pulau kecil di utara Bali, lalu menginap di Pemutaran. Saat ini wisatawan seperti itu mulai masuk lagi di Pemutaran. Tetapi jumlahnya masih jauh dari ideal,” jelas Komang Dipa, pelaku pariwisata di Buleleng.

BACA JUGA:  Bali Yang Sulit Terlewatkan

Hari berikutnya, dari Pemutaran, peserta Jelajah Bali Bike akan menyusuri pantai utara Bali melewati Lovina dan Singaraja, lalu finis di Amed, Kabupaten Karangasem, ujung timur Bali. Di kawasan ini dapat menyaksikan matahari terbenam dengan panorama Gunung Agung. Saat ini Amed telah menjadi destinasi favorit. Saking indahnya panorama, ada yang mengatakan jangan tinggalkan Bali sebelum menikmati matahari terbenam di Amed.

Sunset Point di Amed menjadi salah satu lokasi terbaik untuk menikmati panorama matahari terbenam. Dari jauh tampak Gunung Agung. Foto: Dokumentasi Sunset Point Amed,

Hari ketiga, dari Amed bergerak ke arah tenggara menuju ke Istana Taman Ujung dan Goa Lawah di Kabupaten Klungkung, kemudian melewati Sanur dan Benoa, lalu finish di Nusa Dua. Total jarak sekitar 430 kilometer.

“Saya sudah beberapa kali bersepeda di Bali. Akan tetapi, belum sekali pun gowes keliling Bali. Maka, ketika ada event dari Jelajah Bike ini saya langsung memutuskan ikut. Ini pengalaman langka, dan pasti ada sensasi luar biasa,” kata Leontinus Alpha Edison, salah satu pendiri Tokopedia.

JANNES EUDES WAWA
Author: JANNES EUDES WAWA

Share. Facebook WhatsApp Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BACA JUGA

Durian Indonesia Hanya Jago Kandang

Januari 17, 2026

Musim Durian Telah Tiba, Jangan Lewatkan!

Januari 11, 2026

Jelajah Ciptagelar (3): Berdialog dengan Abah Ugi

Desember 15, 2025

Jelajah Ciptagelar (2): Perjuangan Berat Menuju Gelaralam

Desember 14, 2025

Jelajah Ciptagelar (1): Jalan Panjang Menuju Gelaralam

Desember 13, 2025

Tour d’ Entete: Flobamora Menggebrak Dunia

Agustus 1, 2025
Leave A Reply Cancel Reply

TERKINI

Impor Mobil India (2): Koperasi Pun Jadi “Tabolabale”

Maret 3, 2026

Impor Mobil India (1): Tercekik Manuver Agrinas

Februari 28, 2026

Impor 105.000 Mobil Pikap, Agrinas Kangkangi Presiden Prabowo

Februari 25, 2026

Pilpres 2029, Prabowo-Gibran Bakal Pisah Jalan

Februari 20, 2026

Anak SD Bunuh Diri di NTT, Duka Itu Menampar Sangat Keras

Februari 18, 2026

Impor Garam di Negeri Maritim

Februari 18, 2026
Blalak.com
© 2026 Blalak.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.