Close Menu
  • Home
  • Perjalanan
  • Wisata
  • Sport
  • Bisnis
  • Cyling
  • Humaniora
  • Royke Lumowa Gowes Jakarta Paris

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Impor Mobil India (2): Koperasi Pun Jadi “Tabolabale”

Maret 3, 2026

Impor Mobil India (1): Tercekik Manuver Agrinas

Februari 28, 2026

Impor 105.000 Mobil Pikap, Agrinas Kangkangi Presiden Prabowo

Februari 25, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
LOGIN
Blalak.comBlalak.com
  • Home
  • Perjalanan
  • Wisata
  • Sport
  • Bisnis
  • Cyling
  • Humaniora
  • Royke Lumowa Gowes Jakarta Paris
Blalak.comBlalak.com
Home » Durian, Pasar Tidak Terbatas dan Peluang Cuan Besar
Bisnis

Durian, Pasar Tidak Terbatas dan Peluang Cuan Besar

JANNES EUDES WAWABy JANNES EUDES WAWADesember 21, 20231 Komentar7 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Pinterest LinkedIn
Gading durian yang legit
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
Oleh: JANNES EUDES WAWA

Awal Desember 2023, saya bertemu seorang teman di Jakarta. Dia bercerita dengan penuh semangat tentang prospek buah durian yang begitu besar. Jangankan ekspor, untuk pasar domestik saja permintaan selalu jauh melampaui ketersediaan barang. Dia pun memutuskan  menanam durian dalam skala besar.

Durian adalah tanaman tropis yang sesungguhnya hanya berkembang di wilayah Asia Tenggara. Indonesia termasuk salah satu tempat asal tanaman ini. Bahkan, Indonesia memiliki 117 jenis durian yang terdaftar. Jumlah tersebut merupakan terbanyak di dunia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, produksi buah durian pada tahun 2022 sebanyak 1,71 juta ton. Jumlah ini meningkat 26,64 persen dari tahun 2021 sebanyak 1,35 juta ton.

Gading durian yang legit. Foto; arsip

Ada lima provinsi yang menyumbang produksi terbanyak pada tahun 2022 yakni Jawa Timur sebanyak 419.913 ton. Berikutnya Sumatera Barat 304.119 ton, Jawa Tengah 211.898 ton, Sumatera Utara 119.271 ton, dan Jawa Barat 80.334 ton.

Tanaman durian yang produktif pada tahun 2019 terdata seluas 105.344 hektar. Ini bertambah cukup drastis dari tahun 2018 sekitar 56.655 hektar. Peningkatan ini juga karena permintaan yang cukup tinggi. Buah durian selalu habis terjual.

Saat ini, pasar domestik menyerap hampir 93,9 persen. Kondisi tersebut cukup wajar, sebab jumlah penduduk Indonesia sekitar 280 juta jiwa merupakan pasar yang besar. Apalagi masyarakat Indonesia umumnya adalah penggemar buah durian.

Buah duren, selain langsung dimakan. Belakangan ada yang mulai mengolah menjadi sejumlah produk ikutan, seperti es krim rasa durian, dan roti durian.  Permintaan pun cukup tinggi.

Sementara itu, porsi ekspor hanya kebagian enam hingga tujuh persen. Tahun 2020, misalnya, total volume ekspor buah durian dari Indonesia kurang lebih 105 ton. Jumlah ini hanya meningkat tujuh ton dari tahun 2019 yakni sekitar 98 ton. Tahun 2022 sekitar 230 ton. Negara tujuan ekspor antara lain Malaysia, Singapura, Belanda dan Timur Tengah.

Thailand raja eskpor

Data dari HSBC pada pertengahan September 2023 menyebutkan, permintaan buah durian di pasar dunia mengalami kenaikan sekitar 400 persen. Pemicunya adalah permintaan masyarakat China yang melonjak tajam.

Di sana, buah durian tidak semata-mata buah untuk melengkapi makan, melainkan menjadi hadiah untuk orang-orang istimewa pada acara keluarga atau pertunangan. Buah durian menjadi simbol status sosial dari si pemberi hadiah. Buah durian juga telah menjadi makanan favorit masyarakat kelas menengah di China.

BACA JUGA:  Impor 105.000 Mobil Pikap, Agrinas Kangkangi Presiden Prabowo
Durian di Padang. Semua terserap pasar lokal. Foto: Jannes Eudes Wawa

Selama dua tahun terakhir, China telah menghabiskan dana Rp 91,8 triliun khusus untuk mengimpor buah durian. Biaya ini mencapai 91 persen dari total permintaan global.

Harga buah durian di “negeri tirai bambu” sebesar 10 dollar AS setara Rp 154.000 per kilogram. Padahal di pasar Asia Tenggara rata-rata 6 dollar AS atau Rp 92.000 per kilogram. Harga ini jauh lebih mahal dua kali lipat dari yang berlaku di Indonesia.

Hingga kini, Thailand menjadi negara yang terdepan dalam memenuhi permintaan buah durian di pasar global. Bahkan, Thailand memenuhi 90 persen dari total kebutuhan di China dengan mendapatkan devisa sebesar Rp 46 triliun pada tahun 2022. Pemerintah China menargetkan, devisa ini bakal meningkat mencapai Rp 50 triliun pada tahun 2023.

Jeli melihat peluang

Mengapa Thailand dapat menguasai pasar ekspor buah durian? Terobosan apa saja yang telah terjadi di negeri dalam beberapa tahun terakhir?

Thailand sepertinya telah lama melihat potensi buah durian di pasar global. Lihat saja pada tahun 2012, misalnya, negara itu sudah memiliki lahan tananam durian seluas 96.000 hektar, tetapi tahun 2019 melonjak tajam menjadi 152.000 hektar.

Bahkan, otoritas pertanian setempat menargetkan volume produksi buah durian di Thailand pada tahun 2022 mencapai 1,4 juta ton. Artinya terjadi peningkatan signifikan dari tahun 2019 sebanyak 656.777 ton.

Memang, sejak belasan tahun lalu, Thailand telah membangun perkebunan durian skala besar dengan pengelolaan yang profesional. Mulai dari penyediaan bibit berkualitas. Bibit bermutu lahir melalui pengembangan riset yang terpadu dan berkesinambungan.

Jangan lewatkan!!

Pelita Air, Emas Baru di Langit Nusantara

Mereka sadar betul bahwa hanya dengan bibit yang baik akan menghasilkan buah durian yang terbaik seperti keinginan konsumen. Thailand juga menyiapkan lahan khusus yang luas dan terawat. Tanaman mendapatkan pemupukan yang rutin dengan pengairan yang baik.

Permintaan yang tinggi di pasar luar negeri membuat sejumlah petani karet, singkong dan lainnya beralih menanam durian.  Dari sekian banyak jenis durian di Thailand, hanya tiga jenis menjadi unggulan. Ketiga jenis itu adalah Kanyao, Chanee dan Monthong. Sejauh ini durian Monthong yang paling terkenal.

BACA JUGA:  Saatnya Turunkan Tarif Tiket Pesawat Domestik

Durian monthong menjadi golden pillow, sebab memiliki rasa yang enak dan manis, tidak begitu beraroma, daging buah yang tebal dan pulen. Ukuran biji yang kecil dan pipih, serta kesegarannya bisa bertahan cukup lama.  Beratnya berkisar 3 – 5 kilogram per buah. Ada pula yang mencapai 10 kilogram per buah.

Dalam pengembangan durian, Thailand tidak hanya memperluas areal tanam. Tetapi juga meningkatkan produksi dan kualitas buah. Itu sebabnya volume produksi bertambah setiap tahun.

Lebih dari 90 persen buah durian Thailand diekspor. Tujuan utama adalah China, lalu Hongkong, Korea Selatan, Amerika Serikat dan Jepang. Bahkan, Thailand juga menjajaki pasar di Timur Tengah.

Vietnam bangkit

Di luar Thailand, ada Vietnam yang juga terus gencar mengembangkan tanaman durian. Target utama adalah merebut pasar China dalam volume yang sebanyak-banyaknya. Bahkan, bermodalkan jaraknya yang dekat dengan China, Vietnam menawarkan pengiriman melalui jalan darat sehingga dapat menekan biaya yang lebih rendah.

Ekspor melalui jalan darat dari Vietnam ke China hanya menempuh jarak sejauh 1.306 kilometer. Lama perjalanan maksimal 3 hari sehingga dapat menghemat biaya transportrasi. Hal ini membuat harga eceran di China pun lebih murah.

Saat ini harga durian Vietnam di China terjual dengan harga rata-rata 4 dollar AS per kilogram. Harga ini lebih rendah  dari yang berlaku di pasar Asia Tenggara sekitar 6 dollar AS per kilogram.

Para pesepeda event Jelajah Toba Samosir menikmati duren di puncak Tele. Foto: Arsip Jelajah Bike

Itu sebabnya permintaan durian dari Vietnam pun cukup tinggi. Pada semester I tahun 2023, Vietnam meraih devisa dari mengekspor buah durian ke China yakni  876 juta dollar AS atau setara Rp 13 triliun.

Sementara buah durian dari negara di Asia Tenggara lain, seperti Thailand rata-rata 10 dollar AS per kilogram. Kondisi ini karena jalur pengiriman melalui darat dan laut sehingga memakan waktu minimal empat hari. Dampaknya harga menjadi lebih mahal.

BACA JUGA:  Kompetisi IBL 2024, Penetrasi Pasar Pelita Air

Entah apa yang terjadi hingga sejauh ini tanaman durian yang salah satu komoditas yang sulit berkembang di China. Padahal, masyarakat setempat kian menggemari buah ini.

Itu sebabnya, dengan memiliki jumlah penduduk mencapai 1,425 miliar jiwa menjadikan China sebagai pasar yang teramat besar bagi buah durian. Artinya, komoditas ini memiliki pasar tanpa batas.

Tantangan untuk RI

Kondisi ini menjadi kesempatan yang besar bagi Indonesia. Dengan memiliki lahan teramat luas, dan jenis durian yang begitu banyak seharusnya Indonesia menjadi salah satu pemain utama dalam bisnis komoditas ini di pasar global, terutama China.

Namun, fakta menunjukkan, ekspansi buah durian di pasar global sangat minim. Salah satu pemicunya adalah permintaan di pasar domestik pun selalu jauh melebihi suplai.

Di luar itu, sebetulnya sedang terjadi sejumlah masalah yang membelit Indonesia. Pertama, belum adanya riset tanaman durian yang terpadu. Akibatnya, belum tampak durian unggulan Indonesia. Kalau pun ada, riset itu hanya menjadi konsumsi kalangan terbatas.

Kedua, selama ini budidaya durian cenderung secara tradisional, sebab umumnya hanya melibatkan petani dengan areal yang terbatas. Akibatnya, perhatian pada perawatan dan pemupukan tanaman pun sangat terbatas.

Buah durian yang dijual di tepi jalan. Durian Indonesia masih fokus pada pasar domestik. Foto: Arsip Jelajah Bike

Ketiga, usaha budidaya tanaman durian belum banyak melibatkan perusahaan swasta yang mengembangkan perkebunan skala besar. Belakangan setelah melihat pasar yang tidak terbatas, antusiasme pelaku usaha mengembangkan budidaya durian semakin meningkat.

Kehadiran pihak swasta dapat mendorong adanya buah durian yang berkualitas, unggul dan sesuai standar global serta fokus ekspor. Karena pasar ekspor menuntut adanya kualitas, kuantitas dan kontiunitas.

Keempat, perlu promosi buah durian unggulan Indonesia kepada dunia. Hal tersebut menjadi tugas dan kewajiban pemerintah. Langkah ini akan memudahkan durian Indonesia menembus pasar global.

Sudah waktunya semua pihak mengerahkan segala kekuatan untuk mengembangkan tanaman durian secara lebih baik. Para petani perlu mendapatkan informasi yang akurat baik tentang perawatan tanaman dan prospek buah durian yang memiliki pasar tanpa batas.

Melalui informasi budidaya yang benar, petani pasti semakin bergairah. Mereka akan bekerja penuh semangat guna menghasilkan buah durian berkualitas tinggi dengan volume besar.

Apalagi dengan dukungan pasar yang luas dan harga yang tinggi, maka tanaman durian dapat menjadi andalan utama petani. Durian  mampu menyejahterakan petani.

JANNES EUDES WAWA
penikmat durian

Catatan Royke Lumowa (27): Mulai Berteman dengan Dingin dan Salju

 

 

 

 

JANNES EUDES WAWA
Author: JANNES EUDES WAWA

Share. Facebook WhatsApp Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BACA JUGA

Impor Mobil India (2): Koperasi Pun Jadi “Tabolabale”

Maret 3, 2026

Impor Mobil India (1): Tercekik Manuver Agrinas

Februari 28, 2026

Impor 105.000 Mobil Pikap, Agrinas Kangkangi Presiden Prabowo

Februari 25, 2026

Impor Garam di Negeri Maritim

Februari 18, 2026

Ambisi China, Swasembada Durian

Januari 20, 2026

Durian Indonesia Hanya Jago Kandang

Januari 17, 2026

1 Komentar

  1. Pingback: Catatan Royke Lumowa (28): Akhirnya Naik Balon Raksasa di Cappadocia - blalak.com

Leave A Reply Cancel Reply

TERKINI

Impor Mobil India (2): Koperasi Pun Jadi “Tabolabale”

Maret 3, 2026

Impor Mobil India (1): Tercekik Manuver Agrinas

Februari 28, 2026

Impor 105.000 Mobil Pikap, Agrinas Kangkangi Presiden Prabowo

Februari 25, 2026

Pilpres 2029, Prabowo-Gibran Bakal Pisah Jalan

Februari 20, 2026

Anak SD Bunuh Diri di NTT, Duka Itu Menampar Sangat Keras

Februari 18, 2026

Impor Garam di Negeri Maritim

Februari 18, 2026
Blalak.com
© 2026 Blalak.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.