Close Menu
  • Home
  • Perjalanan
  • Wisata
  • Sport
  • Bisnis
  • Cyling
  • Humaniora
  • Royke Lumowa Gowes Jakarta Paris
  • Login Artikel
  • Daftar Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Impor Mobil India (2): Koperasi Pun Jadi “Tabolabale”

Maret 3, 2026

Impor Mobil India (1): Tercekik Manuver Agrinas

Februari 28, 2026

Impor 105.000 Mobil Pikap, Agrinas Kangkangi Presiden Prabowo

Februari 25, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
LOGIN
Blalak.comBlalak.com
  • Home
  • Perjalanan
  • Wisata
  • Sport
  • Bisnis
  • Cyling
  • Humaniora
  • Royke Lumowa Gowes Jakarta Paris
  • Login Artikel
  • Daftar Artikel
Blalak.comBlalak.com
Home » Jangan Jerumuskan TNI/Polri dalam Politik Praktis Pilpres 2024
Politik

Jangan Jerumuskan TNI/Polri dalam Politik Praktis Pilpres 2024

RedaksiBy RedaksiNovember 16, 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Pinterest LinkedIn
Muradi
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

JAKARTA, BLALAK— Guru Besar Politik, Ketahanan, dan Keamanan Universitas Padjadjaran Muradi menegaskan netralitas TNI dan Polri sudah harga mati. Karena itu, semua jajaran kedua institusi negara tersebut wajib menjaga dan menjunjung tinggi, sebab sikap tersebut berkaitan langsung dengan citra lembaga di mata masyarakat.

“ASN, TNI, Polri, kemudian BIN itu harus berada dalam posisi yang menjaga jarak. Karena dalam konteks TNI/Polri mereka kan punya kultur komando, jiwa korsa yang pada akhirnya itu akan membuat tidak objektif di mata publik,” tegas Muradi di Jakarta, Kamis (16/11).

Terkait pelibatan TNI/Polri dalam pemenangan salah satu pasangan calon dan partai politik tertentu, Muradi menyatakan bahwa para personil TNI/Polri pun menginginkan mereka bisa bekerja profesional. “Itu yang  yang menjadi diskursus dalam internal TNI-Polri. Karena kalau kita melihat, mereka menginginkan tentara dan polisi yang profesional. Jadi kalau kita diskusi, mereka tidak ingin ditarik sana-sini,” ujar Muradi yang mengajar di banyak lembaga pendidikan polisi dan tentara.

Ingin profesional

Menurut Muradi, sikap profesional itu membuat kedua lembaga berdiri tegak di kancah nasional maupun internasional. “Karena dengan sikap profesional itu mereka bisa lebih berdaya dan punya wibawa di mata publik dan internasional,” tegasnya.

Muradi

Memang telah ada pernyataan terbuka dari petinggi TNI/Polri bahwa mereka netral dalam pemilu. Hal itu patut menjadi panduan bagi seluruh aparat. Kalaupun ada instruksi tertutup, Muradi menganggap hal itu sama dengan memundurkan lembaga.

“Apakah itu memang menjadi bagian dari strategi yang bersifat tertutup atau terbuka. Kalau tertutup, ya saya merasa tentara dan polisi kembali ke jaman purba. Jaman ketika mereka tidak lagi profesional,” tegasnya.

Potensi perluasan militer

Sementara itu, Pengamat Militer dari ISESS, Khairul Fahmi mengatakan, kekhawatiran bahwa calon presiden tertentu akan kembali memberikan peran sangat besar pada militer agak berlebihan.

BACA JUGA:  Konsultan Politik Jangan Sembunyi di Balik Lembaga Survei

“Saya kira kurang tepat jika kemudian kekhawatiran itu hanya dilekatkan pada Prabowo. Merujuk pada Presiden Jokowi hari ini yang notabene merupakan sosok sipil namun dinilai banyak pihak telah membuka jalan untuk perluasan peran militer,” kata Fahmi. Hal itu tertuang dalam UU Aparatur Sipil Negara (ASN), bahwa Jabatan ASN tertentu dapat diisi dari prajurit TNI dan anggota Polri.

Kemudian berkaitan dengan Pilpres 2024, ada sejumlah purnawirawan bergabung dalam tim pemenangan semua Capres-Cawapres. “Saya kira tidak ada garansi bahwa kandidat lain tidak akan memberi peran besar pada militer. Faktanya, dalam tim pemenangan saja semua  pasangan calon melibatkan tokoh-tokoh pensiunan jenderal TNI, “ imbuh Fahmi. (*)

editor: RED

Redaksi
Author: Redaksi

Share. Facebook WhatsApp Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BACA JUGA

Pilpres 2029, Prabowo-Gibran Bakal Pisah Jalan

Februari 20, 2026

Kritik Megawati Menjadi Peringatan Dini bagi Masyarakat

November 29, 2023

Pro Desa Jadi Identitas Politik Pasangan Ganjar-Mahfud

November 29, 2023

Mahfud Janji Tingkatkan Kesejahteraan Guru Ngaji

November 28, 2023

Jangan Ragukan Komitmen Ganjar Bangun Desa

November 28, 2023

Netralitas Pemilu Butuh Pengawasan Masyarakat Sipil

November 27, 2023
Leave A Reply Cancel Reply

TERKINI

Impor Mobil India (2): Koperasi Pun Jadi “Tabolabale”

Maret 3, 2026

Impor Mobil India (1): Tercekik Manuver Agrinas

Februari 28, 2026

Impor 105.000 Mobil Pikap, Agrinas Kangkangi Presiden Prabowo

Februari 25, 2026

Pilpres 2029, Prabowo-Gibran Bakal Pisah Jalan

Februari 20, 2026

Anak SD Bunuh Diri di NTT, Duka Itu Menampar Sangat Keras

Februari 18, 2026

Impor Garam di Negeri Maritim

Februari 18, 2026
Blalak.com
© 2026 Blalak.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.