Close Menu
  • Home
  • Perjalanan
  • Wisata
  • Sport
  • Bisnis
  • Cyling
  • Humaniora
  • Royke Lumowa Gowes Jakarta Paris
  • Login Artikel
  • Daftar Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Impor Mobil India (2): Koperasi Pun Jadi “Tabolabale”

Maret 3, 2026

Impor Mobil India (1): Tercekik Manuver Agrinas

Februari 28, 2026

Impor 105.000 Mobil Pikap, Agrinas Kangkangi Presiden Prabowo

Februari 25, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
LOGIN
Blalak.comBlalak.com
  • Home
  • Perjalanan
  • Wisata
  • Sport
  • Bisnis
  • Cyling
  • Humaniora
  • Royke Lumowa Gowes Jakarta Paris
  • Login Artikel
  • Daftar Artikel
Blalak.comBlalak.com
Home » Jelajah Rote, Perkuat Semangat Satu Bangsa
Perjalanan

Jelajah Rote, Perkuat Semangat Satu Bangsa

JANNES EUDES WAWABy JANNES EUDES WAWAJuli 28, 2022Tidak ada komentar6 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Pinterest LinkedIn
Hamparan pasir putih di Pulau Ndana, pulau terselatan Indonesia. Foto: Jannes Eudes Wawa
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
Hamparan pasir putih di Pulau Ndana, pulau terselatan Indonesia. Foto: Jannes Eudes Wawa

Oleh: JANNES EUDES WAWA

Rote di Nusa Tenggara Timur sesungguhnya memiliki posisi yang sangat strategis dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dia adalah titik terselatan wilayah NKRI. Yang terbarat adalah Sabang (Aceh), paling timur adalah Merauke (Papua), dan paling utara yakni Miangas (Sulawesi Utara). Namun, Rote jauh terbelakang.

Di kalangan masyarakat Indonesia pun, Rote nyaris tidak dikenal. Tidak sedikit warga yang bertanya: Rote itu ada dimana ya? Pertanyaan ini menunjukkan betapa Rote memang tidak populer di negeri ini.

Tidak populer juga karena termasuk daerah terluar sehingga kurang mendapat perhatian baik dari pemerintah maupun masyarakat Indonesia. Apalagi, di jaman sekarang publik cenderung lebih mengenal daerah yang viral di media sosial. Rote sejauh ini belum pernah menjadi viral.

Sejumlah warga asal Jakarta dan sekitarnya saat berada di Pantai Nemberala, Pulau Rote, pada beberapa waktu lalu. Foto: Jannes Eudes Wawa

Diserbu wisatawan asing

Yang perlu diketahui adalah Rote merupakan salah satu wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Letaknya paling selatan yang berbatasan langsung dengan Australia. Di wilayah ini dihuni sekitar 165.807 jiwa yang mayoritas adalah petani tradisional dengan pendapatan per kapita rata-rata Rp 2,9 juta. Daerah ini pun agak terpencil. Untuk menuju ke Rote, pengunjung harus terlebih dahulu melalui Kota Kupang, ibukota Provinsi NTT.

Letaknya yang jauh di selatan membuat Rote nyaris tersisihkan. Bahkan, banyak pula warga Indonesia yang tidak mengetahui keberadaan Pulau Rote. Itu sebabnya, Rote tidak menjadi daerah favorit yang layak dikunjungi. Dari 3.110 wisatawan yang berkunjung ke Rote pada tahun 2017, misalnya, wisatawan domestik sebanyak 49,7 persen. Itu pun lebih banyak didominasi kunjungan dinas dari aparatur pemerintahan.

Sejumlah wisatawan asing membawa papan selancar menuju ke lokasi pangkalan perahu untuk mengakut mereka ke tengah laut. Foto: Jannes Eudes Wawa

Sebaliknya, di mata wisatawan mancanegara, Rote dianggap sebagai salah satu surga tersembunyi. Di sana, terutama di Pantai Nemberala, Pantai Boa dan Pulau Ndana, memiliki gulungan ombak yang tingginya hingga tujuh meter, bulat serta memanjang ratusan meter sehingga dinilai sebagai salah satu titik selancar terbaik. Ini yang telah menyedot para penggila selancar dari belahan dunia untuk berburu gulungan ombak di Rote.

BACA JUGA:  Presiden Jokowi Sang Sutradara Drama Politik

Titik-titik selancar yang menarik bukan berada di tepi pantai, melainkan agak ke tengah laut. Para peselancar biasanya menyewa perahu nelayan setempat untuk mengantar mereka ke tengah laut untuk beraksi di atas papan selancar.

Di sepanjang pantai dengan hamparan pasir putih yang begitu memikat, tampak pula puluhan villa dan cottage yang beroperasi di sepanjang pantai tersebut. Ada yang milik pengusaha setempat, namun tidak sedikit pula yang dimiliki orang asing. Para investor asing ini konon menikahi gadis Indonesia sehingga memudahkan untuk berinvestasi.

Bertha, pengelola Hotel Anugerah di Nemberala mengungkapkan, wisatawan asing biasanya mendatangi Rote selama Maret hingga Desember. Mereka adalah para peselancar dari pelbagai negara, antara lain Australia, Selandia Baru, Swsiss, Amerika Serikat, Jerman, Inggris, Belanda, Portugal, Spanyol dan Italia.

Para wisatawan asing itu biasanya menginap minimal 10 hari. Bahkan, ada pula yang tinggal selama kurang lebih satu bulan. Setiap hari mereka hanya berselancar. Ada pula yang setahun bisa dua kali datang ke Rote khusus bermain selancar. Saat dunia dihantam pendemi Covid-19, pelaku wisata di Rote pun sangat terpukul, sebab tidak ada kunjungan wisatawan asing.

“Sejak Maret lalu, wisatawan asing mulai berdatangan. Pemesanan dari luar negeri semakin banyak. Mulai Agustus, kunjungan wisatawan asing bakal bertambah banyak. Dari pemesanan yang masuk,  mereka ingin tinggal minimal 10 hari,” jelas Bertha.

Seperti yang saya saksikan pada awal Juli lalu di Pantai Nemberala, para wisatawan asing itu sejak pukul 05.30 Wita sudah keluar dari penginapan masing-masing. Sambil memikul papan selancar, mereka bergerak menuju tempat parkir perahu milik nelayan setempat. Dari sana, para peselancar ini diangkut menuju ke tengah laut.

BACA JUGA:  Catatan Royke Lumowa (4): Mengayuh Sepeda Hari Sabtu di Singapura
Wisatawan asing sedang berburu gulungan ombak untuk bermain selancar. Foto: Jannes Eudes Wawa

Dalam sehari, biasanya mereka dua kali bermain selancar, yakni pagi hingga siang. Kemudian kembali ke penginapan, lalu  berselancar lagi saat menjelang sore hingga petang.

“Semakin tinggi ombak akan semakin menarik dan menantang. Ombak di Nemberala ini sangat menarik, dan menantang. Saya sangat suka,” ujar Nico Hosel, wisatawan asal Swiss yang dijumpai di Nemberala, awal Juli 2022. Dia datang bersama tiga temannya dari Swiss. Mereka merencanakan berselancar di Nemberala selama dua minggu. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan diperpanjang beberapa hari.

Christin, warga Indonesia yang sudah 30 tahun tinggal di Amerika Serikat juga pada akhir Juni hingga awal Juli 2022 juga memilih berlibur di Rote, persisnya di Nemberala. Dia datang seorang diri. Dia mengaku mengetahui keindahan Rote dari suami dan dua anaknya. Mereka sudah beberapa kali berlibur di Rote khusus  menikmati gulungan ombak Nemberala.

“Anak saya yang laki-laki adalah instruktur selancar di Amerika Serikat. Dia sudah tiga kali datang ke Rote khusus untuk bermain selancar. Dia tinggal cukup lama. Dia memberi penilaian excellent terhadap gulungan ombak di Nemberala. Saya jadi penasaran, dan baru kali ini bisa datang ke Rote. Sungguh menarik,” jelas Christin.

Pulau terselatan

Hanya berjarak 3 mil dari Pantai Boa, ada pulau kecil tanpa penghuni yakni Pulau Ndana. Pulau ini ditempatkan pasukan marinir penjaga perbatasan Indonesia-Australia. Di sana pula didirikan Patung Jenderal Soedirman sebagai simbol monumen titik terselatan Indonesia.

Terkait Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2022, Jelajah Bike menyelenggarakan perjalanan bersepeda di Rote yang dimulai dari Kupang pada 15-18 Agustus 2022. Para pesepeda dari berbagai daerah diajak mengunjungi Rote. Sudah 53 orang telah memastikan diri mengikuti Jelajah Rote. Sebagian besar peserta berasal dari Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi, disusul Bandung, Malang, serta Bengkulu.

BACA JUGA:  Catatan Royke Lumowa (19): Keluar Hotel, Polisi Pakistan Wajib Kawal

“Setiap kali disebut titik-titik batas negara kita, maka nama Rote selalu terucap. Tapi kok begitu sulit didatangi. Lebih mudah bepergian ke Eropa dibanding ke Rote. Setelah saya sempat bersepeda di Sabang beberapa tahun lalu mulai timbul niat untuk gowes di Rote. Impian itu akhirnya kini terwujud. Semoga semuanya lancar,” ujar Adrian Rusmana, Direktur Keuangan dan Dukungan Bisnis LRT Jakarta.

Hal serupa juga dikatakan Leontinus Alpha Edison, salah satu pendiri Tokopedia. Di mata dia, Rote memiliki posisi strategis dalam NKRI. Posisi itu semakin menarik didukung dengan kekayaan alam, seperti gulungan ombak yang menarik dan panjang yang selama ini telah menghipnotis para peselancar dunia.

“Saya sangat penasaran dengan Rote. Maka, saat kesempatan ini datang, saya pun tak mau sia-siakan. Kapan lagi saya bisa datang ke Rote, apalagi dengan bersepeda,” kata Leon yang mengaku membatalkan sejumlah kegiatan di perusahaannya demi mengikuti Jelajah Rote.

Sejumlah ibu dan nelayan sedang mengumpulkan ikan-ikan kecil di Pantai Nemberala. Foto: Jannes Eudes Wawa

Melalui Jelajah Rote ini diharapkan memperluas pengenalan orang terhadap Rote sebagai wilayah terselatan Indonesia. Melihat kekayaan alam, mengenal masyarakatnya, termasuk mengunjungi pasukan penjaga perbatasan Indonesia-Australia di Pulau Ndana sekaligus melakukan upacara pengibaran bendera di titik terselatan Indonesia.

“Merayakan 17 Agustus di daerah yang terpencil dan unik seperti di Ndana pasti sangat seru dan menarik. Itulah yang mendorong saya mengikuti Jelajah Rote. Kesempatan seperti ini jarang terjadi,” kata Willy Setiadi, pesepeda asal Bengkulu.

Melalui perjalanan bersepeda di Rote diharapkan dapat menggelorakan semangat Keindonesiaan, Persatuan Indonesia, cinta Tanah Air sekaligus merekatkan Bhineka Tunggal Ika. Lebih dari itu, meningkatkan solidaritas satu Indonesia.

JANNES EUDES WAWA
Pegiat Touring Sepeda

 

 

 

JANNES EUDES WAWA
Author: JANNES EUDES WAWA

Share. Facebook WhatsApp Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BACA JUGA

Ambisi China, Swasembada Durian

Januari 20, 2026

Durian Indonesia Hanya Jago Kandang

Januari 17, 2026

Musim Durian Telah Tiba, Jangan Lewatkan!

Januari 11, 2026

Jelajah Ciptagelar (3): Berdialog dengan Abah Ugi

Desember 15, 2025

Jelajah Ciptagelar (2): Perjuangan Berat Menuju Gelaralam

Desember 14, 2025

Jelajah Ciptagelar (1): Jalan Panjang Menuju Gelaralam

Desember 13, 2025
Leave A Reply Cancel Reply

TERKINI

Impor Mobil India (2): Koperasi Pun Jadi “Tabolabale”

Maret 3, 2026

Impor Mobil India (1): Tercekik Manuver Agrinas

Februari 28, 2026

Impor 105.000 Mobil Pikap, Agrinas Kangkangi Presiden Prabowo

Februari 25, 2026

Pilpres 2029, Prabowo-Gibran Bakal Pisah Jalan

Februari 20, 2026

Anak SD Bunuh Diri di NTT, Duka Itu Menampar Sangat Keras

Februari 18, 2026

Impor Garam di Negeri Maritim

Februari 18, 2026
Blalak.com
© 2026 Blalak.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.