Close Menu
  • Home
  • Perjalanan
  • Wisata
  • Sport
  • Bisnis
  • Cyling
  • Humaniora
  • Royke Lumowa Gowes Jakarta Paris
  • Login Artikel
  • Daftar Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Impor Mobil India (2): Koperasi Pun Jadi “Tabolabale”

Maret 3, 2026

Impor Mobil India (1): Tercekik Manuver Agrinas

Februari 28, 2026

Impor 105.000 Mobil Pikap, Agrinas Kangkangi Presiden Prabowo

Februari 25, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
LOGIN
Blalak.comBlalak.com
  • Home
  • Perjalanan
  • Wisata
  • Sport
  • Bisnis
  • Cyling
  • Humaniora
  • Royke Lumowa Gowes Jakarta Paris
  • Login Artikel
  • Daftar Artikel
Blalak.comBlalak.com
Home » Manuver Politik Jokowi Perburuk Wajah Demokrasi di Indonesia
Politik

Manuver Politik Jokowi Perburuk Wajah Demokrasi di Indonesia

RedaksiBy RedaksiNovember 13, 2023Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Pinterest LinkedIn
Yusak Farchan
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

JAKARTA, BLALAK — Pengamat Politik dari Citra Institute, Yusak Farchan mengatakan manuver politik Presiden Jokowi yang lebih mengedepankan kepentingan politik keluarga telah memperburuk wajah demokrasi di Indonesia. Praktek nepotisme dan oligarki seperti ini perlu menjadi perhatian bersama agar kebiasaan buruk tersebut tidak subur berkembang.

Sebagai kepala negara, Jokowi seharusnya dapat menjadi garda terdepan dalam mencegah praktek nepotisme dan oligarki. Manuver Jokowi malah turut menyumbang krisis nilai dan etika yang terjadi dalam lingkaran kekuasaan. Ini yang menjadi keprihatinan kita semua,” ujar Yusak di Jakarta, Senin (13/11/2023).

Kasus skandal Mahkamah Konstitusi (MK) merupakan bukti adanya intervensi pada Putusan 90. Bahkan, Gibran dan koalisi yang terus melaju meski cacat formil. Hal ini membuat wajah simpatik Jokowi berubah. “Ada kecenderungan segelintir orang membajak demokrasi kita untuk kepentingan oligarki,“ kata Yusak.

Yusak Farchan

Dia mengakui, UU memberikan ruang yang longgar bagi praktik politik dinasti.  Tetapi pelembagaan politik dinasti melalui prosedur formal demokrasi (pemilu) justru membuat persoalan menjadi lebih runyam. “Karpet merah’ yang digelar, justru menimbulkan persoalan. Ada apatisme bahwa Pemilu tidak akan berjalan jujur dan adil,” tegas Dekan FISIP Universitas Sutomo tersebut.

Menurut dia, kerusakan demokrasi’ akibat Putusan MK sudah begitu dalam, namun masih ada harapan bahwa Jokowi akan memperbaiki kebijakannya, memperkuat pilar demokrasi. Di ujung kekuasaannya, Presiden Jokowi seharusnya dapat meninggalkan legacy yang baik terkait bagaimana memperkuat pilar-pilar penting demokrasi. Yang terjadi malah memperparah lagi kerusakan tersebut.

Runtuhnya peradaban politik

Sebelumnya, sebanyak 19 tokoh bangsa berkumpul di kediaman KH Ahmad Mustofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus, Minggu (12/11/2023). Mereka menyampaikan ungkapan prihatin atas kondisi demokrasi Indonesia yang terjadi belakangan.

BACA JUGA:  Bivitri Susanti: Mulusnya Pencalonan Gibran Injak Rasa Keadilan

Budayawan Antonius Benny Susetyo yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, menuturkan saat ini yang sarat krisis konstitusi dan demokrasi membutuhkan penyikapan segera yakni  mengembalikan politik pada jalan kebudayaan.

“Gus Mus mengusulkan bagaimana kalau sekarang panglimanya adalah kebudayaan. Dalam kebudayaan ada nilai, ada integritas, kejujuran, kepantasan publik, kepatuhan pada moralitas, kepatuhan pada etika. Itu harus menjadi jalan dalam membangun keadaban berpolitik,” terang sosok yang akrab disapa Romo Benny itu.

Bahkan, esensi politik saat ini telah bergeser dari yang seharusnya. Ketika politik semata-mata hanya kekuasaan dan ekonomi, maka politik kehilangan keadaban publik. Hal itu mengakibatkan eksploitasi nilai-nilai kemanusiaan dan hilangnya aspek martabat manusia.

Keadaban politik tidak memberi ruang pada politik yang menghalalkan segala cara, memanipulasi konstitusi, kemudian menciptakan ketidakharmonisan, menciptakan situasi yang tidak menyenangkan, dan permainan-permainan yang manipulatif.

“Politik jalan kebudayaan itu mengembalikan politik yang adiluhung, berdasarkan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan,” jelasnya.

Menurut dia, praktek politik saat ini sudah sedemikian jauh dari nilai keadaban. Hal itu terlihat dari adanya manipulasi konstitusi. Padahal, konstitusi seharusnya menjadi pengikat dan nilai bersama yang menjadi acuan dalam berpolitik.

“Kita melihatnya ada indikasi, dengan keputusan MK. Di mana mengingkari konstitusi. Kalau mengangkangi konstitusi dan tidak lagi menjadi pijakan otomatis runtuhlah peradaban politik itu,” tegasnya.

Netralitas negara

Selain itu, Romo Benny juga menyoroti isu netralitas. Menurutnya aparat negara harus bersikap adil dan tidak membiarkan diri menjadi alat  untuk memenangkan satu pihak.

“Aparat sebagai penyelenggara negara harus berlaku adil. Artinya mereka tidak boleh menjadi alat untuk kepentingan memenangkan pihak tertentu,” tegasnya.

Aparat negara juga wajib mengambil jarak yang sama dan tidak mengeluarkan peraturan dan kebijakan berat sebelah. “Netralitas itu butuh partisipasi publik untuk mengawasi. Masyarakat harus aktif. Kita juga berharap KPU dan Bawaslu secara aktif mengawasi tentang keluhan dari publik,” sambungnya.

BACA JUGA:  Tidak Hanya Legitimasi, Pencawapresan Gibran Cacat Legalitas

Ia berharap KPU dan Bawaslu juga harus bertindak cepat bila ada sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai keadilan, bertentangan dengan netralitas, dan nilai-nilai peradaban demokrasi.

“Jangan sampai KPU dan Bawaslu itu membiarkan itu semua terjadi dan seolah-olah diam membisu. Itu yang membuat publik semakin tidak punya harapan. Dia kan harus aktif terlihat untuk pengawasan. Dia dibayar untuk itu,” pungkasnya.(*)

editor: RED

 

Redaksi
Author: Redaksi

Share. Facebook WhatsApp Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BACA JUGA

Pilpres 2029, Prabowo-Gibran Bakal Pisah Jalan

Februari 20, 2026

Kritik Megawati Menjadi Peringatan Dini bagi Masyarakat

November 29, 2023

Pro Desa Jadi Identitas Politik Pasangan Ganjar-Mahfud

November 29, 2023

Mahfud Janji Tingkatkan Kesejahteraan Guru Ngaji

November 28, 2023

Jangan Ragukan Komitmen Ganjar Bangun Desa

November 28, 2023

Netralitas Pemilu Butuh Pengawasan Masyarakat Sipil

November 27, 2023
Leave A Reply Cancel Reply

TERKINI

Impor Mobil India (2): Koperasi Pun Jadi “Tabolabale”

Maret 3, 2026

Impor Mobil India (1): Tercekik Manuver Agrinas

Februari 28, 2026

Impor 105.000 Mobil Pikap, Agrinas Kangkangi Presiden Prabowo

Februari 25, 2026

Pilpres 2029, Prabowo-Gibran Bakal Pisah Jalan

Februari 20, 2026

Anak SD Bunuh Diri di NTT, Duka Itu Menampar Sangat Keras

Februari 18, 2026

Impor Garam di Negeri Maritim

Februari 18, 2026
Blalak.com
© 2026 Blalak.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.