Close Menu
  • Home
  • Perjalanan
  • Wisata
  • Sport
  • Bisnis
  • Cyling
  • Humaniora
  • Royke Lumowa Gowes Jakarta Paris

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Impor Mobil India (2): Koperasi Pun Jadi “Tabolabale”

Maret 3, 2026

Impor Mobil India (1): Tercekik Manuver Agrinas

Februari 28, 2026

Impor 105.000 Mobil Pikap, Agrinas Kangkangi Presiden Prabowo

Februari 25, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
LOGIN
Blalak.comBlalak.com
  • Home
  • Perjalanan
  • Wisata
  • Sport
  • Bisnis
  • Cyling
  • Humaniora
  • Royke Lumowa Gowes Jakarta Paris
Blalak.comBlalak.com
Home » Mengenal Pasukan Swiss Pengawal Paus
Perjalanan

Mengenal Pasukan Swiss Pengawal Paus

Stefanus WoloBy Stefanus WoloOktober 13, 2021Tidak ada komentar6 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Pinterest LinkedIn
Garda Swiss pengawal Paus (Foto: Dokumentasi pribadi)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
Garda Swiss pengawal Paus (Foto: Dokumentasi pribadi)

Oleh: STEFANUS WOLO ITU

Selasa (12/10/2021) sore secara kebetulan saya bertemu Damian di warung kopi Kunz depan gereja Eiken, Swiss. Lelaki berusia 30 tahun tersebut baru saja menyelesaikan tugas sebagai pengawal Paus di Vatikan selama 2015-2020. Mereka mengawal Kota Vatikan, menjaga keselamatan Paus dan para pembantunya.

Dia begitu bangga dan bahagia telah menjadi pasukan pengawal Paus di Vatikan. Tugas itu dianggap yang sangat mulia, dan menjadi pengalaman yang sangat berharga dalam hidupnya. «Saya bangga sebagai orang Katolik yang dipilih menjadi pasukan pangawal Paus. Sungguh sangat mulia dan luhur,» kata Damian dengan penuh bahagia.

Vatikan merupakan sebuah negara enklaf seluas 44 hektar yang dikelilingi tembok di Kota Roma, Italia. Negara ini dipimpin Uskup Roma atau Paus. Sejak ratusan tahun silam, negara terkecil ini telah menyewa tentara Swiss sebagai pasukan pengawal Paus dan penjaga negara tersebut.

Mengapa orang Swiss?

Mengapa harus orang Swiss yang mengawal Vatikan? Bukankah, secara geografis, Swiss hanyalah negara kecil di antara para raksasa Eropa: Jerman, Italia, Perancis dan Austria?

Swiss berada di kawasan pegunungan Alpen. Danau, sungai, hutan, salju dan dingin menjadi karakter wilayahnya. Secara ekonomis Swiss negara kaya dan makmur. Secara politik Swiss merupakan negara netral dan damai.

Swiss memiliki sistem pertahanan yang unik. Seturut data 2020 mereka hanya memiliki 143.372 tentara. Dengan jumlah yang sedikit tidak berarti militer Swiss lemah.

Namun fakta telah bicara sebaliknya. Daya militer Swiss justru sangat kuat. Seluruh pria Swiss berusia 18-34 tahun harus menjalani wajib militer. Negara yang berpenduduk sekitar 8,5 juta jiwa tersebut menganut sistem pertahanan semesta. Semua masyarakat terlibat dalam sistem pertahanan. Mayoritas penduduk Swiss pada dasarnya adalah tentara.

Swiss memiliki ribuan bunker militer, ribuan gua raksasa dan tempat penampungan umum di pegunungan Alpen. Bila terjadi darurat perang, bunker dan gua raksasa ini menjadi tempat penampungan warga. Bahkan banyak rumah penduduk dan sarana publik dilengkapi fasilitas perlindungan anti nuklir. Gereja saya di Stein juga memiliki bunker bawah tanah.

BACA JUGA:  Alphorn, Musik Unik dari Alpen

Swiss benar-benar memberikan kedamaian dan kenyamanan dalam segala hal. Tidak mengherankan Swiss selalu menjadi tempat perundingan damai internasional dan penyimpanan uang bagi pebisnis dari banyak negara. Swiss juga menjadi markas sejumlah lembaga internasional seperti PBB di Jenewa, FIFA di Zurich, UEFA di Nyon dan IOC di Lausanne. Bahkan, saat ini Swiss mengeksport obat-obatan, mesin-mesin, coklat, keju, kopi olahan, perhiasan dan jam tangan.

Namun demikian, di masa lalu, Swiss sesungguhnya juga sebuah negara miskin. Salah satu cara menyambung hidup adalah menjadi tentara bayaran di negara lain. Sejak abad pertengahan, produk ekspor Swiss yang paling keren dan diandalkan adalah tentara bayaran.

Orang Swiss sangat taat, ulet dan pantang menyerah. Mereka menjadi tentara bayaran bertombak yang paling disegani di Eropa. Mereka menjadi pengawal pribadi dan istana para raja di Eropa. Sejarahwan Swiss Andreas Zangger bahkan menulis bahwa orang Swiss juga menjadi tentara bayaran VOC Belanda.

Ada banyak contoh heroik tentara bayaran Swiss. Mereka mengalahkan Habsburg Austria abad ke-13. Mereka mempertahankan istana Louis XVI selama revolusi Perancis. Ketika istana diserbu mereka tidak menyerah. Padahal jumlah mereka sedikit dan kehabisan amunisi. Raja sendiri yang akhirnya meminta mereka meletakan senjata.

Tentara Swiss juga membuktikan ketangguhannya saat membela Paus Klemens VII pada tahun 1527. Saat itu Roma jatuh ke tangan Charles V, Kaiser Romawi Suci. Dari 189 orang anggota pasukan hanya menyisahkan 42 orang. Tetapi mereka sukses meloloskan Paus melalui terowongan rahasia.

Saat perang dunia kedua, Hitler menguasai Eropa. Jerman dan Swiss bertetangga dekat. Tetapi pasukan Hitler tidak berani menyerang Swiss. Mereka malah bergerak menuju Italia dan menduduki Roma. Pasukan Hitler pun tidak menyerang Vatikan. Hitler mengetahui kegigihan pengawal Paus dan masih punya hati untuk menghormati Paus.

Sejak Ratusan Tahun Silam

Kehadiran pasukan Swiss di Vatikan sebenarnya melewati sejarah panjang. Awalnya dari Paus Sixtus IV tahun 1471-1484. Beliau yang pertama bekerja sama dengan Swiss dan menggunakan jasa tentara bayaran Swiss. Kerjasama itu dilanjutkan pada masa paus Innosentius VIII tahun 1848-1492 dan Paus Alexander VI tahun 1492-1503.

BACA JUGA:  Mengenang Paus Silvester dan Benediktus XVI

Tahun 1503 Paus Julius II meminta Swiss menyediakan 200 tentara baginya. Bulan September 1505, kontingen pertama sejumlah 150 orang berangkat ke Roma. Tanggal 22 Januari 1506 mereka memasuki gerbang Vatikan. Paus Julius II menetapkan tanggal 22 Januari sebagai hari lahir pasukan pengawal Paus. Dia menggelari mereka sebagai «Pembela Kemerdekaan Gereja“

Pasukan pengawal Paus mesti memenuhi sejumlah persyaratan. Mereka harus warga negara Swiss dan beragama Katolik. Mereka harus lulus SMA atau diploma keahlian tertentu dan menyelesaikan pendidikan militer. Usia mereka berkisar antara 19-30 tahun. Mereka harus sehat jasmani rohani dan memiliki tinggi badan minimal 174 cm. Tidak lupa surat keterangan kelakuan baik dari pastor paroki.

Setelah persyaratan administratif terpenuhi, mereka boleh mendaftarkan diri untuk direkrut menjadi anggota pasukan elit itu. Setelah terpilih dan mengikuti pendidikan khusus, mereka mengucapkan sumpah kesetiaan setiap tanggal 6 Mei di Cortile San Damaso Vatikan. Tanggal 6 Mei dipilih sebagai kenangan akan peristiwa jatuhnya Roma tahun 1527 ke tangan Charles V, Kaiser Romawi suci.

Sebelum bertugas mereka wajib bersumpah. Mereka mengikuti sumpah yang dibacakan oleh pastor pendamping rohani. Inilah isi sumpah mereka. Pertama, siap melayani Paus dengan sepenuh hati, kejujuran dan rasa hormat.

Kedua, siap mengorbankan jiwa raga demi keselamatan Paus. Ketiga, menghormati dan taat kepada komandan dan para perwira lainnya. Keempat, menjaga martabat dan harga diri bangsa Swiss.

Saat bersumpah, tangan kiri mereka memegang bendera pasukan pengawal Swiss. Mereka mengangkat tangan kanan dan mengacungkan ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah. Ketiga jari ini adalah simbol Trinitas: Bapa, Putera dan Roh Kudus. Saat itu setiap mereka mengucapkan : « Saya berjanji untuk setia dan konsisten mentaati sumpah dengan bantuan Tuhan dan semua orang kudus ». Setelah disumpah mereka boleh bertugas antara 2 hingga 25 tahun.

BACA JUGA:  Catatan Royke Lumowa (23): Sejumlah Barang Kami Raib di Iran

Jembatan Yang Agung

Pasukan pengawal Paus memiliki seragam resmi berwarna biru, merah, oranye dan kuning. Mereka berpenampilan dengan gaya masa pencerahan 1687-1789. Masa yang ditandai kehadiran kapitalisme, sekularisme serta kemajuan ilmu pengatahuan dan tehnologi.

Mereka mengenakan sepatu bot, sarung tangan putih, kerah tinggi berkerut-kerut. Mereka juga mengenakan baret hitam atau morion. Morion adalah helm tentara khas abad ke 16/17. Tangan mereka memegang tombak Halberd. Tombak Halberd adalah senjata perang yang paling ditakuti di masa lalu. Pakaian dan penampilan mereka kelihatan sederhana. Tapi jangan pandang enteng! Mereka mahir dalam bela diri tangan kosong dan menggunakan senjata api.

Di akhir obrolan, saya tanya Damian besaran gaji pengawal Paus saat ini. Kata Damian, 1500 euro atau setara Rp 25 jutaper bulan. Jumlah itu terbilang rendah bila dibandingkan dengan gaji sekuriti di Swiss. Sekuriti di Swiss memperoleh 4.000 an Franken atau setara Rp 62 juta per bulan.

Mereka menerima gaji itu dari pemerintah Vatikan. Itu gaji bersih, bebas pajak dan di luar ansuransi kesehatan. Mereka juga mendapat gaji lembur dan bonus ekstra lainnya. Mereka tinggal di rumah dengan akomodasi yang layak.

Saat hendak berpisah saya tanya Damian sekali lagi : « Mengapa Damian mau menjadi pengawal Paus. Apalagi gajinya terbilang kecil ? ». Damian menjawab dalam bahasa Latin : Saya ingin mengawal Pontifex Maximus. Artinya saya ingin mengawal Pembangun Jembatan Yang Agung.

Bagi Damian, Paus adalah orang pilihan Tuhan. Dialah jembatan yang menghubungi bangsa, agama, benua, suku dan ras. Upah Damian bukan lagi euro atau franken Swiss, tetapi sukacita batin karena setia pada sumpah sebagai pengawal Pontifex Maximus.

STEFANUS WOLO ITU
Imam Projo KAE Flores
Misionaris di Keuskupan Basel Swiss

Stefanus Wolo
Author: Stefanus Wolo

Share. Facebook WhatsApp Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BACA JUGA

Ambisi China, Swasembada Durian

Januari 20, 2026

Durian Indonesia Hanya Jago Kandang

Januari 17, 2026

Musim Durian Telah Tiba, Jangan Lewatkan!

Januari 11, 2026

Jelajah Ciptagelar (3): Berdialog dengan Abah Ugi

Desember 15, 2025

Jelajah Ciptagelar (2): Perjuangan Berat Menuju Gelaralam

Desember 14, 2025

Jelajah Ciptagelar (1): Jalan Panjang Menuju Gelaralam

Desember 13, 2025
Leave A Reply Cancel Reply

TERKINI

Impor Mobil India (2): Koperasi Pun Jadi “Tabolabale”

Maret 3, 2026

Impor Mobil India (1): Tercekik Manuver Agrinas

Februari 28, 2026

Impor 105.000 Mobil Pikap, Agrinas Kangkangi Presiden Prabowo

Februari 25, 2026

Pilpres 2029, Prabowo-Gibran Bakal Pisah Jalan

Februari 20, 2026

Anak SD Bunuh Diri di NTT, Duka Itu Menampar Sangat Keras

Februari 18, 2026

Impor Garam di Negeri Maritim

Februari 18, 2026
Blalak.com
© 2026 Blalak.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.