Close Menu
  • Home
  • Perjalanan
  • Wisata
  • Sport
  • Bisnis
  • Cyling
  • Humaniora
  • Royke Lumowa Gowes Jakarta Paris

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ada Ular Piton dan Kelelawar di Pasar Ekstrim Tomohon

Juni 25, 2026

Menuju Tomohon melalui Tondano

Juni 19, 2026

Rindu Manado Pun Terlunasi

Juni 17, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
LOGIN
Blalak.comBlalak.com
  • Home
  • Perjalanan
  • Wisata
  • Sport
  • Bisnis
  • Cyling
  • Humaniora
  • Royke Lumowa Gowes Jakarta Paris
Blalak.comBlalak.com
Home » Peluang Makzulkan Jokowi Terbuka, Tantangan Bagi DPR
Politik

Peluang Makzulkan Jokowi Terbuka, Tantangan Bagi DPR

RedaksiBy RedaksiNovember 20, 2023Tidak ada komentar3 Mins Read0 Views
Facebook Twitter WhatsApp Pinterest LinkedIn
Demonstrasi mahasiswa beberapa waktu lalu yang mengkritisi sejumlah kebijakan Presiden Joko Widodo. Foto: Arsip
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

JAKARTA, BLALAK —– Sejumlah pakar hukum tata negara (HTN) menilai pemakzulan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memenuhi unsur konstitusi.  Karena secara kasat mata, presiden terlibat dalam upaya pemenangan pasangan Prabowo Subianto dan putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Peneliti di Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus menilai pernyataan tersebut dapat menjadi amunisi bagi DPR untuk melakukan langkah nyata demi mengevaluasi secara serius kebijakan Presiden Jokowi yang merugikan rakyat, bangsa, dan negara.

“Jadi pakar HTN ini sesungguhnya menantang DPR. Apakah pernyataan kekecewaan yang dilontarkan sejumlah politisi parlemen betul-betul berangkat dari keprihatinan atas penyimpangan kebijakan presiden atau hanya sekedar pernyataan politis guna mendapatkan simpati publik?” ujarnya.

Lucius menilai dalam tahun politik, banyak pernyataan politisi yang terucap lebih pada kepentingan politik pribadi dan demi efek elektoral semata. Dengan demikian, dugaan penyimpangan kebijakan hanya menjadi komoditas politik sesaat. Oleh sebab itu, DPR patut segera melakukan langkah konkret.

“Jika menurut ahli HTN sudah cukup alasan untuk memakzulkan Jokowi, harusnya langkah nyata segera bergulir di parlemen untuk mengumpulkan dukungan dari DPR dalam menggunakan hak angket,” tandasnya.

Demonstrasi mahasiswa beberapa waktu lalu yang mengkritisi sejumlah kebijakan Presiden Joko Widodo. Foto: Arsip

Lucius juga menilai bahwa secara politis, legitimasi Presiden Jokowi kian tergerus karena sepak terjang Presiden yang tidak netral lagi pada Pemilu 2024. Keberpihakan presiden pada calon tertentu dengan mengangkangi kedudukannya sebagai kepala negara yang harus berdiri di atas semua kelompok dalam urusan pemilu.

“Keberpihakan presiden membawa bahaya terbukanya upaya mobilisasi infrastruktur kekuasaan untuk kepentingan kelompok yang didukungnya saja. Ini tentu tak adil dan melawan asas pemilu yang luber dan jurdil,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Luhut Menentang Kepatutan dan Etika Publik

Ruang senyap

Pengamat Politik dari UPN Veteran Jakarta melihat peluang untuk memakzulkan Presiden Joko Widodo semakin kecil. Karena pelanggaran yang dia lakukan berada di ruang senyap.

“Sulitnya menentukan tindakan pelanggaran presiden karena polanya yang senyap. Impeachment baru terjadi saat presiden mengkhianati negara, melakukan korupsi, penyuapan, dan tindakan-tindakan tercela lainnya yang menyebabkannya tidak layak lagi menjadi presiden.” jelas Danis.

Selain itu, citra DPR di masyarakat vis a vis atau berhadapan satu lawan satu dengan penilaian publik yang baik terhadap pemerintah.

Namun demikian, dia menyayangkan sikap Jokowi yang cawe-cawe tiada henti. Lebih memprihatinkan lagi masyarakat tidak menganggap hal itu sebagai masalah serius.

“Kita menyayangkan berbagai tindakan cawe-cawe yang terjadi. Masyarakat tidak bergeming, mereka tidak ikut merasakan kekecewaan, menganggap seolah-olah wajar,” jelas Danis.

Menemuhi unsur konstitusi

Sebelumnya, akademisi Universitas Andalas Feri Amsari mengatakan pemakzulan terhadap Presiden Joko Widodo atau Jokowi sudah memenuhi unsur konstitusi. Feri menyebut presiden secara kasat mata terlibat dalam upaya pemenangan pasangan Prabowo Subianto dan putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka pada pemilihan presiden 2024.  “Seluruh konteks dan unsur-unsur pemakzulan sudah terpenuhi,” kata Feri.

Situasi itulah yang membuat Feri sulit berharap pemilihan umum (Pemilu) 2024 berjalan sesuai semangat konstitusi, yaitu pemilu bersih dan mandiri. Menurut Feri, keterlibatan aparat kepolisian, skandal bekas Ketua Mahkamah Konstitusi yang juga adik ipar Presiden Jokowi, pemanggilan para menteri, pembiaran kampanye di luar jadwal, dan pemanggilan pejabat daerah sudah bisa menjadi bukti konkret.

Selain itu, tindakan Presiden Jokowi yang mengatakan anaknya Gibran Rakabuming Raka tidak akan masuk politik, tetapi malah menjadi Wali Kota dan sekarang calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto bisa dijadikan bukti juga. “Pilihannya keberanian politisi (di parlemen)  menegakkan konstitusi dan berhadapan dengan rezim totalitarian Jokowi,” kata Feri.(*)

BACA JUGA:  Selamatkan Konstitusi, Anwar Usman Perlu Mundur dari Hakim MK

editor: RED

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share. Facebook WhatsApp Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BACA JUGA

Pilpres 2029, Prabowo-Gibran Bakal Pisah Jalan

Februari 20, 2026

Kritik Megawati Menjadi Peringatan Dini bagi Masyarakat

November 29, 2023

Pro Desa Jadi Identitas Politik Pasangan Ganjar-Mahfud

November 29, 2023

Mahfud Janji Tingkatkan Kesejahteraan Guru Ngaji

November 28, 2023

Jangan Ragukan Komitmen Ganjar Bangun Desa

November 28, 2023

Netralitas Pemilu Butuh Pengawasan Masyarakat Sipil

November 27, 2023
Leave A Reply Cancel Reply

TERKINI

Ada Ular Piton dan Kelelawar di Pasar Ekstrim Tomohon

Juni 25, 2026

Menuju Tomohon melalui Tondano

Juni 19, 2026

Rindu Manado Pun Terlunasi

Juni 17, 2026

Impor Mobil India (2): Koperasi Pun Jadi “Tabolabale”

Maret 3, 2026

Impor Mobil India (1): Tercekik Manuver Agrinas

Februari 28, 2026

Impor 105.000 Mobil Pikap, Agrinas Kangkangi Presiden Prabowo

Februari 25, 2026
Blalak.com
© 2026 Blalak.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.