Close Menu
  • Home
  • Perjalanan
  • Wisata
  • Sport
  • Bisnis
  • Cyling
  • Humaniora
  • Royke Lumowa Gowes Jakarta Paris

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Impor Mobil India (2): Koperasi Pun Jadi “Tabolabale”

Maret 3, 2026

Impor Mobil India (1): Tercekik Manuver Agrinas

Februari 28, 2026

Impor 105.000 Mobil Pikap, Agrinas Kangkangi Presiden Prabowo

Februari 25, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
LOGIN
Blalak.comBlalak.com
  • Home
  • Perjalanan
  • Wisata
  • Sport
  • Bisnis
  • Cyling
  • Humaniora
  • Royke Lumowa Gowes Jakarta Paris
Blalak.comBlalak.com
Home » Ayo, Rayakan HUT RI di Kilometer Nol Sabang
Perjalanan

Ayo, Rayakan HUT RI di Kilometer Nol Sabang

JANNES EUDES WAWABy JANNES EUDES WAWAJuni 21, 2024Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Pinterest LinkedIn
Tugu Nol Kilometer di Sabang. Foto: Jannes Eudes Wawa
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
Oleh: JANNES EUDES WAWA

Siapa di antara kita yang tidak mengenal Sabang? Kota ini adalah titik terbarat  Negara Kesatuan Republik Indonesia. Popularitasnya tergolong tinggi. Akan tetapi, banyak warga Indonesia belum pernah menginjakkan kaki di wilayah itu.

Sabang berada di Pulau Weh, Provinsi Aceh. Wilayah ini berbatasan dengan Selat Malaka di utara dan timur, serta Samudra Hindia di selatan dan barat.

Salah satu titik panorama di Kota Sabang, Pulau Weh. Foto: Jannes Eudes Wawa

Kota Sabang memiliki empat pulau, yakni Klah (0,186 kilometer persegi), Rondo (0,650 kilometer persegi), Ribiah (0,357 kilometer persegi, Pulau Seulako (0,055 kilometer persegi) dan Weh (121 kilometer persegi). Pulau Weh menjadi pusat pemerintahan dan ekonomi.

Di Pulau Weh, terdapat tugu nol, sebagai penanda ujung terbarat Indonesia. Lokasinya di Desa Iboih Ujong Ba’u, Kecamatan Sukakarya. Masih di dalam kawasan Taman Wisata Alam yang memiliki luas 6.525 hektar.

Tugu itu sebagai simbol perekat Indonesia: dari Sabang di Aceh hingga Merauke di Papua Selatan. Jarak dari Sabang sampai Merauke mencapai 5.245 kilometer. Mendekati jarak dari Jakarta ke Korea Selatan yakni 5.293 kilometer.

Lagu nasional

Menyebut Sabang-Merauke teringat lagu ciptaan R Suharjo. Liriknya sebagai berikut:

Dari sabang sampai merauke
Berjajar pulau-pulau
Sambung menyambung menjadi satu
Itulah Indonesia
Indonesia tanah airku
Aku berjanji padamu
Menjunjung tanah airku
Tanah Airku Indonesia

Lagu ini mengingatkan kita tentang negeri ini yang memiliki ribuan pulau dan suku dengan beragam adat dan tradisi. Segala perbedaan menyatuh dalam semangat Bhineka Tunggal Ika. Berbeda-beda, tetapi tetap satu, yakni Indonesia.

Tugu nol kilometer

Tugu nol kilometer di Sabang memiliki tinggi 43,6 meter dari atas permukaan laut (mdpl). Dari jarak jauh  tampak angka nol seolah berada di atas permukaan layaknya mata bor.

BACA JUGA:  Menjajal Tanjakan Ijen, Menabung Oksigen
Tugu Nol Kilometer di Sabang. Foto: Jannes Eudes Wawa

Pada puncak tugu, terdapat patung burung Garuda menggenggam angka nol dengan prasasti hitam yang mengarahkan posisi geografisnya. Bahkan, ada pula rencong, senjata khas Aceh, simbol perjuangan rakyat Aceh di masa perang memerdekakan Indonesia.

Di lantai pertama monumen terdapat sebuah pilar terdapat prasasti peresmian tugu  ditandatangani Wakil Presiden Try Sutrisno pada 9 September 1997. Ada pula prasasti lain bertuliskan penetapan posisi  geografis Indonesia yang pengukurannya menggunakan teknologi global positioning system  (GPS) oleh para pakar Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)  yang ditandatangani Menteri Riset dan Teknologi BJ Habibie.

Selain tugu nol kilometer, mengunjungi Sabang terasa kurang lengkap tanpa menyelami keindahan bawah laut. Banyak terumbu karang yang menawan terdapat di beberapa spot selam, seperti di West Seulako, Arus Balee, Rubiah Jetty, dan Sophia Rikcmers.

Sejumlah wisatawan asing selesai mengunjungi Sabang. Mereka kembali ke Banda Aceh menggunakan kapal cepat. Foto: Jannes Eudes Wawa

Tidak mengherankan, Sabang menyedot banyak wisatawan. Kunjungan tahun 2017  mencapai  736.275 orang, dimana 2.981 orang di antaranya wisatawan asing. Tahun 2018, turis asing meningkat menjadi 29.827 orang dan domestik 709.508 orang.

Tahun 2023, Sabang mendapat kunjungan 261.489 wisatawan. Itu terdiri atas 253.249 domestik dan 8.240 orang asing. Sabang juga menjadi tempat persinggahan sejumlah kapal persiar dalam satu jalur segitiga dengan Kochi (India) dan Johor (Malaysia).

Rayakan HUT RI

Adanya tugu, membuat sejumlah komunitas berinisiatif merayakan HUT Kemerdekaan Indonesia di lokasi itu. Komunitas Kompas Bike, misalnya, pada 2019 mengajak 94 orang mengayuh sepeda dari Banda Aceh ke Sabang hingga di tugu kilometer nol. Mereka menikmati suasana yang berbeda dalam merayakan hari bersejarah itu. Ada rasa bahagia dan haru saat bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya.

BACA JUGA:  Jelajah IKN, Terintimidasi di Jalur Nusantara

Sumardi, pesepeda asal Jayapura, Papua, mengaku, sudah puluhan tahun memendam rindu menginjakkan kaki di tanah Sabang. “Setelah saya bersepeda di kilometer nol di Merauke, timbul niat untuk datang ke kilometer nol di Sabang. Niat itu akhirnya terwujud juga, meski harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit. Tapi saya bahagia,” kata Sumadi, lelaki kelahiran Ngawi, Jawa Timur, yang sudah 32 tahun menetap di Papua.

Sejumlah pesepeda sedang berfoto di depan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Masjid ini menjadi salah satu ikon ibukota Provinsi Aceh tersebut. Foto: Jannes Eudes Wawa

Kebahagiaan yang sama juga dirasakan Andre Rumantir (63), pesepeda asal Jakarta. Dia mengaku sudah berkali-kali mengunjungi Banda Aceh untuk urusan bisnis. Tetapi, belum sekali pun mendatangi Sabang.

“Mencoba melangkahkan kaki dari Banda Aceh ke Sabang terasa begitu berat, meski sejak kecil saya sudah mengenal Sabang melalui pelajaran di sekolah. Maka, saat tahu ada acara bersepeda ke Sabang ini saya tidak berpikir panjang lagi. Ini kesempatan langka. Saya harus ambil,” ujar Andre.

Ayo ke Sabang!

Untuk merayakan HUT RI tahun 2024, Jelajah Bike juga berencana melakukan touring sepeda di Sabang. Tujuan utama ke tugu nol kilometer untuk merayakan HUT ke-79 Kemerdekaan RI. Event ini berlangsung selama 15-17 Agustus 2024.

Salah satu keindahan alam pantai di Pulau Weh. Foto: Jannes Eudes Wawa

Anita Sujarwo, pesepeda asal Jakarta menyatakan minatnya mengikuti event ini. Dia mengaku sudah lama ingin jalan-jalan ke Sabang, tetapi selalu gagal. “Saya harus ikut event ini! Momentumnya sangat bagus. Apalagi akan merayakan HUT Kemerdekaan RI di Tugu Nol Kilometer. Pasti seru dan bikin merinding,” ujar Anita.

BACA JUGA:  Bali Yang Sulit Terlewatkan

Ayo, mari ke Sabang. Kapan lagi kalau bukan sekarang!

 

 

JANNES EUDES WAWA
Author: JANNES EUDES WAWA

Share. Facebook WhatsApp Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BACA JUGA

Ambisi China, Swasembada Durian

Januari 20, 2026

Durian Indonesia Hanya Jago Kandang

Januari 17, 2026

Musim Durian Telah Tiba, Jangan Lewatkan!

Januari 11, 2026

Jelajah Ciptagelar (3): Berdialog dengan Abah Ugi

Desember 15, 2025

Jelajah Ciptagelar (2): Perjuangan Berat Menuju Gelaralam

Desember 14, 2025

Jelajah Ciptagelar (1): Jalan Panjang Menuju Gelaralam

Desember 13, 2025
Leave A Reply Cancel Reply

TERKINI

Impor Mobil India (2): Koperasi Pun Jadi “Tabolabale”

Maret 3, 2026

Impor Mobil India (1): Tercekik Manuver Agrinas

Februari 28, 2026

Impor 105.000 Mobil Pikap, Agrinas Kangkangi Presiden Prabowo

Februari 25, 2026

Pilpres 2029, Prabowo-Gibran Bakal Pisah Jalan

Februari 20, 2026

Anak SD Bunuh Diri di NTT, Duka Itu Menampar Sangat Keras

Februari 18, 2026

Impor Garam di Negeri Maritim

Februari 18, 2026
Blalak.com
© 2026 Blalak.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.