Close Menu
  • Home
  • Perjalanan
  • Wisata
  • Sport
  • Bisnis
  • Cyling
  • Humaniora
  • Royke Lumowa Gowes Jakarta Paris
  • Login Artikel
  • Daftar Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Impor Mobil India (2): Koperasi Pun Jadi “Tabolabale”

Maret 3, 2026

Impor Mobil India (1): Tercekik Manuver Agrinas

Februari 28, 2026

Impor 105.000 Mobil Pikap, Agrinas Kangkangi Presiden Prabowo

Februari 25, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
LOGIN
Blalak.comBlalak.com
  • Home
  • Perjalanan
  • Wisata
  • Sport
  • Bisnis
  • Cyling
  • Humaniora
  • Royke Lumowa Gowes Jakarta Paris
  • Login Artikel
  • Daftar Artikel
Blalak.comBlalak.com
Home » Demokrasi Terkoyak, Mahasiswa Mulai Bergerak
Politik

Demokrasi Terkoyak, Mahasiswa Mulai Bergerak

RedaksiBy RedaksiNovember 23, 2023Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Pinterest LinkedIn
Unjuk rasa mahasiswa. Foto: Arsip
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

JAKARTA, BLALAK — Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP), Neni Nurhayati memberikan apresiasi yang tinggi kepada kalangan mahasiswa yang semakin responsif atas kondisi demokrasi yang terus terkoyak oleh tangan oligarki. Krisis demokrasi saat ini membutuhkan kekuatan mahasiswa untuk mendobrak.

Gerakan intelektual muda di acara Sumpah Pemuda 2.0 merupakan momentum yang baik untuk membangun kembali demokrasi di Indonesia. “Keberanian dan kekritisan anak muda saat ini saya kira menjadi momentum yang baik untuk membangun kembali demokrasi Indonesia semakin lebih sehat lagi,” kata Neni di Jakarta, Kamis (23/11/2023).

Unjuk rasa mahasiswa. Foto: Arsip

Demokrasi hari ini sedang tidak baik-baik saja. Pembajakan konstitusi, oligarki politik, tidak adanya etika maupun legitimasi, mengkhianati demokrasi. Pakar hukum, tokoh nasional turun tangan, melakukan berbagai gerakan dan gugatan, untuk menjaga marwah demokrasi dan reformasi.

Maka gerakan anak muda dari sejumlah BEM Universitas ternama di Indonesia menjadi penting dan menginspirasi. “Ini saya kira langkah baik untuk menciptakan keadilan dan kesetaraan. Anak anak muda sangat peka terhadap kondisi dan permasalahan bangsa yang terjadi,” tegas Neni.

Tahu keadaan

Anak muda, kata Neni, tidak abai terhadap kondisi bangsa. Mereka mengetahui carut-marut kondisi demokrasi kita dan mau bergerak. DEEP Indonesia pernah menyebarkan kuisioner kepada 1.500 responden, dimana 86 persen di antaranya menyatakan ikut berpartisipasi dalam politik.

Aktivitas dengan berbagai macam cara sesuai dengan fokus dan keterampilan masing-masing. Di antara mereka juga siap datang ke TPS pada 14 Februari 2024.

Meski begitu, mereka menyadari ruang partisipasi itu juga belum optimal di Indonesia. Alasannya, saat ini para aktor politik baru sebatas mengkapitalisasi anak-anak muda tetapi belum mendengarkan suara mereka secara serius.

BACA JUGA:  Dinasti Jokowi Mempertontonkan Politik Curang

“Peluang terjadinya intimidasi, intervensi juga besar sekali. Contohnya, keluarga dari Ketua BEM UI, Melki Sedek Huang sempat mendapatkan ancaman, sehingga Melki harus pulang ke kampung halamannya,” ujar Neni.

Sebelumnya,  gabungan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai kampus mendeklarasikan Sumpah Pemuda 2.0 di Gedung Joang ’45, Jakarta.  Sebagai deklarator antara lain Ketua BEM UI Melki Sedek Huang, Ketua BEM Unpad Haikal Febrian Syah, Sekjen SEMA Paramadina Afiq Naufal, Ketua BEM KM UGM Gielbran Muhammad Noor, dan mahasiswa Unnes Fajar Rahmat Sidik.

Patut didukung

Gabungan mahasiswa mendeklarasikan Sumpah Pemuda 2.0. Deklarasi itu juga menyebut putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tidak berdampak positif pada mereka sebagai generasi muda. Bahkan, putusan itu justru mengubur mimpi mereka.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Ridho Al Hamdi menilai gerakan mahasiswa adalah aspirasi dari generasi Z yang kecewa dengan salah satu produk reformasi yakni Mahkamah Konstitusi yang dinilai mencederai demokrasi. “Ini perlu diapresiasi, suara generasi Z ini benar-benar menjadi cerminan kritisnya mahasiswa, kritisnya anak muda dalam melihat persoalan di negeri ini,” terangnya.

Dia menegaskan, Mahkamah Konstitusi dalam putusan nomor 90 justru menyuburkan politik dinasti. “Bahwa lembaga MK ini ditunggangi kepentingan politik, ‘kado paman untuk ponakan’. Dengan demikian, MK menjadi lahan bagi keluarga untuk menyuburkan benih-benih dinasti,” tambahnya.

Daya kritis

Ridho menyebut gerakan tersebut adalah daya kritis dari para generasi muda. “Jadi gerakan Sumpah Pemuda 2.0 ini merupakan bentuk daya kritis anak Gen Z terhadap situasi republik yang sedang ‘hamil tua’,” tandasnya.

Ia pun mengutip Ketum PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir yang menyatakan reformasi membutuhkan rekonstruksi. “Karena banyak dari warga negara, bahkan pemimpin bangsa menjadi tuna etika, tidak mengerti apa yang harus mereka lakukan,” tegasnya.

BACA JUGA:  Jangan Ragukan Komitmen Ganjar Bangun Desa

Ridho mengungkapkan gerakan itu mampu menjadi penjernih dari segala ajakan maupun narasi untuk menormalisasi putusan MK. “Jelas itu menjadi titik terang bahwa anak-anak generasi Z menjadi pilar generasi yang kritis, generasi yang tidak abai, generasi yang peduli bahwa Indonesia, demokrasi kita itu sedang tidak baik-baik saja. Perlu banyak hal yang perlu diperbaiki dalam republik ini,” tegasnya.

Oleh sebab itu, Ridho mengapresiasi dan mendukung gerakan para muda tersebut. “Ini menjadi cerminan dan kita harus mendukung mereka dan mengapresiasi gerakan yang sedang mereka lakukan ini,” pungkasnya.(*)

editor: RED

 

Pengerahan Perangkat Desa Layak Dijatuhi Sanksi Berat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Redaksi
Author: Redaksi

Share. Facebook WhatsApp Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BACA JUGA

Pilpres 2029, Prabowo-Gibran Bakal Pisah Jalan

Februari 20, 2026

Kritik Megawati Menjadi Peringatan Dini bagi Masyarakat

November 29, 2023

Pro Desa Jadi Identitas Politik Pasangan Ganjar-Mahfud

November 29, 2023

Mahfud Janji Tingkatkan Kesejahteraan Guru Ngaji

November 28, 2023

Jangan Ragukan Komitmen Ganjar Bangun Desa

November 28, 2023

Netralitas Pemilu Butuh Pengawasan Masyarakat Sipil

November 27, 2023
Leave A Reply Cancel Reply

TERKINI

Impor Mobil India (2): Koperasi Pun Jadi “Tabolabale”

Maret 3, 2026

Impor Mobil India (1): Tercekik Manuver Agrinas

Februari 28, 2026

Impor 105.000 Mobil Pikap, Agrinas Kangkangi Presiden Prabowo

Februari 25, 2026

Pilpres 2029, Prabowo-Gibran Bakal Pisah Jalan

Februari 20, 2026

Anak SD Bunuh Diri di NTT, Duka Itu Menampar Sangat Keras

Februari 18, 2026

Impor Garam di Negeri Maritim

Februari 18, 2026
Blalak.com
© 2026 Blalak.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.