Close Menu
  • Home
  • Perjalanan
  • Wisata
  • Sport
  • Bisnis
  • Cyling
  • Humaniora
  • Royke Lumowa Gowes Jakarta Paris
  • Login Artikel
  • Daftar Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Impor Mobil India (2): Koperasi Pun Jadi “Tabolabale”

Maret 3, 2026

Impor Mobil India (1): Tercekik Manuver Agrinas

Februari 28, 2026

Impor 105.000 Mobil Pikap, Agrinas Kangkangi Presiden Prabowo

Februari 25, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
LOGIN
Blalak.comBlalak.com
  • Home
  • Perjalanan
  • Wisata
  • Sport
  • Bisnis
  • Cyling
  • Humaniora
  • Royke Lumowa Gowes Jakarta Paris
  • Login Artikel
  • Daftar Artikel
Blalak.comBlalak.com
Home » Pengerahan Perangkat Desa Layak Dijatuhi Sanksi Berat
Politik

Pengerahan Perangkat Desa Layak Dijatuhi Sanksi Berat

RedaksiBy RedaksiNovember 23, 20231 Komentar2 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Pinterest LinkedIn
Lili Romli
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

JAKARTA, BLALAK— Peneliti senior BRIN Lili Romli menilai deklarasi para kepala desa dan perangkat desa yang mendukung pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka beberapa waktu lalu merupakan pelanggaran pemilu berat. Alasannya, sebagai aparatur pemerintah, perangkat desa seharusnya bersikap netral.

Namun ternyata mereka berpihak dengan melakukan deklarasi mendukung pasangan tertentu. “Tindakan ini merupakan suatu pelanggaran berat.,” kata Lili Romli di Jakarta, Kamis (23/11/2023).

Untuk itu, Lili mendesak Bawaslu untuk bertindak tegas karena kegiatan tersebut telah melanggar UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Jika Bawaslu tidak memberikan sanksi yang tegas, maka hal itu bisa menjadi preseden buruk bagi pelaksanaan pemilu yang jujur, adil, demokratis dan berintegritas.

Lili Romli

“Nantinya publik akan menuduh yang bukan-bukan terhadap Bawaslu. Bisa muncul anggapan bahwa Bawaslu ‘masuk angin’, diskriminatif dan bahkan berpihak,” tegasnya.

Jalankan tugas pokok

Lili mendorong Bawaslu agar mampu menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai pengawas pemilu. Dengan cara unjuk kekuatan sebagai wasit yang tegas dan berwibawa,.

Sementara itu, Wakil Ketua SETARA Institute Bonar Tigor Naipospos mengatakan, ada lubang dalam Undang Undang Pemilu yang dipergunakan ‘orang pintar’ untuk membenarkan perbuatannya.

Misalnya, problemnya teks UU Pemilu ambigu. Bila tidak ada pernyataan dukungan langsung dianggap bukan pelanggaran. Seperti pernyataan Mantan Menkumham Yusril Izha Mahendra bahwa, para pejabat desa hanya menyatakan aspirasinya. Tidak ada deklarasi pernyataan dukungan.

“Inilah lubang-lubang dalam perundangan kita yg selalu dimanfaatkan oleh pihak yang ‘pinter’. Termasuk seperti yang terjadi pada Mahkamah Konstitusi,” imbuh Coki.

Kepentingan oligarki

Namun fakta di lapangan, ditemukan sejumlah atribut dengan nomor pasangan Prabowo-Gibran. Bahkan dalam laporan Puskapol UI, disebutkan bahwa dukungan ribuan aparat desa adalah hasil mobilisasi Presiden Jokowi.

BACA JUGA:  Cacat Legitimasi Moral Buka Peluang Pelanggaran Baru

Coki menambahkan, Undang-Undang yang ada sekarang dibuat oleh ‘orang pintar;. “Pembuat UU kita yang “pinter”, baik di eksekutif maupun legislatif, karena mereka tahu itu akan berlaku pada mereka ketika berkompetisi untuk memperoleh kekuasaan. Sementara partisipasi publik, entah akademisi maupun kelompok sipil diminimalisir,“ jelas Coki.

Dengan tingginya tingkat kepentingan oligarki pada Pemilu dan Pilpres kali ini, Coki meyakini  pekerjaan Bawaslu akan semakin berat. “Pihak Bawaslu memang harus bekerja keras, karena masing-masing pihak yang berkompetisi akan memanfaatkan lobang-lobang itu. Ketegasan Bawaslu dengan memberikan penafsiran dan pemaparan apa yang menjadi Rule of the game menjadI penting, karena kalau tidak potensi kecurangan apalagi yg melibatkan institusi pemerintahan menjadi terbuka,” tegas dia.(*)

editor: RED

Redaksi
Author: Redaksi

Share. Facebook WhatsApp Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BACA JUGA

Pilpres 2029, Prabowo-Gibran Bakal Pisah Jalan

Februari 20, 2026

Kritik Megawati Menjadi Peringatan Dini bagi Masyarakat

November 29, 2023

Pro Desa Jadi Identitas Politik Pasangan Ganjar-Mahfud

November 29, 2023

Mahfud Janji Tingkatkan Kesejahteraan Guru Ngaji

November 28, 2023

Jangan Ragukan Komitmen Ganjar Bangun Desa

November 28, 2023

Netralitas Pemilu Butuh Pengawasan Masyarakat Sipil

November 27, 2023

1 Komentar

  1. Pingback: Demokrasi Terkoyak, Mahasiswa Mulai Bergerak - blalak.com

Leave A Reply Cancel Reply

TERKINI

Impor Mobil India (2): Koperasi Pun Jadi “Tabolabale”

Maret 3, 2026

Impor Mobil India (1): Tercekik Manuver Agrinas

Februari 28, 2026

Impor 105.000 Mobil Pikap, Agrinas Kangkangi Presiden Prabowo

Februari 25, 2026

Pilpres 2029, Prabowo-Gibran Bakal Pisah Jalan

Februari 20, 2026

Anak SD Bunuh Diri di NTT, Duka Itu Menampar Sangat Keras

Februari 18, 2026

Impor Garam di Negeri Maritim

Februari 18, 2026
Blalak.com
© 2026 Blalak.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.