Close Menu
  • Home
  • Perjalanan
  • Wisata
  • Sport
  • Bisnis
  • Cyling
  • Humaniora
  • Royke Lumowa Gowes Jakarta Paris

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Impor Mobil India (2): Koperasi Pun Jadi “Tabolabale”

Maret 3, 2026

Impor Mobil India (1): Tercekik Manuver Agrinas

Februari 28, 2026

Impor 105.000 Mobil Pikap, Agrinas Kangkangi Presiden Prabowo

Februari 25, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
LOGIN
Blalak.comBlalak.com
  • Home
  • Perjalanan
  • Wisata
  • Sport
  • Bisnis
  • Cyling
  • Humaniora
  • Royke Lumowa Gowes Jakarta Paris
Blalak.comBlalak.com
Home » Catatan Musim Semi: Optimisme Orang Buta
Humaniora

Catatan Musim Semi: Optimisme Orang Buta

Stefanus WoloBy Stefanus WoloMaret 23, 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Pinterest LinkedIn
Seorang buta sedang berjalan sendiri. Sumber foto dari google
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Oleh: STEFANUS WOLO ITU

Saya ingat Helen Keller. Dia lahir di Tuscumbia, Alabama, Amerika Serikat, 27 Juni 1880. Pada usia 19 bulan Helen mengalami kisah tragis. Dia terkena penyakit yang membuatnya buta dan tuli. Sejak itu mentalnya memburuk. Dia menjadi anak liar, keras kepala dan kasar.

Saat berusia tujuh tahun, Helen didampingi seorang ibu guru: Anne Sullivan. Ibu Anne melatih dan motivasi Helen. “Kekurangan bukanlah halangan bagi Helen untuk berkreasi dan melakukan sesuatu”, kata ibu Anne.

Helen semakin percaya diri. Semua manusia memiliki kelebihan masing-masing. Dia juga demikian: memiliki kelebihan. Dengan kelebihan itu dia bisa melakukan sesuatu bernilai meski dia buta dan tuli.

Tahun 1903 Helen menerbitkan Autobiografinya berjudul Story of My Life. Helen juga menulis buku lain The World I Live. Buku ini sudah diterjemahkan ke dalam 50 bahasa. Helen juga berhasil mendirikan “American Foundation for the Blind dan American Foundation for the Overseas Blind”.

Seorang buta sedang berjalan sendiri. Sumber foto dari google

Visi kreatif

Kisah Helen Keller hendak membuktikan bahwa keterbatasan tidak menghalangi dirinya berbuat baik. Kekurangan tidak membatasi dirinya melakukan karya-karya kreatif. Dia buta dan tuli. Tetapi dia berbahagia karena memiliki visi kreatif.

Saya pernah mendengar ungkapan keprihatinan seorang. Kata dia: “Orang yang paling menyedihkan di dunia ini adalah orang yang punya mata dan penglihatan, namun tidak memiliki visi”.

Helen Keller memiliki sikap optimis dalam hidupnya. Bagi Helen, optimisme adalah keyakinan yang mengarah pada pencapaian. Dia bisa berhasil bila dia memiliki harapan dan percaya diri.

Pengalaman Helen Keller ini hendaknya menjadi ceritera motivasi bagi sama saudara kita yang buta dan tuli. Mereka sering kali merasa tak bernilai dan tak berguna.

BACA JUGA:  Jelajah Ciptagelar (3): Berdialog dengan Abah Ugi

Mereka tidak bisa berkarya lagi. Yang ada di depan mereka adalah suasana kegelapan dan tanpa harapan. Kita perlu meyakinkan dan menamamkan rasa percaya diri pada mereka.

Mereka bisa melakukan dan menghasilkan sesuatu yang istimewa. Seperti Helen Keller didampingi Anne Sullivan dan sukses, sama saudara kita yang buta, tuli atau cacat fisik lainnya membutuhkan bimbingan dan pendampingan kita. Orang buta memiliki optimisme dan optimisme menghasilkan daya cipta.

Kita menyaksikan dua foto di bawah ini. “Tongkat dan anjing” bisa bantu menuntun kedua orang buta berjalan. Kehadiran kita mesti mampu membantu orang-orang buta memiliki visi, optimisme dan menghasilkan sesuatu untuk hidup. Mereka bisa berpikir tenang, mencintai kekurangannya dengan tulus, melakukan setiap pekerjaan dengan niat mulia dan mempercayai Tuhan tanpa keraguan.

Pada 20 Maret,  Eropa memasuki musim semi. Musim semi selalu menjadi simbol kelahiran dan pembaharuan. Selama musim semi semua mahluk hidup mulai bangun. Kami mengalami suasana baru. Sinar matahari yang mulai menghangat. Burung mulai bernyanyi di pagi hari. Desiran air sungai, gemerisik rumput muda dan bunga-bunga indah.

Musim semi memanggilmu untuk menikmati kehangatan, menyaksikan bunga-bunga, dan mempersiaplan paskah dengan sukacita. Saatnya merayakan cinta yang baru mulai bersemi. Cinta menolong orang-orang buta agar memiliki optimisme dalam hidup, menghasilkan sesuatu, bertahan hidup dan merayakan paskah abadi.

STEFANUS WOLO ITU
Imam Projo Keuskupan Agung Ende. Flores
Misionaris di Keuskupan Basel, Swiss

 

 

 

Stefanus Wolo
Author: Stefanus Wolo

Share. Facebook WhatsApp Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BACA JUGA

Anak SD Bunuh Diri di NTT, Duka Itu Menampar Sangat Keras

Februari 18, 2026

Jelajah Ciptagelar (3): Berdialog dengan Abah Ugi

Desember 15, 2025

Jelajah Ciptagelar (2): Perjuangan Berat Menuju Gelaralam

Desember 14, 2025

Jelajah Ciptagelar (1): Jalan Panjang Menuju Gelaralam

Desember 13, 2025

80 Tahun Bom Atom di Nagasaki: Luka Itu Perih Sepanjang Hayat

Agustus 8, 2025

Kunjungi Jepang, Orang Indonesia Wajib Bebas Penyakit TBC

November 19, 2023
Leave A Reply Cancel Reply

TERKINI

Impor Mobil India (2): Koperasi Pun Jadi “Tabolabale”

Maret 3, 2026

Impor Mobil India (1): Tercekik Manuver Agrinas

Februari 28, 2026

Impor 105.000 Mobil Pikap, Agrinas Kangkangi Presiden Prabowo

Februari 25, 2026

Pilpres 2029, Prabowo-Gibran Bakal Pisah Jalan

Februari 20, 2026

Anak SD Bunuh Diri di NTT, Duka Itu Menampar Sangat Keras

Februari 18, 2026

Impor Garam di Negeri Maritim

Februari 18, 2026
Blalak.com
© 2026 Blalak.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.