Close Menu
  • Home
  • Perjalanan
  • Wisata
  • Sport
  • Bisnis
  • Cyling
  • Humaniora
  • Royke Lumowa Gowes Jakarta Paris

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Impor Mobil India (2): Koperasi Pun Jadi “Tabolabale”

Maret 3, 2026

Impor Mobil India (1): Tercekik Manuver Agrinas

Februari 28, 2026

Impor 105.000 Mobil Pikap, Agrinas Kangkangi Presiden Prabowo

Februari 25, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
LOGIN
Blalak.comBlalak.com
  • Home
  • Perjalanan
  • Wisata
  • Sport
  • Bisnis
  • Cyling
  • Humaniora
  • Royke Lumowa Gowes Jakarta Paris
Blalak.comBlalak.com
Home » Catatan Royke Lumowa (33): Malam Natal yang Syahdu di Beograd
Cyling

Catatan Royke Lumowa (33): Malam Natal yang Syahdu di Beograd

ROYKE LUMOWABy ROYKE LUMOWAFebruari 7, 2024Tidak ada komentar7 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Pinterest LinkedIn
Hiasan Natal tampak cukup semarak di wilayah Serbia, dan Kota Beograd pada khususnya. Foto: Arsip Royke Lumowa
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Natal tahun 2023 sungguh berbeda. Untuk pertama kalinya, saya merayakan Natal tidak bersama keluarga. Bahkan, lokasinya pun jauh di Beograd, Serbia. Suasananya sungguh beda. Akan tetapi, kami sekeluarga memaklumninya sebagai konsekuensi dari pilihan saya yang melakukan perjalanan bersepeda dari Jakarta hingga Paris melewati 41 negara.

Suasana Natal di kawasan Eropa tampak semarak sejak awal Desember 2023 saat masih di Turki. Hiasan pohon Natal terpasang di hampir semua sudut kota dan di sepanjang jalan raya.

Bahkan, di banyak kota, warga setempat menggelar Festival Natal atau Pasar Natal yang menjual aneka kebutuhan Natal dan barang kebutuhan pokok lainnya. Festival selalu berlangsung setiap tahun selama bulan Desember. Di kota tertentu, acara ini malah mulai sejak pertengahan November.

Royke Lumowa berada di depan sebuah gereja kecil di wilayah Serbia. Suasana Natal di wilayah Eropa mulai terasa sejak awal bulan Desember. Foto: Arsip Royke Lumowa

Saya tiba di Beograd, ibukota Serbia, pada Sabtu, 23 Desember 2023 petang. Hari itu saya mengayuh sepeda dari Kota Jagodina, masih di Serbia. Saat keluar dari kota ini sekitar pukul 08.46. Rintik hujan tidak mau berhenti. Suhu udara hanya 4 derajat celcius. Lumayan dingin.

Pakaian yang saya kenakan juga menyesuaikan dengan suhu udara. Paling dalam adalah baselayer, lalu jersey musim dingin, jaket sepeda musim dingin dengan lapisan jaket windbreaker lengan panjang dan celana padding musim dingin.

Sepatu sepeda pun khusus musim dingin, juga kaos kaki serta sarung tangan tebal. Kemudian penutup kepala dan kupluk wajah, hidung dan mulut. Mengenakan pakaian yang berlapis ini membuat saya cukup nyaman mengayu sepeda.

Jalur yang saya lewati cukup sepi, jauh dari lalu lalang kendaraan roda empat. Tak ada jalur khusus sepeda, tetapi selama mengayuh sepeda saya sama sekali tidak terganggu dengan kendaran yang lewat. Jalan benar-benar lengang. Suasana pedesaannya sangat kuat.

Rumah terlantar

Di rute ini, masih tampak banyak rumah warga setempat yang terlantar. Para pemilik kabarnya pergi merantau ke negara lain, terutama Jerman untuk mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang layak. Lahan pertanian pun tidak terurus. Jumlahnya sekitar 20 persen.

BACA JUGA:  Catatan Royke Lumowa (11): Di Shangri-La Saya Seolah Kayuh di Puncak Sumbing

Sementara bagi warga yang ada, di beberapa rumah masih memelihara anjing. Begitu melihat saya melewati wilayahnya, anjing-anjing itu langsung menggonggong. Akan tetapi, karena posisi terikat sehingga hanya bersuara dari balik pagar rumah.

Selain dingin, perjalanan ini nyaris tidak banyak tantangan. Kontur jalan yang ada pun relatif landai. Jadi, saya tidak terlalu bersusah payah walaupun dengan jarak yang cukup jauh. Sekitar pukul 16.00 saya sudah tiba di Kota Brestovic. Jarak mencapai 101,15 kilometer dengan total ketinggian (elevation gain) 615 meter.

Dari Kota Brestovic, saya memilih loading menuju Kota Beograd. Jaraknya, sekitar 34 kilometer. Kami tiba di ibukota Serbia ini menjelang petang. Setelah istirahat sejenak di hotel, kami menuju sebuah restoran kecil yang tidak jauh dari penginapan. Malam itu, kami menikmati roti Serbia yang enak.

Keesokan harinya, Minggu, 24 Desember 2023, saya memilih beristirahat di Beograd. Pagi hari jam 10.00, menyempatkan diri mengikuti ibadah di Gereja Katolik Santo Antonius Padua.

Saya berjalan kaki sekitar 500 meter menuju halte, lalu naik bus selama beberapa menit, kemudian turun dan berjalan kaki lagi kurang lebih 300 meter. Tibalah saya di gereja itu. Umat yang hadir hanya separuh dari kapasitas gereja. Cukup banyak kursi yang tak terisi.

Hiasan Natal tampak cukup semarak di wilayah Serbia, dan Kota Beograd pada khususnya. Foto: Arsip Royke Lumowa

Gereja Katolik ini termasuk salah satu yang terbesar di Beograd. Akan tetapi, gedung gereja Kristen Ortodoks umumnya jauh lebih besar lagi. Mayoritas penduduk Beograd adalah penganut Kristen Ortodoks.

Saling meneguhkan

Sepulang dari gereja, saya mengajak kru jalan-jalan mengelilingi Kota Beograd dengan bus kota. Kami juga sempat menikmati masakan China pada salah satu restoran di kota itu. Ada mie kuah. Sungguh nikmat. Ternyata kuliner Asia sangat eksis di kawasan Eropa.

BACA JUGA:  Catatan Royke Lumowa (25): Masih Berjuang Dapatkan Visa Uni Eropa

Malam harinya saya mengikuti misa malam Natal di gereja yang sama. Umat yang hadir sangat banyak. Semua kursi di dalam gereja terisi penuh. Bahkan, sebagian umat terpaksa berada di luar gedung gereja. Luar biasa.

Misa malam Natal ini bertambah menarik, sebab ada paduan suara yang sangat bagus. Harmonisasi suara mereka sangat kompak. Saling melengkapi antara satu penyanyi dengan lainnya.

Meski demikian, suasana Natal di Beograd tidak semeriah kawasan Eropa lainnya. Bahkan, kalah dibanding di Indonesia. Penyebabnya karena masyarakat Beograd dan Serbia pada umumnya paling banyak penganut Kristen Ortodoks.

Royke Lumowa bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Serbia Pak Chandra Widya Yudha di Wisma KBRI di Beograd, Senin 25/12/2023). Foto: Arsip Royke Lumowa

Umat Kristen Ortodoks merayakan Natal pada setiap 7 Januari. Saat itulah suasana Natal di Serbia kabarnya sangat meriah.

Pada hari Natal, 25 Desember 2023, pagi hari saya meluangkan waktu berkomunikasi dengan istri dan anak-anak di Jakarta melalui video call. Mereka hadir lengkap. Kami saling memberi ucapan selamat Natal serta saling meneguhkan.

Baru kali ini, saya merayakan Natal terpisah dari keluarga. Saat bertugas di Papua Barat, Maluku dan Sulawesi Utara, menjelang Natal, anak-anak yang mengunjungi kami. Karena sebagai Kapolda, saya tidak mungkin meninggalkan tugas saat Natal.

Maka merayakan Natal tahun 2023 ini, saya pun teringat dengan penyanyi legendaris Dolly Parton dan Kenny Rogers yang pernah menyanyikan lagu berjudul: Christmas Without You. Natal yang takkan terasa jika tanpamu.

Siang itu, kami menuju wisma KBRI ingin bertemu Dubes Indonesia untuk Serbia Pak Chandra Widya Yudha. Saya berangkat dari penginapan dengan bersepeda menyusuri sudut-sudut kota mengikuti jalur sepeda.

Benteng Beograd

Saya sempat singgah di Benteng Beograd. Benteng ini sangat luas dan besar. Luasnya 66 hektar yang berdiri pada tahun 279 sebelum masehi (SM). Benteng ini merupakan cikal bakal Beograd. Kini menjadi salah satu destinasi yang menyedot banyak wisatawan.

BACA JUGA:  Catatan Royke Lumowa (37): Menyaksikan Laut Membeku dan Mengeras di Latvia

Beograd merupakan salah satu kota tertua di Eropa. Kota yang indah dengan banyak peninggalan sejarah. Serbia pun termasuk negara Balkan yang memiliki sejarah panjang. Sebelum merdeka, Serbia adalah bagian dari Yugoslavia bersama Slovenia, Kroasia, Bornia dan Herzegovina, Montenegro dan Macedonia.

Yugoslavia mengalami beberapa kali perubahan nama. Mula-mula Republik Federasi Sosialis Yugoslavia, lalu Republik Federasi Yugoslavia dan Uni Serbia Montenegro. Pada tahun 2006, Serbia resmi berpisah menjadi Republik Serbia dan Republik Montenegro.

Royke Lumowa berada di depan Benteng Beograd. Bertemu dengan dua wiatawan. Benteng kuno ini selalu menarik perhatian wisatawan. Foto: Arsip Royke Lumowa

Beograd menjadi kota penuh ikonik di Eropa Tengah. Kota dengan penduduk sekitar 1,4 juta jiwa itu berada di alur pertemuan Sungai Danube dan Sungai Sava. Kota ini juga menjadi pusat kebudayaan, pendidikan, sains dan ekonomi Serbia. Bahkan, menjadi rumah bagi banyak warga sejak 7.000 tahun lalu.

Pukul 13.00, kami tiba di kantor KBRI. Pak Chandra dan staf KBRI menunggu kami di kantor. Dari sana, kami langsung menuju Wisma KBRI yang berada dalam satu kompleks.

Kami saling bertukar informasi. Saya menceritakan perjalanan saya sejak dari Jakarta hingga tiba di Serbia. Segala duka dan dukanya. Apalagi perjalanan ini menjadi pengalaman yang menarik dan seru. Sebaliknya, Pak Dubes dan staf bercerita tentang masyarakat Serbia dan Kota Beograd.

Kuliner China

Saat itu, saya pun menyerahkan vandel dari Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Polri bapak Bambang Hendarso Danuri kepada Dubes Serbia. Vandel ini menjadi pengingat bahwa ada seorang purnawirawan Polri yang tiba di Wisma KBRI Serbia dengan bersepeda dari Jakarta.

Setelah itu, Pak Chandra mengajak makan di restoran Asia dengan sajian makanan China. Restoran ini berada di tepi Sungai Danube. Kami makan dengan lahapnya. Kulinernya enak banget.

Kata Pak Chandra, selama musim panas, restoran itu selalu penuh pengunjung hingga di halaman. Pengunjung ingin menikmati suasana makan di tepi sungai nan bersih.

Sambil makan, Pak Chandra bercerita tentang masa kecilnya. Saat lahir, ayahnya sebagai sukarelawan sedang mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran sebagai persiapan menghadapi konflik Indonesia dan Malaysia di Kalimantan. Sang ayah kemudian menamainya Chandra Widya Yudha.

editor: JANNES EUDES WAWA

Catatan Royke Lumowa (32): Kuliner di KBRI Bulgaria Bikin Rindu Indonesia

 

 

 

 

ROYKE LUMOWA
Author: ROYKE LUMOWA

Share. Facebook WhatsApp Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BACA JUGA

Ambisi China, Swasembada Durian

Januari 20, 2026

Durian Indonesia Hanya Jago Kandang

Januari 17, 2026

Musim Durian Telah Tiba, Jangan Lewatkan!

Januari 11, 2026

Jelajah Ciptagelar (3): Berdialog dengan Abah Ugi

Desember 15, 2025

Jelajah Ciptagelar (2): Perjuangan Berat Menuju Gelaralam

Desember 14, 2025

Jelajah Ciptagelar (1): Jalan Panjang Menuju Gelaralam

Desember 13, 2025
Leave A Reply Cancel Reply

TERKINI

Impor Mobil India (2): Koperasi Pun Jadi “Tabolabale”

Maret 3, 2026

Impor Mobil India (1): Tercekik Manuver Agrinas

Februari 28, 2026

Impor 105.000 Mobil Pikap, Agrinas Kangkangi Presiden Prabowo

Februari 25, 2026

Pilpres 2029, Prabowo-Gibran Bakal Pisah Jalan

Februari 20, 2026

Anak SD Bunuh Diri di NTT, Duka Itu Menampar Sangat Keras

Februari 18, 2026

Impor Garam di Negeri Maritim

Februari 18, 2026
Blalak.com
© 2026 Blalak.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.