Close Menu
  • Home
  • Perjalanan
  • Wisata
  • Sport
  • Bisnis
  • Cyling
  • Humaniora
  • Royke Lumowa Gowes Jakarta Paris

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Impor Mobil India (2): Koperasi Pun Jadi “Tabolabale”

Maret 3, 2026

Impor Mobil India (1): Tercekik Manuver Agrinas

Februari 28, 2026

Impor 105.000 Mobil Pikap, Agrinas Kangkangi Presiden Prabowo

Februari 25, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
LOGIN
Blalak.comBlalak.com
  • Home
  • Perjalanan
  • Wisata
  • Sport
  • Bisnis
  • Cyling
  • Humaniora
  • Royke Lumowa Gowes Jakarta Paris
Blalak.comBlalak.com
Home » Catatan Royke Lumowa (25): Masih Berjuang Dapatkan Visa Uni Eropa
Perjalanan

Catatan Royke Lumowa (25): Masih Berjuang Dapatkan Visa Uni Eropa

ROYKE LUMOWABy ROYKE LUMOWADesember 2, 20231 Komentar6 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Pinterest LinkedIn
Mengayuh sepeda di Kota Tehran, ibukota Iran, Foto: Arsip Royke Lumowa
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Setelah berada di Iran berarti selangkah lagi perjalanan bersepeda saya memasuki Eropa. Akan tetapi, visa untuk masuk ke wilayah itu belum terkantongi. Sesuai rencana, kami ingin segera menuntaskan visa tersebut setelah berada di Tehran, ibukota negara Iran.

Saat masih di Jakarta, kami sebetulnya sudah memasukan kelengkapan administrasi untuk pengurusan visa masuk ke negara-negara di kawasan Schengen. Sementara untuk wawancara dan lainnya ingin kami lakukan di negara terdekat menjelang masuk Eropa.

Mengapa kami memilih langkah seperti itu? Karena visa negara-negara kawasan Schengen berlaku sejak dikeluarkan. Masa berlakunya pun bervariasi. Kadang hanya 14 hari, sebulan, bahkan lebih lama lagi.

Mengayuh sepeda di Kota Tehran, ibukota Iran, Foto: Arsip Royke Lumowa

Ada pula yang mendapatkan visa berlaku selama dua tahun setelah melakukan perpanjangan. Tahun 2022, misalnya, saya pernah memperoleh visa Schengen sampai dua tahun. Itu sebabnya, kami merencanakan untuk menuntaskan urusan visa masuk Eropa saat berada di Iran atau Turki.

Maka begitu tiba di Tehran, pada Minggu 5 November 2023, kami menyempatkan diri mendatangi Kedutaan Besar Perancis. Kami sempat bertemu dengan staf kedutaan menyampaikan rencana tersebut. Di Iran, hari libur terjadi pada Jumat dan Sabtu.

Mereka menyampaikan bahwa untuk urusan visa harus melalui pihak ketiga, yakni VFS Global. Lembaga ini yang mendapatkan mandat untuk menangani pengurusan visa Uni Eropa di semua negara. Termasuk di Indonesia.

Tunggu wawancara

Petugas tersebut kemudian menginformasikan letak kantor VFS Global di Tehran. Kami pun segera menuju ke kantor perusahaan tersebut. Jaraknya sekitar dua jam dari kantor Kedubes Perancis.

Di sana, ternyata sudah ada banyak pemohon yang berjubel. Mereka membentuk antrian yang cukup panjang. Melihat kondisi tersebut, para petugas pun langsung merespon dengan menanyakan tujuan kedatangan kami.

BACA JUGA:  Mengenal Pasukan Swiss Pengawal Paus

Saya mengabarkan bahwa kami ingin mengurus bisa Uni Eropa. Kami tidak mengurus dari nol, sebab segala persyaratan sudah diserahkan di Jakarta. Di Tehran, kami hanya ingin menyelesaikan. Tinggal prin stiker.

Akan tetapi, petugas VFS Global menyampaikan bahwa kami harus terlebih dahulu mengantongi surat perjanjian untuk bertemu, lengkap dengan tanggal dan waktu untuk wawancara. Appoiment letter tersebut harus mengetahui Kedubes Perancis. Hingga saat itu, kami juga belum mengantongi surat yang dimaksud.

Bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Iran bapak Ronny Prasetyo Yuliantoro di depan kantor Kedubes RI di Tehran. Foto: Arsip Royke Lumowa

Dalam hati saya berpikir repot juga mengurus visa Uni Eropa ini. Kami kemudian menyampaikan persoalan ini kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tehran. Kami memohon bantuan mereka agar persoalan visa dapat segera tertangani.

Akhirnya, kami mendapat bantuan dari Pak Audi, KBRI di Tehran.  Mereka menyurati Kedubes Perancis di Tehran memohon kemudahan dan kelancaran dalam pengurusan visa kami ke Eropa.

Langkah ini ternyata mendapatkan respon yang baik dari Kedubes Perancis. Pada 12 November 2023 sekitar pukul 14.20 waktu setempat, kami mendapatkan panggilan melalui email dari VFS Global menyertakan appoiment letter.  Dalam surat itu kami mendapatkan kabar bahwa wawancara visa akan dilakukan pada 19 November 2023 pagi.

Agak dilematis

Panggilan wawancara ini di satu sisi membahagiakan. Akan tetapi, pada sisi lain agak membingungkan, sebab visa Iran yang kami kantongi akan berakhir pada 22 November 2023. Setelah wawancara belum tentu kami langsung dapatkan visa Uni Eropa. Biasanya menunggu beberapa hari berikutnya.

Jika mengurus perpanjangan visa Iran pun belum tentu langsung terbit. Daripada memperpanjang lebih baik kami mengurus visa Uni Eropa di Turki. Ini masih ideal. Langkah ini lebih realistis.

BACA JUGA:  Catatan Royke Lumowa (33): Malam Natal yang Syahdu di Beograd

Akhirnya, kami memutuskan mengurus visa Eropa di Turki. Saya langsung mengontak KBRI di Turki melalui Atase Kepolisian mengabarkan persoalan kami, dan meminta bantuan mereka.

Mereka menyilahkan kami datang ke Tukir. Mereka berjanji akan mengupayakan. Itu sebabnya, kami pun memutuskan menyelesaikan urusan visa Eropa di Turki.

Akan tetapi, pada 13 November 2023, kami mencoba mendatangi lagi kantor VFS Global di Tehran. Tujuannya, untuk meminta waktu wawancara dimajukan satu atau dua hari dari jadwal 19 November 2023. Alasannya, batas akhir visa Iran yang kami kantongi segera berakhir.

Berada dalam kereta bawah tanah di Tehran, Iran. Foto: Arsip Royke Lumowa

Namun, permintaan kami ditolak. Menurut mereka, seluruh waktu sudah terjadwal untuk pemohon lainnya. Dengan demikian, jadwal yang ada tidak bisa ditukar.

Pilihan lain adalah mengajukan ulang dengan waktu wawancara di Turki. Pihak VFS Global di Tehran pun tidak berkeberatan. Menurut mereka, apabila pada tanggal yang telah ditentukan, yakni 19 November 2023 pemohon berhalangan hadir, maka otomatis gugur atau batal.

Saya menyampaikan perpindahan lokasi wawancara agar pihak VFS Global pun dapat mengetahuinya. Jika tanpa adanya kabar lanjutkan, nanti kesannya kami menghilang, lalu terkena blacklist dari urusan visa Eropa. Kalau seperti itu kan bakal merepotkan kami.

Kereta bawah tanah

Selama di Tehran, kami selalu menggunakan kereta. Menariknya kereta api yang ada hanya beroperasi di dalam tanah (MRT). Kereta bawah tanah ini sudah cukup lama berkembang sehingga terkoneksi ke banyak jalur.

Saya hitung ada 6 lajur. Ada yang dari utara ke selatan atau sebaliknya. Ada lagi yang dari timur ke barat atau sebaliknya. Kesadaran Masyarakat Iran untuk menggunakan transportasi publik sangat bagus sehingga tingkat keterisian penumpang pun cukup tinggi.

BACA JUGA:  Bali Yang Sulit Terlewatkan

Waktu tunggu tidak terlalu lama. Tidak lebih dari dua menit kereta berikutnya sudah tiba. Ongkosnya pun murah, sebab mendapatkan subsidi dari pemerintah. Menjadi masalah adalah di dalam kereta masih ada pedagangan asongan. Jumlahnya tidak banyak, tapi tetap mengganggu kenyamanan penumpang.

Pada 11 November 2023, Duta Besar Indonesia untuk Iran Pak Ronny Prasetyo Yuliantoro menyampaikan undangan kepada kami untuk makan siang di kantor Kedubes RI di Tehran. Acara itu berlangsung pada 13 November 2023.

Kami pun menyanggupi. Maka, pada waktu yang telah disepakati, kami mendatangi KBRI. Ternyata menunya khas Indonesia. Ada sup buntut, ayam panggang dan sambal goreng.  Luar biasa enaknya.

Makan siang bersama di Kedubes RI di Tehran. Menuknya enak dan lezat, bikin kangen Indonesia. Foto: Arsip Royke Lumowa.

Saking kangennya dengan makanan Indonesia, terutama yang berkuah bikin saya pun tidak malu-malu menambah. Maklum sejak dari Nepal, saya jarang mendapatkan makanan berkuah. Terakhir di China, yakni mie kuah.

Pak Ronny memberikan apresiasi yang tinggi atas kedatangan saya di Tehran dengan bersepeda. Selama ini belum ada warga Indonesia mengayuh sepeda dari Jakarta hingga di Iran. Saya adalah orang Indonesia pertama.

Dia berharap ke depan, semakin banyak orang Indonesia mengunjungi Iran. Negara ini lumayan berkembang, dan layak menjadi tujuan wisata. Banyak tempat wisaya yang unik.

Semoga urusan visa masuk ke Uni Eropa tertuntaskan saat kami berada di Turki. Kami memohon doa dari teman-teman dan para sahabat dimana saja berada.

editor: JANNES EUDES WAWA

Jangan lewatkan!!

Catatan Royke Lumowa (24): Uang Tunai Pun Raib di Kamar Hotel

ROYKE LUMOWA
Author: ROYKE LUMOWA

Share. Facebook WhatsApp Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BACA JUGA

Ambisi China, Swasembada Durian

Januari 20, 2026

Durian Indonesia Hanya Jago Kandang

Januari 17, 2026

Musim Durian Telah Tiba, Jangan Lewatkan!

Januari 11, 2026

Jelajah Ciptagelar (3): Berdialog dengan Abah Ugi

Desember 15, 2025

Jelajah Ciptagelar (2): Perjuangan Berat Menuju Gelaralam

Desember 14, 2025

Jelajah Ciptagelar (1): Jalan Panjang Menuju Gelaralam

Desember 13, 2025

1 Komentar

  1. Pingback: Catatan Royke Lumowa (26): Iran Selalu Menguras Emosi - blalak.com

Leave A Reply Cancel Reply

TERKINI

Impor Mobil India (2): Koperasi Pun Jadi “Tabolabale”

Maret 3, 2026

Impor Mobil India (1): Tercekik Manuver Agrinas

Februari 28, 2026

Impor 105.000 Mobil Pikap, Agrinas Kangkangi Presiden Prabowo

Februari 25, 2026

Pilpres 2029, Prabowo-Gibran Bakal Pisah Jalan

Februari 20, 2026

Anak SD Bunuh Diri di NTT, Duka Itu Menampar Sangat Keras

Februari 18, 2026

Impor Garam di Negeri Maritim

Februari 18, 2026
Blalak.com
© 2026 Blalak.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.