Oleh: JANNES EUDES WAWA
Kita sering menyaksikan orang Eropa bersepeda dari negara asalnya hingga di Indonesia. Akan tetapi, nyaris tidak terdengar orang Indonesia mengayuh sepeda dari negeri ini menuju Eropa. Royke Lumowa, pensiunan polisi (jenderal bintang dua), segera mewujudkan itu. Dia akan bersepeda dari Jakarta hingga di Paris selama 481 hari melewati 47 negara menempuh jarak sekitar 50.000 kilometer.
Sabtu, 8 Juli 2023 akan menjadi hari bersejarah dalam hidup Royke Lumowa, bahkan dunia sepeda di Indonesia. Hari itu dia memulai perjalanan panjang mengayuh sepeda mengelilingi dunia.
Dia sengaja memilih lokasi pelepasan di Monuman Nasional (Monas), monumen perjuangan revolusi rakyat Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan. Dia ingin menjadikan semangat perjuangan para pejuang kemerdekaan sebagai motivasi dalam mengayuh sepeda yang begitu jauh dan lama.

Misi utama Royke adalah ingin mengajak masyarakat dunia menyelamatkan bumi dari kehancuran yang semakin parah melalui aktivitas yang ramah lingkungan. Setiap orang dapat melakukan banyak ragam kegiatan demi menyehatkan bumi.
Misalnya, melakukan daur ulang sampah, tidak menebang hutan tanpa izin, hindari menggunakan plastik, hindari produk yang sekali pakai, berhenti membuang makanan, makan makanan yang sehat. Mulai perbanyak bersepeda dan atau berjalan.
Menggunakan mobil ke mana pun Anda pergi akan melindungimu dari terik mentari, dan asap kendaraan lainnya. Namun penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil telah terbukti mencemari udara yang berdampak dengan kualitas oksigen yang dihirup manusia.
Membiasakan diri lebih banyak bersepeda atau berjalan akan mengurangi dampak tersebut. Maka bersepedalah ke mana pun Anda pergi untuk menyelamatkan bumi. Ini sesuai tema perjalanan Royke Lumowa dalam mengayuh sepeda dari Jakarta hingga Paris, yakni: Cycling Anywhere to Save the Earth. Bersepeda kemanapun untuk selamatkan bumi!
Dukungan komunitas
Para pesepeda dari pelbagai komunitas akan mengantar Royke Lumowa dari Monas. Mereka berasal dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Manokwari dan kota lainnya. Ada yang mengantar hingga di Pelabuhan Merak, Provinsi Banten, sebelum menyeberang dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera. Bahkan, ada pula yang mengantar hingga di Bandar Lampung, ibukota Provinsi Lampung, Sumatera.
Sejauh ini sudah 60 pesepeda telah mendaftarkan diri untuk mengantar Royke Lumowa. Mereka menaruh hormat yang tinggi kepada Royke. Sikap ini bukan semata-mata karena keramahannya. Tetapi dia juga selalu melakukan aksi yang fenomenal. Berani melakukan sesuatu yang tidak banyak orang pikirkan.
Salah satu di antaranya mengayuh sepeda dari Jakarta hingga Paris. “Kami sangat respek terhadap keberanian Pak Royke. Itu sebabnya, kami dari Manokwari pun akan ikut mengantar Pak Royke hingga di Bandar Lampung,” kata Mariani Pinoro, pesepeda yang tinggal di Manokwari, Papua Barat.

Royke merencanakan finis tahap pertama di Paris pada 2 hari menjelang pembukaan Olimpiade Musim Panas di Paris pada 26 Juli 2024. Setelah istirahat beberapa hari, dia akan melanjutkan perjalanan dengan menyinggahi beberapa negara di Eropa lainnya hingga bulan November 2024.
Ke-47 negara yang akan dilewati Royke adalah Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Laos, China, Nepal, India, Pakistan, Iran, Turki, Yunani, Bulgaria, Makedonia Utara, Albania, Montenegro, Bosnia, Kosovo, Serbia, Rumania, Hungaria, Slovakia, Austria, Slovenia, Kroatia, Italia, Monaco, Spanyol, Andorra, Portugal, Maroko, Inggris, Belgia, Belanda, Denmark, Norwegia, Swedia, Findlandia, Rusia, Estonia, Latvia, Lithuania, Polandia, Czecnya, Jerman, Swiss, dan Perancis.
Menyatu dengan lingkungan
Royke mulai jatuh cinta pada dunia sepeda sejak tahun 2012. Mulanya hanya gowes di jarak pendek di Jakarta. Lama kelamaan dia seperti menemukan kebahagiaan. Mulailah dia mengayuh jarak jauh, mengikuti pelbagai event touring sepeda, seperti Jalajah Sepeda Manado-Makassar selama 14 hari yang diadakan harian Kompas tahun 2014.
Sewaktu menjabat Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Papua Barat, dia pernah menggelar Tour d’ Teluk Cenderawasih selama tiga dari dari Manokwari hingga Teluk Bintuni. Sekitar 350 pesepeda mengikuti event ini. Mereka berasal dari berbagai kota di Indonesia serta komunitas sepeda di Papua Barat dan Papua.
Dia juga mengajak warga di Papua Barat, termasuk anggota Polri bersepeda secara rutin. Sejak itu pula gairah masyarakat Papua Barat, terutama Manokwari untuk bersepeda begitu tinggi, dan terus terpelihara hingga saat ini. “Tanpa Pak Royke, minat bersepeda warga di Manokwari dan Papua Barat umumnya takkan sebesar sekarang. Jasa beliau sangat besar dan akan selalu terkenang,” kata Eko Hadi Seputro, pesepeda di Manokwari.
Ketika menjabat Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polri, dia tetap merawat semangat bersepeda dan terus menularkan kepada bawahannya. Ada hari khusus bagi anggota Korlantas wajib bersepeda ke kantor. Lalu mengayuh bersama sebelum memulai aktivitas di kantor. Beberpa kali, dia mengumpulkan komunitas sepeda untuk bersepeda bersama.
Saat menjadi Kapolda Maluku, Royke menggelar Tour de Ambon Manise. Anggota Polri setempat menangani event ini selama dua tahun berturut-turut. Sekitar 500an pesepeda dari seluruh Indonesia datang ke Ambon. Semua peserta puas dan salut, sebab penyelenggaraannya rapi, dan detail.
Sewaktu menjadi Kapolda Sulawesi Utara, dia sempat menyiapkan event touring sepeda. Sekitar 500an peserta dari luar Manado sudah mendaftarkan diri dan membeli tiket pesawat. Tiba-tiba wabah Covid-19 melanda Indonesia, sehingga membatalkan Tour de Manado.
Tertibkan tambang ilegal
Saat menjadi Kapolda Maluku pada 13 Agustus 2018- 3 Februari 2020, Royke juga melakukan aksi fenomenal yakni menutup penambangan emas ilegal di Gunung Botak. Segala aktivitas ilegal terkait penambangan emas ditertibkan. Dia mematikan ruang gerak para mafia tambang emas tanpa izin di wilayah itu. Bahkan, menyeret para cukong ke meja hijau.

Sejumlah mafia alias juragan emas Gunung Botak sempat menawarkan upeti yang besar kepada Royke, yakni sekitar Rp 11 miliar per bulan. Namun, dia menolak tawaran itu.
Di Sulawesi Utara, Royke juga melakukan aksi serupa. Di sana, para mafia tambang emas ilegal di Minahasa menggoda dengan menawarkan upeti kurang lebih Rp 4 miliar per bulan. Royke pun dengan tegas menolak penawaran itu.
Sikap ini tergolong berani, sebab memiliki risiko tinggi, terutama untuk jabatannya. Para cukong bisa bertahan dan menguasai aktivitas illegal selama bertahun-tahun tentu bukan bergerak sendiri, pasti ada pelindung. Oknum pelindung itu bukan orang kecil, melainkan memiliki pengaruh yang besar di pusat. Menertibkan aktivitas ilegal itu otomatis ikut menihilkan pemasukan besar bagi oknum pelindung.
Bagi dia, keselamatan lingkungan di atas segalanya. Kehancuran lingkungan yang dilakukan melalui penambangan emas illegal harus dihentikan. “Caranya adalah aparat tidak boleh menerima upeti. Jika aparat berdamai dengan cukong, maka mata rantai aktivitas illegal berkembang subur,” tegas Royke.
Perluas gerakan
Setelah pensiun dari polisi, pada tahun 2020 melanjutkan kuliah doktoral dengan mengambil spesialisasi Lingkungan pada Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia. Pada 31 Desember 2022, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Lingkungan dengan predikat: Dengan Pujian (Cum Laude). Royke memecahkan rekor di UI yang meraih gelar doktor dalam lima semester dengan indeks prestasi (IP) 3,99.
Yang menarik adalah disertasinya tentang Penataan Penambangan Emas Tanpa Izin Menuju Pertambangan Rakyat Berkelanjutan (Studi Kasus di Gunung Botak dan sekitarnya, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku dari Perspektif Peran Polri). Yang dikaji adalah penggalan dari gebrakan yang pernah dilakukannya.

Di sini membuktikan bahwa jiwa dan raga Royke telah menyatuh dengan lingkungan. Dia tidak lagi sebatas prihatin, melainkan telah mengatualisasikan dalam hidup.
Bersepeda dari Jakarta hingga Paris merupakan upaya memperluas gerakan menumbuhkan kesadaran masyarakat dunia tentang betapa pentingnya merawat lingkungan demi kebelanjutan bumi. Kalau bukan sekarang kapan lagi. Kalau bukan kita, siapa lagi!
Jangan lewatkan:


1 Komentar
Pingback: Dukungan Komunitas Gelorakan Semangat Saya - blalak.com