Subscribe to Updates
Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.
Penulis: ROYKE LUMOWA
Perjalanan saya untuk memasuki Iran memang tidak mulus. Setelah melewati border Taftan, Pakistan, ternyata harus tertahan lagi semalam dalam pos perbatasan Iran sebelum resmi memasuki negeri tersebut. Begitu berada di dalamnya harus menghadapi lagi banyak urusan perjalanan yang cukup ribet. Saya bersama kru sebetulnya sudah berada di border Taftan, Pakistan, pada 24 Oktober 2023 sekitar pukul 15.30. Waktu tiba ini sebetulnya cukup mepet dengan jam operasional di border Taftan yang berakhir pada pukul 17.00. Pengalaman kami pada sejumlah border sebelumnya, urusan pada imigrasi bagi para pelintas batas, serta bea dan cukai untuk kendaraan bermotor menghabiskan waktu lebih dari satu jam.…
Setelah melewati perjalanan sejauh 700 kilometer dari Karachi, saya akhirnya tiba di pos perbatasan Gwadar (Pakistan)-Rimdan (Iran) pada Sabtu, 21 Oktober 2023 pukul 16.00. Malam itu, rela menginap di kawasan border, dan meyakini besok hari akan memasuki wilayah Iran. Mimpi tentang mengayuh sepeda Iran pun begitu kencang terngiang dalam segala lamunan. Esok harinya, Rabu 22 Oktober 2023 sekitar pukul 08.00, kami pun telah berada di pos perbatasan. Kami melaporkan diri kepada petugas tentang rencana perjalanan menuju Iran. Pintu border Iran sudah di depan mata. Jaraknya pun hanya puluhan meter dari pos perbatasan Gwadar, Pakistan. Seketika petugas pun menyampaikan bahwa border…
Saat ini saya sedang berada di Pakistan, persisnya di Pakistan Selatan. Di negeri ini, warga asing selalu mendapat perlakuan khusus saat keluar dari hotel. Meski hanya berjalan kaki mencari makan di kaki lima pun, wajib melaporkan diri kepada petugas hotel. Mereka menyampaikan kepada polisi. Tak lama kemudian polisi pun datang membawa dengan senjata laras panjang mengawal perjalanan sang tamu. Menyebalkan, tetapi wajib menaatinya. Senin, 9 Oktober 2023, saya kembali bersepeda. Rute yang saya lewati adalah Lahore ke Syahiwal sejauh 160 kilometer. Mengingat di Pakistan, masyarakatnya mayoritas Islam dan mengenakan pakaian tertutup, maka saat bersepeda pun saya ingin menyesuakan diri dengan…
Pos perbatasan negara Pakistan dan India mungkin termasuk yang terunik di dunia. Setiap sore ribuan orang, termasuk wisatawan asing mendatangi border di Wagah (Pakistan) dan Attari (India). Mereka hanya ingin menyaksikan upacara penurunan bendera. Acara ini menjadi menarik karena menampilkan atraksi pasukan perbatasan yang unik dan keren. Saya memasuki wilayah Pakistan pada Minggu, 8 Oktober 2023. Hari itu, tepat tiga bulan saya berkelana. Ternyata sudah cukup jauh saya mengayuh sepeda. Pakistan menjadi negara kesembilan. Minggu pagi itu, saya dan kru berangkat dari Amristar pukul 08.00 menuju ke border Attari (India)-Wagah (Pakistan) sejauh 28 kilometer. Sekitar jam 10.00 sudah tiba di…
Berkelana di India selama 10 hari memberi kesan yang mengagumkan. Masyarakat negeri itu sungguh ramah dan memiliki sifat ingin tahu yang tinggi. Maka mengayuh sepeda di India, saya tidak kesepian. Ada saja warga yang mendekat untuk bersepeda bersama, menyapa dan mengajak bercerita. Salah satu contoh saat gowes dari Ludhiana menuju Amristar pada Sabtu, 7 Oktober 2023. Sekitar pukul 09.00, saya berhenti sejenak di sebuah restoran untuk sarapan pagi. Di situ, saya berjumpa dengan puluhan siswa Sekolah Katolik Xaverius yang sedang istirahat dari sebuah perjalanan bersama para guru menggunakan bus sekolah. Begitu melihat saya yang memiliki wajah dan kulit yang berbeda,…
Mengayuh sepeda selama sebulan penuh di China sungguh luar biasa. Meski hanya sebagian kecil wilayahnya, tetapi saya mendapatkan banyak pengalaman mengesankan. Negeri ini memang sangat indah. Infrastruktur yang tersedia begitu bagus hingga di wilayah pegunungan Everet yang memiliki ketinggian di atas 5.000 meter di atas permukaan laut sehingga memungkinan orang dapat mengunjungi kawasan yang tersulit sekalipun. Saya dan kru meninggalkan negeri itu pada 20 September 2023 siang melalui pintu perbatasan Gyirong (China)-Rasuwagadhi (Nepal). Hari itu saya berangkat dari Tasidom, kota terakhir yang kami menginap di China. Jarak Tasidom ke Gyirong sejauh 280 kilometer. Dari pemerintah China, kami hanya mendapatkan visa…
Begitu berada di Kathmandu, kami mendapatkan kabar tidak menyenangkan. Visa elektronik yang kami dapatkan di Jakarta ternyata hanya berlaku untuk memasuki India melalui udara. Tidak bisa melalui jalan darat. Jadi, kebijakan pemerintah India memberikan e-visa merupakan sebuah kelonggaran yang bagus, ternyata ada pengecualian. Penggunaan visa ini bukan untuk melewati darat. Alamak! Bagaimana dengan mobil? Hal ini tentu menjadi masalah serius untuk kami karena membawa mobil. Saya mendatangi kantor Kedutaan India di Nepal menjelaskan bahwa kami sedang melakukan perjalanan bersepeda dari Jakarta hingga Paris dengan menyertakan satu mobil pengiring. Saya memohon pengertian mereka agar mengiizinkan kami masuk melalui darat dengan menggunakan…
Pekan ketiga September 2023 menjadi momentum yang paling membahagiakan bagi saya selama mengayuh sepeda dari Jakarta ke Paris. Dalam sepekan ini saya tiga kali bersepeda menuju tiga gunung di Tibet, China, termasuk Everest Base Camp yang masing-masingnya memiliki ketinggian lebih dari 5.000 meter di atas permukaan laut. Saya mampu melewati tantangan itu dengan aman dan lancar. Mula-mula pada Minggu, 17 September 2023, perjalanan dari kota Shigatse menuju Shegar sejauh 216 kilometer. Untuk menuju kota Shegar, saya harus terlebih dahulu melewati Gunung Gyatso La setinggi 5.248 meter di atas permukaan laut (mdpl). Melihat rute perjalanan yang cukup panjang, beberapa hari sebelumnya…
Salah satu titik puncak Gunung Mila di Tibet berada pada ketinggian 5.013 meter di atas permukaan laut. Lokasi itu terhubung jalan raya beraspal mulus dari sejumlah daerah di kaki gunung. Saya mendatangi puncak Gunung Mila pada Selasa, 12 September 2023 dengan bersepeda. Sebuah pencapaian pribadi yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Menyinggahi puncak Gunung Mila adalah bagian dari rangkaian perjalanan saya mengayuh sepeda dari Gongbo Gyamda menuju Lhasa, ibukota Tibet. Jarak kedua kota itu mencapai kurang lebih 275 kilometer. Gongbo Gyamda berada pada ketinggian 3.400 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sedangkan Kota Lhasa 3.600 mdpl. Akan tetapi, menuju kedua kota…
Di wilayah Provinsi Tibet, China, saya seolah berada di kolong langit. Hampir setiap hari saya mengayuh sepeda pada ketinggian berkisar 3.500-5.000 meter di atas permukaan laut. Di daerah tertentu mengalami suhu dingin hingga 6 derajat celcius. Tetapi, di wilayah lainnya malah merasakan suhu panas mencapai 48 derajat celcius. Bahkan, kedua suhu yang bertolak belakang itu saya bisa mengalaminya dalam hari yang sama. Kondisi tersebut cukup mengagetkan juga. Bayangkan, berada di deretan pegunungan yang menjulang tinggi dan berselimut salju, tetapi masih terjadi suhu yang sangat panas. Padahal, pengalaman di banyak tempat, termasuk di Indonesia, berada di ketinggian 1.500 mdpl saja, suhu…
