Penulis: ROYKE LUMOWA

Catatan ROYKE LUMOWA (11) Tantangan terberat bagi yang tinggal di daerah tropis dalam mengayuh sepeda ke Eropa adalah suhu dingin. Bahkan, tidak sedikit kota tujuan berada pada ketinggian lebih dari 2.000 meter. Tantangan itu kini mulai  saya alami di China. Salah satunya di Kota Shangri-La yang berada pada ketinggian sekitar 3.400 meter di atas permukaan laut dengan suhu udara 12 derajat celcius. Saya tiba di Shangri-La pada Kamis, 31 Agustus 2023 sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Hari itu saya bersepeda dari Lijiang yang berada pada ketinggian sekitar 2.400 meter di atas permukaan laut (mdpl). Jarak kedua kota ini sejauh kurang…

Read More

Catatan ROYKE LUMOWA (10) Selasa, 22 Agustus 2023 pukul 09.40, saya resmi memasuki wilayah China melalui pintu lintas batas (border) di Boten, utara Laos menuju wilayah Mohan, Yunnan, China. Urusan pada imigrasi serta bea dan cukai setempat pun berlangsung lancar. Hal ini sungguh membahagiakan, sebab prosedur untuk masuk wilayah China tergolong rumit bagi saya yang membawa serta mobil pengiring dari Jakarta. Berdasarkan catatan pada garmin saya, saat memasuki wilayah China, total jarak yang saya lalui sejak dari Monumen Nasional (Monas) Jakarta pada 8 Juli 2023 telah sejauh 3.469 kilometer. Ternyata selama 46 hari ini saya mengayuh sepeda sudah cukup jauh.…

Read More

Catatan ROYKE LUMOWA (9) Hari Ulang Tahun ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia, Selasa 17 Agustus 2023 ini sungguh istimewa untuk saya. Baru pertama kali saya merayakannya di luar negeri. Di Laos pula. Semakin seru lagi saya berada di Laos melalui bersepeda dari Jakarta dalam perjalanan menuju Paris. Ini momentum yang langka. Mungkin terjadi hanya sekali dalam hidup saya. Pagi harinya, saya memperingati HUT RI ini dengan acara yang sangat sederhana.  Saya gowes dulu sejauh 17 kilometer dari hotel. Di titik itu, saya berhenti sejenak kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan mengakhirinya dengan memekikkan yel: Merdeka sebanyak tiga kali. Baru kali ini…

Read More

Catatan ROYKE LUMOWA (8) Setelah mengayuh sepeda selama sebulan mulai dari Monas, Jakarta, Rabu (8/8/2023) pukul 14.00, saya akhirnya tiba di Bangkok, ibukota Thailand. Total jarak yang ditempuh pun mencapai 2.450 kilometer dengan total ketinggian 12.327 meter. Saya sangat bahagia dengan pencapaian ini. Untuk menuju Bangkok, saya bersepeda dari Hua Hin. Hari itu sekitar pukul 04.00, saya terbangun. Badan terasa sangat fit dan prima setelah beristirahat cukup lama sejak Senin (7/8/2023) sore. Saya memutuskan untuk bersepeda lebih dini. Hari itu juga genap sebulan saya mengayuh sepeda yang mulai dari Monas pada Sabtu, 8 Juli 2023. Setelah menyiapkan diri dengan baik,…

Read More

Catatan ROYKE LUMOWA (7) Saya mengawali bulan Agustus 2023 dengan memasuki wilayah Thailand. “Negeri gajah putih” ini menjadi negara keempat yang saya lalui dalam mengayuh sepeda dari Jakarta menuju Paris. Saya sungguh bahagia. Perjalanan cukup lancar. Kalau pun ada kendala, hal itu bukan serius. Lagi pula dalam berkelana seperti ini semakin banyak tantangan tentu menjadi lebih menarik dan berwarna. Selasa, 1 Agustus 2023, sekitar pukul 09.00 waktu setempat atau 08.00 WIB, saya pun tiba di border Malaysia-Thailand di Dannok. Malam sebelumnya, saya menginap di kota Jitra, wilayah Kesultanan Kedah, Malaysia. Jarak dari Jitra menuju border Dannok hanya sekitar 30 kilometer…

Read More

Catatan ROYKE LUMOWA (6) Jumat, 28 Juli 2023 sekitar pukul 06.00, hujan masih terus mengguyur kota Sabak Bernam, Malaysia. Meski tersisa rintik, tetapi hujan ini telah berlangsung beberapa jam sejak Kamis (27/7/2023) malam. Sepanjang malam itu hujan turun cukup deras. Hal ini membuat suhu udara pagi itu cukup sejuk. Saya memutuskan mulai mengayuh sepeda menuju ke kota Pantai Remis pada pukul 07.00 waktu setempat. Pagi itu saya memulai gowes tanpa makan pagi. Maklum saja, hotel tempat kami menginap tidak menyediakan sarapan. Mula-mula terasa biasa saja. Akan tetapi, semakin laju, dimana waktu sudah mendekati pukul 09.00, rasa lapar itu mulai menghantui.…

Read More

Catatan ROYKE LUMOWA (5) Sejak hari Minggu (23/7/2023), perjalanan saya mulai memasuki Malaysia. Kurang lebih selama sepekan saya mengayuh sepeda di wilayah “negeri jiran” ini. Mulai dari perbatasan dengan Singapura hingga perbatasan dengan Thailand dengan total jarak sekitar 800 kilometer. Mungkin karena serumpun, sehingga tradisi pun menyerupai Indonesia. Yang berbeda yakni Malaysia lebih bersih dan tertib dalam berlalu lintas. Saya masuk Malaysia melalui Singapura. Malam pertama di Malaysia saya menginap di Johor Bahru. Kebetulan Konsul pada Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Johor Bahru yakni Sigit Suryantoro Widiyanto pernah sama-sama bertugas di Kantor Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum dan HAM selama…

Read More

Catatan ROYKE LUMOWA (4) Jumat (21/7/2023) tepat pukul 10.45 WIB, kapal cepat Horizon mengangkat sauh dan mulai berlayar dari Pelabuhan Batam, Kepulauan Riau. Saya adalah salah satu penumpang dalam kapal yang membawa kami menuju Singapura. “Negeri singa” ini menjadi negara kedua yang akan saya lewati dalam mengayuh sepeda dari 47 negara yang direncanakan. Saat hendak meninggalkan Batam saya merasa ada yang bakal hilang. Merasa takkan lagi bersama teman-teman dalam waktu yang cukup lama. Takkan lagi mendengar canda, tawa, gurauan, dan sejenisnya. Saya harus sanggup memelihara dan merawat semangat mengayuh sepeda hingga Paris. Mengayuh sepeda jarak jauh bukan soal jumlah orang…

Read More

Catatan ROYKE LUMOWA (3) Setelah mengayuh sepeda selama enam hari dari Monas hingga Kota Jambi, Jumat (14/7/2023) pagi, saya bersama kru harus kembali ke Jakarta. Kami perlu menuntaskan pengurusan visa untuk masuk ke sejumlah negara, terutama Inggris agar perjalanan hingga di Paris lebih lancar. Kami terbang dari Bandara Sultan Thaha , Jambi, pukul 07.00 WIB, menggunakan maskapai Batik Air. Setelah tiba di Jakarta, kami terlebih dahulu mengambil visa untuk masuk China. China baru menerbitkan visa untuk kami sekitar pukul 12.00 WIB. Berbekal paspor yang sama, siang itu, kami pun menuju City Mall di Kuningan untuk mengurus visa masuk Inggris. Kami…

Read More

Catatan ROYKE LUMOWA (2) Cerita tentang lintas timur Sumatera yang panas, sudah sering saya dengar. Tetapi, saya juga tidak punya pilihan, sebab untuk menuju ke Batam yang menjadi pintu keluar dari Indonesia, harus melewati lintasan tersebut. Itu sebabnya dari Lampung saya menjalani rute tersebut agar bisa menyesuaikan keadaan. Meski suhu udara yang panas sudah terasa sejak berada di wilayah Mesuji, tetapi mengayuh sepeda di lintas timur Provinsi Lampung relatif lebih bersahabat. Di jalur ini, arus kendaraan, terutama truk mulai berkurang, menyusul beroperasinya jalan tol atau jalan bebas hambatan. Banyak truk dari Lampung menuju Palembang, atau sebaliknya lebih memilih masuk tol.…

Read More