Close Menu
  • Home
  • Perjalanan
  • Wisata
  • Sport
  • Bisnis
  • Cyling
  • Humaniora
  • Royke Lumowa Gowes Jakarta Paris

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Impor Mobil India (2): Koperasi Pun Jadi “Tabolabale”

Maret 3, 2026

Impor Mobil India (1): Tercekik Manuver Agrinas

Februari 28, 2026

Impor 105.000 Mobil Pikap, Agrinas Kangkangi Presiden Prabowo

Februari 25, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
LOGIN
Blalak.comBlalak.com
  • Home
  • Perjalanan
  • Wisata
  • Sport
  • Bisnis
  • Cyling
  • Humaniora
  • Royke Lumowa Gowes Jakarta Paris
Blalak.comBlalak.com
Home » Catatan Royke Lumowa (23): Sejumlah Barang Kami Raib di Iran
Perjalanan

Catatan Royke Lumowa (23): Sejumlah Barang Kami Raib di Iran

ROYKE LUMOWABy ROYKE LUMOWANovember 28, 20231 Komentar6 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Pinterest LinkedIn
I am on the shore of the Caspian Sea, precisely in Chalus. Photo: Royke Lumowa Archives
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Berada di Tehran, ibukota negara Iran, memang sungguh menarik. Kota ini memiliki transportasi publik yang bagus. Perjalanan ke segala penjuru selalu terhubung dengan kereta bawah tanah. Waktu tunggu pun tidak terlalu lama. Tidak lebih dari 2 menit hadir kereta api berikutnya. Tetapi, kriminalitas pun lumayan tinggi. Saya kehilangan sejumlah barang akibat pencurian.

Saya dan kru tiba di Tehran pada 2 November 2023 sekitar pukul 20.30. Malam itu, kami menginap di Hotel Iriano. Tempat parkir kendaraan berada di lantai dasar. Namun, pintu masuk ke tempat parkir cukup sempit dan pendek sehingga menyulitkan mobil kami yakni Toyota Hilux double cabin untuk masuk.

Maling mencuri sejumlah barang kami yang ada di dalam mobil dengan memecahkan kaca mobil. Foto: Arsip Royke Lumowa

Kami memarkirkan mobil parkir di depan hotel. Kebetulan ada sedikit area yang cukup ideal. Pada malam itu keadaan mobil di tempat itu aman. Maka, kami memutuskan tetap melanjutkan parkir mobil di lokasi yang sama untuk 3 November 2023 malam.

Kaca mobil pecah

Esok pagi, yakni 4 November 2023 saat hendak membersihkan mobil, kami melihat kaca jendela mobil sebelah kiri pecah. Kejadian ini sungguh mengagetkan kami. Sejumlah barang berserakan di atas kursi mobil. Ada pula beberapa barang hilang diambil pencuri.

Barang-barang yang hilang yakni sebuah drone. Namun drone ini dalam kondisi rusak karena salah satu baling-balingnya kurang sempurna. Alat charger kamera, baterei (kamera) cadangan dan alat charger besar: ecoflow.

Kami melaporkan kejadian kepada petugas hotel. Kami meminta akses untuk melihat kamera pemantau CCTV. Namun petugas Hotel Iriano mengabarkan bahwa pihaknya tidak memasang CCTV di depan, sebab lokasi parkir mobil kami bukan bagian dari wilayah hotel. Padahal, area tersebut berada persis di depan hotel.

Sejumlah barang kami berserakan di atas kursi mobil setelah maling mengambil beberapa barang. Foto: Arsip Royke Lumowa

Mereka berjanji akan melaporkan kasus tersebut kepada polisi setempat. Setelah menunggu cukup lama, polisi tidak datang. Akhirnya, kami memutuskan mencari bengkel resmi Toyota, dan mendapatkannya.

BACA JUGA:  Catatan Royke Lumowa (6): Bertemu Lagi Warga Keturunan Indonesia

Hari itu juga kami melakukan pergantian kaca mobil. Harganya tidak jauh berbeda dengan di Jakarta dan sekitarnya.

Pindah hotel

Kejadian tersebut membuat kami meningkatkan kewaspadaan. Setelah selesai urusan di bengkel, kami memutuskan pindah tempat menginap. Malam itu kami menginap di sebuah hotel kelas melati yang khusus melayani wisatawan backpacker, namanya Heritage Hostel.

Tempat ini cukup menarik dan strategis. Berada di tengah kota Tehran, dekat dengan stasiun kareta bawah tanah (MRT) dan pertokoan. Laris manis. Tingkat keterisian setiap hari mencapai 84 persen.

Heritage Hostel sangat populer di kalangan backpacker dari berbagai negara.  Di situ, kami bertemu dengan para pelancong dari China, Malaysia, Swiss, Rusia, Jerman, dan masih banyak negara lainnya.

Sedang berada di stasiun kereta api bawah tanah di Kota Tehran, Iran. Foto: Arsip Royke Lumowa

Harga kamar pun bersahabat, berkisar tiap kamar Rp 300.000-Rp 500.000 per malam. Yang menariknya ada kamar yang tersedia satu tempat tidur. Tetapi ada pula yang terisi tiga hingga lima tempat tidur bertingkat sehingga mampu menampung 10 orang.

Untuk kamar yang terisi lebih dari dua orang hitungan harga per tamu. Harganya pun masih terjangkau. Para pelayan hostel pun sangat ramah, komunikatif dan cekatan.

Masuk jalan tol

Di Iran, hari libur terjadi pada Jumat dan Sabtu. Selama tiga hari, kami terlarut dalam kesibukan mengurus visa masuk Eropa pada kantor Kedutaan Besar Perancis di Tehran dan VFS Global setempat. VFS Global adalah pihak ketiga yang mendapat tugas dari Uni Eropa untuk menangani visa.

Hari-hari berikutnya kami berkelana ke kawasan Pantai Laut Kaspia, persisnya di Kota Chalus. Jarak Chalus dari Tehran sekitar 150 kilometer. Akan tetapi, perjalanan ke sana harus terlebih dahulu melewati pergunungan setinggi kurang lebih 3.200 meter di atas permukaan laut (mdpl).

BACA JUGA:  Catatan Royke Lumowa (14): Pekan Paling Bahagia di Tibet

Awalnya pada Rabu, 8 November 2023, saya mengayuh sepeda melewati jalan tol. Sampai di kilometer 40, jalan itu ditutup karena sedang perbaikan. Kami pun kembali lagi ke Tehran.

Besok pagi, saya bersepeda kembali melewati lagi jalan tol yang sama. Saat masuk di pintu tol pun aman-aman saja. Namun, begitu berada di kilometer 50, seorang petugas tiba-tiba mencegah dan melarang saya tidak boleh melanjutkan bersepeda. Jalan tol hanya untuk kendaraan bermotor, bukan sepeda.

Bersama Duta Besar RI untuk Iran Pak Ronny Prasetyo Yuliantoro dan ibu. Saya bersama Yayak M Saat. Foto: Arsip Royke Lumowa

Larangan tersebut agak mengherankan, sebab sewaktu memasuki pintu tol, petugas membiarkan saya bersepeda. Daripada berdebat panjang, saya pun memutuskan menaikkan sepeda ke dalam mobil pengiring guna melanjutkan perjalanan ke Chalus.

Malam itu, kami menginap di sebuah homestay. Penginapan ini murah, tetapi kurang terurus sehingga membuat tidak nyaman. Hari berikutnya, kami berpindah penginapan. Kali ini menginap di Hotel Fander, tidak terlalu besar, sebab kelas melati.

Laut Kaspia

Letak hotel ini tidak jauh dari pantai Laut Kaspia. Pantainya tidak begitu indah, sebab menjadi muara sebuah sungai. Sungai ini pun kurang bersih, sebab membawa cukup banyak sampah, antara lain kayu bekas. Kayu-kayu tersebut dikumpulkan warga setempat untuk berbagai keperluan.

Laut Kaspia sesungguhnya merupakan danau, sebab sekelilinginya adalah daratan berpasir seperti pantai. Danau ini terletak di antara Eropa dan Asia, sebelah barat daya Pegunungan Urai. Luasnya mencapai kurang lebih 390.000 kilometer persegi. Perairan ini membentang sepanjang 1.030 kilometer dari utara ke selatan, dan 200-400 kilometer dari barat ke timur.

Sebanyak 130 sungai mengalir menuju Laut Kaspia. Pasokan air utama berasal dari sungai terpanjang di Eropa yakni Sungai Volga yang bermuara di ujung utara. Di bagian utara airnya lebih tawar, sedangkan semakin ke selatan menjadi semakin payau. Bagian paling asin berada di wilayah Iran. Menyusul Sungai Ural yang mengalir dari utara dan Sungai Kura dari barat.

BACA JUGA:  Jelajah Toba Samosir, Ibarat Kayuh di Atas Awan

Masalah paspor

Pada 11 November 2023 pagi, saya sempat mengayuh sepeda di Kota Chalus. Baru gowes sekitar 10 kilometer, tiba-tiba ada polisi menyegat. Dia mengingatkan saya agar tidak boleh melakukan pengambilan gambar situasi kota.

Tak lama kemudian, polisi itu meminta paspor. Saya mengabarkan bahwa paspor tersimpan di Hotel Fander. Saya kemudian memperlihatkan foto paspor. Tetapi polisi itu menolak. Dia meminta saya memperlihatkan fisik paspor.

Berada di tepi Laut Kaspia, persisnya di Chalus. Foto: Arsip Royke Lumowa

Polisi tersebut kemudian meminta saya menuju kantor imigrasi setempat yang tidak jauh dari lokasi kami berdiri. Saya mengontak om Yayak mengabarkan bahwa saya sedang bersama polisi Iran menuju imigrasi karena tidak mengantongi paspor asli. Saya juga meminta om Yayak mendatangi hotel untuk mengambil paspor, dan mengantarkan ke kantor imigrasi.

Di kantor imigrasi, petugas masih menanyakan paspor. Saya menunjukan foto paspor, tetapi mereka berkeberatan. Mereka hanya menginginkan fisik paspor. Tidak lama kemudian om Yayak tiba di kantor imigrasi.

Yang membuat klarifikasi itu menjadi lama adalah paspor dan visa saya tidak terdata dalam imigrasi Iran. Saya kemudian menjelaskan kronologi memasuki wilayah Iran melalui border Mirjaveh, dimana kami sempat tertahan selama kurang lebih 27 jam karena sistem komputer pada imigrasi rusak.

Setelah itu, kami bisa memasuki Iran, namun menggunakan sistem manual. Mungkin setelah komputer normal, petugas imigrasi tidak memasukan data kami dalam sistem itu sehingga menimbulkan persoalan seperti ini. Selama dua jam saya berada di kantor imigrasi untuk klarifikasi. (bersambung)

editor: JANNES EUDES WAWA

Catatan Royke Lumowa (22): Perjalanan di Iran, Siapkan Uang Lokal Tunai

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ROYKE LUMOWA
Author: ROYKE LUMOWA

Share. Facebook WhatsApp Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BACA JUGA

Ambisi China, Swasembada Durian

Januari 20, 2026

Durian Indonesia Hanya Jago Kandang

Januari 17, 2026

Musim Durian Telah Tiba, Jangan Lewatkan!

Januari 11, 2026

Jelajah Ciptagelar (3): Berdialog dengan Abah Ugi

Desember 15, 2025

Jelajah Ciptagelar (2): Perjuangan Berat Menuju Gelaralam

Desember 14, 2025

Jelajah Ciptagelar (1): Jalan Panjang Menuju Gelaralam

Desember 13, 2025

1 Komentar

  1. Pingback: Catatan Royke Lumowa (24): Uang Tunai Pun Raib di Kamar Hotel - blalak.com

Leave A Reply Cancel Reply

TERKINI

Impor Mobil India (2): Koperasi Pun Jadi “Tabolabale”

Maret 3, 2026

Impor Mobil India (1): Tercekik Manuver Agrinas

Februari 28, 2026

Impor 105.000 Mobil Pikap, Agrinas Kangkangi Presiden Prabowo

Februari 25, 2026

Pilpres 2029, Prabowo-Gibran Bakal Pisah Jalan

Februari 20, 2026

Anak SD Bunuh Diri di NTT, Duka Itu Menampar Sangat Keras

Februari 18, 2026

Impor Garam di Negeri Maritim

Februari 18, 2026
Blalak.com
© 2026 Blalak.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.